Pengusaha Restoran dan Rumah Makan Wajib Setorkan 10 % Pendapatannya

Senin,31 Maret 2014 | 07:48:00
Pengusaha Restoran dan Rumah Makan Wajib Setorkan 10 % Pendapatannya
Ket Foto : Sekretaris Dispenda Pelalawan, Harkat Anwar

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com)Dalam upaya meningkatkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupate Pelalawan dari sektor pajak daerah, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Pelalawan melirik rumah makan dan restoran sebagai objek pajak sebagai sumber penerimaan daerah.

Untuk langkah awalnya, Dispenda melakukan pendekatan persuasif kepada pengusaha rumah makan untuk menggugah kesadarannya dalam melaksanakan kewajibannya mengutip pajak restoran dan rumah makan sebesar 10 persen dari konsumen.

Sebagaimana diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pelalawan Harkat Anwar didampingi  Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dispenda Pelalawan Edison kepada SP mengutarakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pengusaha rumah makan dan restoran di kabupaten Pelalawan untuk meningkatkan sikap kooperatif dan kesadaran mereka membayar pajak yang berkenaan dengan usaha restoran dan rumah makan.

“Sampai saat ini masih banyak diantara pengusaha restoran dan rumah makan yang belum mendaftarakan diri sebagai wajib pajak daerah, mudah mudahan dengan sosialisasi yang kita adakan dapat menimbulkan kesadaran meereka untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pajak yang mereka pungut ke konsumen” ungkapnya

Masih menurut harkat, pada Kamis (27/3) kemarin Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pelalawan telah melakukan pertemuan dengan pengusaha restoran, rumah makan, kantin dan usaha pembuatan kue untuk memberikan penjelasan secara rinci mengenai jumlah pajak yang disetorkan ke daerah sebesar 10%.

“Ini suatu langkah maju bagi pengusaha pengusaha restoran dan rumah makan yang tergabung di dalam asosiasi pengusaha restoran dan Rumah makan se Pangkalan Kerinci yang meminta diadakan pertemuan untuk menberikan penjelasan kepada anggota nya mengenai nilai pajak 10 persen dari harga produk yang terjual, jadi inisiatif itu datang dari asosiasi pengusaha restoran dan rumah makan Pangkalan kerinci”terangnya

Senada dengan Harkat, Kabid PAD Dispenda Pelalawan  Edison menjelaskan, kewajiban pajak 10 persen itu bukan dikenakan kepada pengusaha restoran dan rumah makan, akan tetapi Pemda menitipkan 10 persen dari nilai jual produk rsetoran dan rumah makan yang dikenakan kepada konsumen.

“Misal nya seperti ini, kalau harga nasi bungkus itu dijual 10.000 rupiah, maka pengusaha restoran dan rumah makan mengutip 10 persen dari harga jualnya atau seribu rupiah kepada konsumen, berarti pembeli membayar 11.000,” terangnya

Edison juga menjelaskan, bahwa untuk target PAD tahun ini hanya mencapai nilai 89 Miliar saja, angka tersebut belum sampai 10 persen dari total Anggatan Pendapatan dan belanja Daerah.

“Untuk tahun 2016 nanti, instruksi bapak Bupati kepada kita terus menggesa penerimaan PAD sebesar 10 persen dari total APBD, agar tercapainya target tersebut, kita harapkan partisipasi wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,”imbuhnya

Dispenda Kabupaten Pelalawan juga menerbitkan Nomor Poko Wajib Pajak Daerah (NPWPD) kepada wajib pajak untuk dimaksudkan setiap tahunnya ada peningkatakan jumlah wajib pajak yang tercatat di Dispenda dan BPMP2T yang mengelaurkan perizinannya.

“Harapan kita kepada semua pengusaha restoran dan rumah makan dapat mendaftarkan diri usaha kulinernya kepada kepada BPMP2T untuk perizinannya dan Dispenda pembayaran pajak 10 persen tersebut,”pungkasnya

AponaHadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus