Menuju Kemandirian Ekonomi

Diskop dan UMKM Bidani Lahirnya Enterpreneur Tangguh

Selasa,01 April 2014 | 09:20:00
Diskop dan UMKM Bidani Lahirnya Enterpreneur Tangguh
Ket Foto : Maket Gedung PLUT Kabupaten Pelalawan

Untuk mencapai kemandirian ekonomi yang telah tertuang di dalam visi dan misi Kabupaten Pelalawan, visi tersebut dimaksudkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat yang sejahtera. Melalui pembangunan ekonomi kemasyarakatan diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.

Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha usaha oleh para pelaku usaha di Kabupaten Pelalawan, Pemerintah Daerah melalui berbagai satuan Kerja (Satker) terkait telah melakukan berbagai terobosan agar produk produk unggulan dari usaha usaha yang dulu nya bersifat tradisional dapat berubah menjadi usaha yang lebih moderndan dapat menjadi sebbuah industri yang berdaya saing.

Sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten yang membidangi masalah pengembangan usaha berskala kecil dan menengah, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop dan UMKM) Kabupaten Pelalawan terus berupaya mencari celah dan peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di kabupaten Pelalawan.

Program Program peningkatan ekonomi kerakyatan yang di jalankan oleh pemerintah pusat diupayakan dapat merembes ke daerah pemekaran dari Kabupaten Kampar ini.

Banyak potensi potensi usaha masyarakat yang tengah di bina oleh Diskop dan UMKM Kabupaten Pelalawan yang bekerja sama dengan pemerintah pusat. Melalui kucuran dana dari Kementerian Kopreasi dan UMKM, dalam waktu dekat ini di Kabupaten Pelalawan akan dibangun sebuah gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang akan menjawab semua permasalahan para pelaku usaha maupun calon pelaku usaha di negeri seiya sekata ini.

Gedung yang refresentatif itu nantinya bakan di bangun dua lantai, pada lantai pertama terdapat klinik koperasi dan UMKM Kabupaten Pelalawan yang terdiri dari 12 galeri dari masing masing kecamatan di Kabupaten Pelalwan.

Lantai duanya bakal tersedia berbagai fasilitas layanan yang akan mengakomodir semua kebutuhan yang diperlukan oleh pelaku usaha maupun calon pelaku usaha untuk memulai maupu mengembang usaha.Diantaranya fasilitas akses pembiayaan, pemasaran dan promosi, workshop bisnis, layanan pusat enterpreneursihp, pendamping monitoring bisnis.

Selain dari kementerian Koperasi dan UMKM, Pemerintah Daerah juga bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memberikan pelatihan teknologi kepada pelaku usaha untuk diterapkan dalam mengembangkan usaha kerakyatan yang bersifat modern nantinya.

Dengan adanya program Teknopolitan dari Bupati Pelalawan HM Harris, tentunya akan menjadi sebuah keharmonisan dengan program program pengembangan ekonomi kerakyatan yang dijalankan oleh Diskop dan UMKM Kabupaten Pelalawan.

Diharapkan, dengan teknologi, produk produk  unggulan dari pelaku usaha di Kabupaten Pelalawan ini memiliki daya saing, seperti pembuatan souvernir Bono di Kecamatan Teluk Meranti, pembuatan Abon di langgam dan industri kerajinan kerudung di Sorek.

Dan masih banyak lagi potensi potensi usaha yang dijalankan oleh masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk dikembangkan menjadi sebuah industri, mental bisnis, kerja keras dan penerapan teknologi   menjadi kesuksesan suatu usaha, itulah yang menjadi PR Diskop dan UMKM Kabupaten Pelalawan saat ini untuk membina pelaku pelaku usaha dan badan usaha ekonomi masyarakat dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.

Bina Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop dan UMKM) Kabupaten Pelalawan terus melakukan segala upaya untuk meningkatkan eko-nomi kerakyatan. Pola pola peningkatan ekonomi modern menjadi fokus pembinaan yang dilakukan Diskop dan UMKM kepada enterpreneur di negeri seiya sekata ini.

Pada prinsipnya, dari beberapa indikator meningkatnya ekonomi kerakyatan dapat terlihat pada meningkatnya jumlah usahawan, jika dipersentasikan angkanya diatas dua persen dari jumlah penduduk.

Kadiskop dan UMKM Pelalawan Milyono M.KesHal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pelalawan Drs Milyono M.Kes mengatakan bahwa keberhasilan peningkatan ekonomi kerakyatan  dengan ditandai dengan jumlah enterpreneur diatas dua persen dari jumlah penduduk.

“Untuk Indonesia, patokan kita diatas dua persen wirausahawan, jika dibandingkan negara negara Asia, mereka sudah diatas enam persen, dan untuk negara Jepang dan Erofa, jumlah enterpreneurnya diatas delapan persen dari jumlah penduduknya” jelas Milyono

Berdasarkan persentasi jumlah enterpreneur, untuk Kabupaten Pelalawan yang jumlah penduduknya 380 ribu jiwa ini, berarti harus menumbuhkembangkan ekonomi menengah dan kecil sebesar 8.000 usaha yang siap dalam manajerialnya.

“Diskop dan UMKM Kabupaten Pelalawan bekerja sama dengan Universitas Riau (UNRI) melakukan pemdataan pada tahun 2013 kemarin didapati data di lapangan, ada sebanyak 3.740 UMKM, itu pun termasuk usaha mikro”lanjutnya

Dilanjutkan Milyono, dari 3.740 usaha yang berhasil di data oleh petugas pendampingan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pelalawan yang bertugas di tiap tiap Kecamatan bekerjasama dengan UNRI tersebut termasuk di dalamnya usaha mikro yang mencakup usaha usaha rumah tangga seperti jualan gorengan dan jual sayur sayuran.

“Sebenarnya yang masuk kategori enterpreneur itu adalah usaha yang dibangun dan dapat dikembangkan melalui inovasi dan ide ide dalam suatu kombinasi yang mampu melakukan perubahan kepada peningkatan nilai yang lebih besar dari sebelumnya, kalau usaha rumahan seperti jualan gorengan dan sayur mayur itu belum bisa dikatakan masuk kategori enterpreneur,” jelasnya

Minimnya orang orang yang bermental enterpreneur di kabupaten Pelalawan ini tentunya menjadi tugas semua pihak, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan yang mandiri.

“Visi dan Misi Bapak Bupati kita , salah satunya adalah membangun ekonomi masyarakat telah dilakukan dengan berbagai terobosan, semua program unggulan Pemda Pelalawan saat ini diharapkan bermuara kepada kemandirian ekonomi masyarakatnya,” sambunya

Selain itu, untuk terus menggeliatkan pengembangan mental enterpreneurship pada masyarakat Kabupaten Pelalawan, pemerintah daerah juga bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penarapan Teknologo (BPPT) dengan mengumpulkan sebanyak 70 wirausahawan, setelah dilakukan penjaringan oleh pihak BPPT sendiri, sekitar 37 diantaranya mendapatkan pelatihan bisnisdana usaha sebesar 25 juta rupiah.

Dalam membina usaha usaha unggulan di tiap kecamatan, imbuh Milyono, pihaknya juga bekerja sama dengan instansi lain untuk meningkatkan kemampuan usahawan dan kualitas produk yang dihasilkan.

“Diskop dan UKMK hanya sebagai leading sektor di dalam inkubator bisnis, didalamnya juga ada instansi lain seperti Dinas Perindustrian yang membantu menjelaskan bagaimana pemasaran produknya, begitu juga Dinas Kesehatan yang membantu kualitas dan higienitas produk makanan, BPMP2T membantu perizinannya,” imbuhnya

Milyono mencotohkan produk produk unggulan yang dikem bangkan di kecamatan kecamatan di kabupaten pelalawan yang di bantu pendanaannya dan pelatihan SDM yang diyakini usaha terseut bakal berkembang dan mempunyai daya jual yang cukup tinggi.

“Seperti pembuatan Abon Sapi di Langgam, di Teluk Meranti sablon souvenir Bono, ada juga usaha kerudung di Sorek, ada sekitar 40 unit mesin jahit yang kita bantu,” bebernya

Masih menurut Milyono, Dengan adanya pelatihan di Tekno Prener Camp, diharapkan akan lahir produk produk unggulan dari tiap Kecamatan di Kabupaten Pelalawan dengan daya saing yang tidak kalahnya dengan produk produk lain yang sejenis beredar di pasaran.

“Kepada enterprener yang sudah dilatih itu juga kita buka akses untuk mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), sudah banyak usaha yang menerima bantuan itu,” pungkasnya.*** (Adv/Yasir)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus