Masyarakat Kecamatan Pelalawan Minta Pemerataan Pembangunan

Senin,17 Maret 2014 | 05:46:00
Masyarakat Kecamatan Pelalawan Minta Pemerataan Pembangunan
Ket Foto : Kepala Desa Delik, Darwis S berdialog dengan Bupati Pelalawan HM Harris dan rombongan pejabat Pemda Pelalawan

PELALAWAN (SP)- Merasa pembangunan yang tengah di galakkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan belum sepenuhnya dapat di rasakan oleh masyarakat yang tinggal di kecamatan Pelalawan, melalui dialog dengan Bupati Pelalawan HM Harris dan Sekda Pelalawan Drs H tengku Mukhlis M.Si beserta pejabat di lingkungan Pemda Pelalawan, masyarakat menyampai unek unek mengenai kondisi daerah mereka yang di nilai jauh dari harapan.

Bertempat di Desa Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan, usai peresmian infrastruktur yang di bangun dari proyek Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK) Badan pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pelalawan, Rabu (12/3). Satu satu persatu perwakilan desa yang diwakili oleh Kepala Desa menyampaikan keluhan dan harapan pembangunan kepada rombongan Bupati Pelalawan.

Acara dialog di moderatori oleh Camat Pelalawan Joko Purnomo S.STP, para penanya di beri kesempatan untuki menyampaikan permasalah yang dirasakan kepada Pemda Pelalawan, Kepala Desa Delik, Darwis S mendapat kesempatan pertama menyampaikan unek uneknya, Pemda Pelalawan diminta untuk mempertegas tapal batas antara desa yang di pimpinnya dengan wilayah administrasi Kabupaten Siak, agar semua yang berurusan dengan persoalan kependudukan menjadi lebih jelas.

“Harapan kami masyarakat Delik, agar kiranya Pemda Pelalawan dapat memperjelas tapal batas antara Kabupaten Pelalawan yang di Desa Delik dengan Kabupaten Siak, sebab selama ini banyak warga Siak yang bermukim di Delik.,”jelasnya

Selanjutnya Kepala Desa Sungai Ara, Jafri menyampaikan keinginan masyarakatnya untuk menjadikan Desa Sungai Ara sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Pelalawan yang menjual wisata tradisional Pacu sampan Kampo, mengingat keadaan alam yang berada di tepian sungai Kampar sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi tempat outbond.

“Kami berharap, Desa Kami bisa menjadi daerah kunjungan wisata, ada sesuatu yang dapat kita jual di situ, seperti pacu sampan Kampo, di daerah kami juga bisa dikembangkan sebagai tempat rekreasi mapun tempat outbond, kalau untuk lahan masyarakat kami siap menghibahkan lahan seluas 500 meter persegi sebagai bentuk keseriusan kami” ujarnya

Masih menurut Jafri, persoalan lain masih dihinggapi masyarakatnya adalah belum bisa dinikmatinya penerangan listrik selama 24 jam non stop, dengan adanya program Pelalawan Terang dan program PPIDK dapat mempercepat masuknya listrik ke Sungai Ara.

“Dengan adanya program PPIDK ini dan Pelalawan Terang, kami bisa merasakan listrik hidup selama 24 jam”harapnya

Kepala Desa Batang Nilo Kecil, Suryanto mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemda Pelalawan karena desa yang di pimpinnya tidak dapat di temukan di delam peta Kabupaten Pelalawan, “Kalau di lihat di peta Kabupaten Pelalawan tidak akan di temukan Desa Batang Nilo Kecil, kadang kami menganggap kami ini bukan bagian masyarakat Kabupaten Pelalawan kami tidak ada dalam peta, kami merasa bagian dari PT. Adei, namun sayangnya PT Adei pun tidak mempedulikan kami. “ujarnya dengan kecewa

Untuk itu, Suryanto mengharapkan kepada Pemda Pelalawan untuk memetakan kembali wilayah Kabupaten Pelalawan dan memasukkan Desa Batang Nilo Kecil kedalam peta nantinya.

“Harapan kami, Pemda Pelalawan membuat peta ulang wilayah nya, sehingga desa kami ada didalamnya,”harapnya

Dilanjutkannya, disamping itu masalah jalan selalau saja menjadi kendala bagi masyarakatnya untuk berbagai urusan dengan Kecamatan maupun ibu kota pemerintahan Kabupaten Pelalawan di Pangkalan kerinci.

“Kalau masalah jalan sudah beberapa kali kami ajukan ke Bappeda pelalawan, namun selalu di tolak, karena alasan tidak kurang anggaran, kalau seperti itu terus kapan kami bisa menikmati pembangunan, “ tanya Suryanto

Dari semua penanya, rata rata mengkomplain lambannya pembangunan sampai ke desa mereka, jika dibandingkan Kecamatan lain di Kabupaten Pelalawan, Kecamatan Pelalawan tertinggal dari segi pembangunan dan ekonomi masyarakatnya. Masalah jalan, listrik, air bersih, pelayanan kesehatan, pendidikan dan berbagai infrastruktur di desa lainnya.

Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh masyarakat Kecamatan Pelalawan, satu persatu satker yang ber kompeten menjelaskan secara detil kondisi pembangunan saat ini. Dimulai dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Hasan Tua menjelaskan bahwa permasalahan air bersih yang dihadapi masyarakat Desa Delik perlu juga dikoordinasikan dengan Dinas Pertambangan.

“Kalau air bersih, Dinas PU hanya bisa berkaitan dengan air baku, kalau air itu berhubungan dnegan sumur galian maka kita harus koordinasikan dengan Dinas Pertambangan, sedangkan permasalahan di Desa Telayap, kalau bocor akan kita perbaiki, namun jika rusak dan harus diganti akan kita naggarkan di APBD P nanti” jelasnya

Berkenaan jalan Lalang Kabung yang akan menghubungkan Kelurahan Pelalawan dengan Kota Pangkalan Kerinci, sampai saat belum adanya kejelasan, karena terkendala pihak RAPP yang tidak bersedia memberi  izin.

“Kita sudah panggilo RAPP, tapi sampai saat ini belum ada jawaban” tandasnya

Sedangkan akses jalan di Desa Batang Nilo Kecil, lanjut Hasan tua akan di buat desain akses jalan dari Pangkalan kerinci melewati Batang Nilo Kecil sampai ke Bunut.

“Kita buat desainnya jalan itu, ada empat akses jalan sampai ke Bono nantinya, mudah mudahan 2015 sudah siap” janjinya

Sedangkan Kepala dinas pariwisata menjawab keinginan masyarakat Sungai Ara untuk mengembangkan potensi wisata mengatakan bahwa  pihaknya sudah mengagendakan pacu sampan Kampo untuk disandingkan dengan Bono sebagai destinasi wisata Pelalawan.

“Memang saat ini kita fokus mengembangkan gelombang Bono, namun dengan adanya Pacu Sampan Kampo untuk digandengkan dengan Bono menjadi daya tarik wisata kita juga,” terangnya.

Kepala Bappeda Pelalawan Ir Syahrul Syarif mengatakan bahwa pembanguna harus didefinisikan secara utuh, selama ini pembangunan sering diidentikkan dengan jalan, padahal pembangunan mencakup banyak asfek . seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan sudah menikmati hasil pembangunan namun dlaam bentuk dan jenis yang beragam.

“Pembangunan itu bukan jalan saja, banyak wujud pembangunan yang sudah dinikmati masyarakat” terangnya

Ditambahkan Syahrul, walaupun APBD Kabupaten Pelalawan itu besar, namun deretan pembangunan yang harus di gesa juga banyak, jadi pemilihan objek pembangunan harus berdasakan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.

“Insya Allah, semua nya tersentuh pembangunan, namun untuk saat ini kita harus berdasarkan skala prioritas” tandasnya

Sedangkan untuk permaslaahn tapal Batas, Sekda Pelalawan Drs H tengku Mukhlis M.si yang juga mantan Camat Pelalawan mengatakan bahwa persoalan tapal batas antara Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak yang di Desa Delik sebenar sudah sangat klir dan tanpa masalah, mungkin yang masih belum jelas di beberapa daerah seperti di Desa Mekar Jaya dan Sering.

“Namun yang perlu diingat adalah persoalan tapal batas itu tidak akan menghilangkan hak keperdataan seseorang, walaupun orangnya adalah warga Delik namun tanahnya masuk ke wilayah Siak, tetap saja tanah itu milik orang Delik,”jelas TM.

Sebagai pemungkas, Bupati Pelalawan HM Harris meminta masyarakat Kecamatan Pelalawan untuk bisa hidup berdampingan dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah itu, karena perusahaanj juga bagian dari masyarakat.

“Sebagai bagian dari masyarakat, pihak perusahaan pun saya minta untuk dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat dengan layak, jika untuk jadi karyawan tidak bisa kartena kekurangan skill, maka tolong sekolah kan anak anak sini di AKNP sesuai klebutuhan perusahaan dan nanti dapat di pekerjakan sebagai karyawan.

Mengingat terus pada tahun 2014 ini adalah tahun politik, yang sebentar lagi akan di selenggarakan pemilihan Umum, maka  Harris mengharapkan kepada masyarakat untuk menjaga suasana yang kondusif.

“Mari ciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat”himbaunya mengakhiri ****

Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus