Ketatnya Persaingan Menuju Parlemen Riau

Senin,31 Maret 2014 | 08:09:00
Ketatnya Persaingan Menuju Parlemen Riau
Ket Foto : Gedung DPRD

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com) - Tinggal menghitung hari, semua Partai politik (Parpol) dan calon anggota legislatif (Caleg) sudah menyiapkan diri menggapai asa mendapat kursi di parlemen.

 Diprediksi, persaingan Parpol dan Caleg di Pemilu 2014 yang akan dilaksanakan 9 April nanti akan berlangsung ketat. Kenapa tidak, sebanyak 12 Parpol sudah mempersiapkan kadernya untuk bisa mengisi kursi di parlemen. Baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau DPR RI.

Ketatnya persaingan itu makin terasa dengan jumlah partai politik peserta Pemilu yang jauh berkurang dibanding Pemilu sebelumnya. Hal ini menjadikan seorang caleg harus bisa meraih suara yang cukup banyak untuk bisa duduk di kursi parlemen.

Di Provinsi Riau, ketatnya persaingan itu sudah bisa dirasakan. Meski pada Pileg 2014 ini terjadi penambahan jumlah kursi di DPRD Riau, dari 55 kursi menjadi 65 kursi, atau bertambah 10 kursi, namun jumlah Partai peserta Pemilu menciut.

Dari 48 parpol (non Partai Lokal di Aceh), tinggal 12 parpol saja yang akan bersaing mendapatkan suara terbanyak. Artinya, persaingan ketat tetap akan terjadi.

   Salah satu daerah pemilihan (Dapil) yang dipastikan cukup ketat dalam perebutan kursi DPRD Riau adalah Dapil 6 (Siak-Pelalawan). Dari Dapil akan diperebutkan sebanyak 8 kursi. Tentunya sebanyak 12 parpol akan berlomba untuk bisa menempatkan kadernya dari wilayah ini. Wajah baru akan bersaing dengan incumbent.

Beberapa Caleg yang dihubungi mengaku siap bertarung dan yakin bisa mendapatkan suara rakyat. Apalagi untuk putera tempatan hanya seorang Zukri saja yang incumbent yang diyakini sudah memiliki basis massa pemilih.

Seperti yang dikatakan Jon Hendri Hasan SE, Caleg nomor urut 2 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bahwasannya peluang untuk menang itu cukup besar. Sebab, kandidat caleg yang maju notabene wajah baru, hanya satu yang incumbent.  

Keyakinan yang sama juga dilontarkan caleg nomor urut 2 dari Partai  Golkar, Sewitri SE. Menurutnya, semua kontestan memiliki peluang sama untuk dipilih rakyat. 

Tak jauh beda dengan yang lainnya, Caleg Nomor urut 1 dari Partai Gerindra Husni Thamrin mengaku siap bertarung. "Kita minta para kompetitor bermain fair. Mari kita beri pembelajaran politik yang cerdas kepada masyarakat," ucapnya.  

Sayangnya, sang incumbent Zukri yang digadang-gadang memiliki peluang besar untuk kembali terpilih, yang coba dihubungi enggan mengangkat telpon. Sepertinya Caleg nomor 1 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini sibuk dengan agenda kampanye yang saat ini masih berlangsung.

Pilih Wajah Baru

Banyaknya para kompetitor yang akan merebut kursi di parlemen membuat masyarakat binggung mau menentukan pilihannya. Tak berlebihan kalau masa-masa Pemilu ini masyarakat cendrung berfikiran pragmatis. Siapa yang memberi itu yang akan dipilih.

Persoalan inilah yang mungkin membuat peluang incumbent sedikit lebih besar ketimbang yang baru. Selain memiliki 'amunisi' yang banyak, basis massa yang sudah dibangun menjadi modal besar untuk kembali terpilih.

Namun, tokoh masya rakat Riau HT Lukman Jaafar yang dihubungi PelalawanNews.com beberapa waktu lalu justru memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, peluang wajah baru justru lebih besar ketimbang incumbent. Sebab, mereka yang sudah pernah dan masih duduk di parlemen sudah diketahui track recordnya oleh masyarakat.

"Rakyat sekarang ini sudah jenuh dengan janji-jani politik yang realisasinya nyaris tak terdengar. Makanya kemungkinan sikap anti terhadap mereka yang sekarang duduk di dewan akan muncul di tengah-tengah masyarakat. Beruntung bagi mereka yang memang selalu merealisasikan aspirasi masyarakat, tentu kepercayaan itu akan kembali mereka dapatkan. Tapi, bagi yang tidak, ini tidak akan dipilih rakyat," ucap Tengku Lukman.

Ditanya soal sikapnya di Pemilu 2014 ini, Tengku Lukman dengan tegas akan memilih mereka yang belum pernah duduk di dewan. Alasannya, masih ada secercah harapan kepada mereka jika nanti terpilih.

"Kita kan tidak tau sepak terjang wajah baru ini, makanya kita akan pilih mereka. Mudah-mudahan saja  mereka terpilih nanti kerjanya lebih baik dan lebih bagus lagi," tukasnya.

Laporan : Yasir

Tulis Komentar
comments powered by Disqus