Satu Kursi DPRD Pelalawan Bernilai 6.500 Suara

Selasa,01 April 2014 | 09:31:00
Satu Kursi DPRD Pelalawan Bernilai 6.500 Suara
Ket Foto : Ketua KPUD Pelalawan Nazaruddin SH

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com)-Untuk bisa menikmati empuknya kursi wakil rakyat yang sangat terhormat itu, para caleg diwajibkan memenuhi persyaratan perolehan suara minimal berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pelalawan Nazaruddin SH, kepada PelalawanNews.com mengatakan ada dua langkah yang dilakukan untuk menetukan besaran harga satu kursi di Dewan perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pelalawan. Penentuannya berdasarkan Bilangan Pembagi Pemilihan (BPP) yang diperoleh dari pembagian jumlah suara sah dengan jumlah kursi di suatu daerah pemilihan untuk menentukan jumlah perolehan kursi partai politik peserta pemilu dan terpilihnya anggota DPRD.

“BPP itu terbagi dua, ada BPP sementara dan ada BPP tetap, BPP sementara di hitung berdasarkan jumlah Daftar Pemilih tetap dibagi kuota kursi dewan yang di perebutkan pada satu daerah pemilihan atau dapil” ujarnya

Lebih lanjut dikatakan Nazar, jika dihitung jumlah DPT dan kuota kursi DPRD yang diperebutkan pada satu dapil, harga satu kursi bisa berkisar 6.500 suara berdasarkan BPP sementara.

“Jika jumlah DPT di bagi jumlah kursi, harga kursi dewan bisa menjadi lebih mahal mencapai angka 6.500 suara, namun itu jika partisipasi pemilih 100 persen,” jelasnya

Jika angka partisipasi pemilih tidak mencapai angka 100 persen, maka harga kursi dewan akan dihitung berdasarkan BPP tetap, artinya jumlah keseluruhan suara hasil pemilu di bagi jumlah kursi dewan pada suatu dapil. Hasil tersebut menjadi harga tetap sebuah kursi di dewan.

“Setelah surat suara dihitung, ditengoklah parpol mana yang mendapat suara yang memenuhi harga kursi yang didapat dari pembagian suara sah dengan jumlah kursi dewan. Misalnya setelah dihitung surat suara dan dibagi jumlah kursi dapat lah angka 4.000, maka dilihat caleg dari partai mana yang mendapatkan angka 4.000 itu, dia lah yang berhak atas satu kursi di dewan nanti,” bebernya

Namun setelah di hitung seluruh perolehan suara caleg tidak ada lagi yang mencukupi angka yang ditetapkan itu, maka akan dihitung hasil perolehan suara caleg dari parpol dan dapil yang sama untuk mencukupi harga satu kursi dewan.

“Dari hasil kalkulasi perolehan seluruh suara caleg dari parpol dan dapil yang sama, jika mencukupi harga satu atau dua kursi, maka penentuan yang berhak mendapatkan kursi di dewan berdasarkan sura terbanyak,”ujarnya merinci.

Dan setelah di hitung semua suara per parpol di dapil yang sama, masih ada sisa suara yang belum mewakili kursi dewan, maka pengitungannya tetap menggunakan metode yang sama sampai kuota kursi itu habis terbagi.

“Kursi sisa itu didapatkan dari jumlah suara yang tersisa yang jatuh pada parpol dan caleg dengan perolehan suara tertinggi, dan penghitungan seperti ini dialakukan sampai kursi terbagi habis,” bebernya

Penghitungan harga kursi berdasarkan BPP juga berlaku untuk penghitungan kursi DPRD Propinsi, DPR RI dan DPP. Potensi seperti itu akan sangat tidak mungkin dilakukan, karena ada pengawasan oleh saksi, KPPS, PPS, peninjau dan pemantau independen maupun dari pengawas pemilu.

“Saya rasa, dengan komitmen kita bersama untuk menegakkan pemilu yang jurdil (jujur dan adil red) ini, kecurangan kecurangan dalam pemilu dapat dihindari. Sebagai penyelenggara pemilu , kami (KPU) tetap menegakkan azas jurdil itu,” tegas Nazar juga menjabat Ketua Majelis Pemuda Pelalawan ini.

Nazar juga mengajak seluruh konstentan pemilu untuk berpolitik secara sehat, dengan orientasi memberikan pencerdasan berpolitik kepada masyarakat.

“Jangan penyelenggara pemilu saja yang dituntut bersikap jujur dan adil, para parpol peserta pemilu juga harus bersikap jujur, mari kita berpolitik secara sehat untuk demokrasi yang sehat dalam upaya kita membangun negeri, ini langkah awalnya, dengan menitip perwakilan suara rakyat di dewan, untuk itu tolong jangan dirayu petugas penyelenggara pemilu kami, biarkan mereka bekerja secara profesional,”harapnya

Ditambahkan Nazar, Sebelum dimulainya jadwal kampanye, para parpol kontestan pemilu secarbersama sama telah mendeklarasikan pemilu damai, jujr dan adil.

“Sebelum masuknya jadwal kampanye kemarin, kan sudah ditandatangani pakta integritas untuk menjadikan pemilu yang damai dan jurdil oleh seluurh parpol, mari kita komit dengan apa yang sudah kita tandatangani itu,” pungkasnya

Apon Hadiwijaya

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus