Ibu Hanipah, 12 Tahun Perjuangkan Hak Tanahnya

Senin,17 Maret 2014 | 05:43:00
Ibu Hanipah, 12 Tahun Perjuangkan Hak Tanahnya
Ket Foto : gambar : ilustrasi

PELALAWAN- Sudah 12 tahun sudah Hanipah (65) memperjuangkan lahan seluas 24 Ha yang dirampas perusahaan perkebunan sawit PT Adei  yang berlokasi di Desa Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan, tak juga kunjung selesai. Jalan terjal treus di jumpai nya namun semangat mempertahannya apa yang menjadi haknya tak akan terhenti begitu saja.

Walaupun sudah bertahun tahun ibu Hanipah ini hilir mudik mengadukan nasibnya, namun penolakan demi penolakan dan kebohongan demi kebohongan didapatnya, di dalam keyakinanya keadilan bakal berpihak kepadanya karena yang di perjuangkannya adalah kebenaran.

“Sudah bertahun tahun, bahkan sudah zaman Jepang  keluarga kami menggarap tanah itu,  dan ketika PT Adei datang semua tanah kami di serobotnya, mereka mengatakan bahwa itu bukan tanah kami, dan saya punya dasar yang kuat mengatakan bahwa saya pemilik tanah itu, saya punya surat suratnya” terang Hanipah

Lebih lanjut dikatakannya, sebenarnya pihak perusahaan sudah mengakui bahwa tanah itu milik ibu hanipah, namun entah kenapa sampai saat ini belumk juga di serahkan kepadanya.

“Masyarakat dan pihak PT Adei sendiri sudah melakukan pengukuran ulang tanah warga, tanah saya telah diakui oleh perusahaan yang masuk ke dalam HGU nya seluas 19 Hektar, dan di tambah 3 hektar kebun karet, dan itu pengukuran itu di saksikan banyak warga” lanjutnya

Ibu Hanipah menduga, tidak terealisasinya proses penyerahan lahan miliknya dikarenakan oknum oknum di Dinas terkait lebih berpihak kepada kepentingan perusahaan walaupun mereka mengetahui kebenaran kepemilikan tanah itu adalah ibu Hanipah.

“Sudah beberapa kali saya mendatangi kantor Dinas, namun mereka oper sana oper sini, tunggu, tunggu, sampai belarut larut hingga 12 tahun lamanya,” ujarnya penuh kecewa

 Harapan terakhir Hanipah untuk mengembalikan hak atas tanah seluas 24 Hektar itu tinggal digantungkan ke Pemda Pelalawan, di dampingi oleh Ketua Pengurus Besar Gerakan  Muda Pelalawan, Jumri  Harmadi, Ubi Hanipah pun menghadap Sekda Pelalawan Drs H Tengku Mukhlis M.Si di kantor Bupati Pelalawan untuk mengadukan persoalan yang sudah lama dihadapinya.

“Kita sudah menghadap pak Sekda, dan beliau berjanji untuk menuntaskan permasalahan ini, dalam minggu ini pak Sekda berjanji akan memanggil pihak perusahaan, kita harap semua bisa cepat selesai dan ibu Hanipah kembali mendapatkan haknya” terang Jumri

Ketika hal ini di komfirmasi kepada Humas PT Adei, Efi Zulfian mengatakan bahwa PT Adei mulai menjalankan usaha perkebunan nya di Desa Batang Nilo Kecil pada tahun 2002 silam, selama sebelas tahun itu tidak ada tuntutan dari ibu Hanipah terhadap lahan yang sudah di tanami sawit itu, namun sejak setahun lalu baru ibu Hanipah mempersoalkan status tanah yang diakui miliknya.

“Saya masuk PT Adei tahun 2008 silam, setahu saya sejak tahun 2002 tidak pernah ibu Hanipah mempersoalkan status tanah yang telah masuk area HGU PT Adei, baru satu tahun ini beliau mengklaim itu tanahnya, mungkin ada tekanan dari pihak pihak lain sehingga beliau bersikap demikian”jelasnya

Masih menurut Efi, berdasarkan logikanya, pada tahun 2020 silam, tanah yang berdampingan lataknya dengan tanah ibu Hanipah atas nama saudara kandung beliau sudah di ganti rugi perusahaan, dan ketika itu ibu Hanipah mengetahui proses ganti rugi tersebut.

“Logikanya kalau abang beliau menerima ganti rugi atas tanah yang berdampingan dengan tanah beliau, pasti sudah dipermasalahkan waktu itu, kenapa kok barui sekarang di klaim milik beliau” ungkapnya

Namun pihak perusahaan memiliki niat baik untuk menyelesaikan permasalahan ini, sambung Efi, pihaknya sudah menawarkan uang sagu hati kepada Ibu Hanipah yang besarannya berkisar antara 75-100 juta rupiah.

“Kita tawarkan lah uang sagu hati sebesar 75-100 juta kepada beliau agar permasalahanini tidak berlarut larut” imbuhnya

Ketika Azam mengatakan bahwa ibu hanipah sudah mengadukan permasalahan ini ke Pemda Pelalawan, dan Pemda sendiri dalam waktu dekat ini akan memanggil PT Adei untuk menjelaskan persoalan yang sebenarnya, Efi mengatakan pihaknya siap di panggil kapan saja oleh pemda Pelalawan.

“Kita kooperatif kok, kapan saja di panggil kita siap menjelaskan kepada Pemda Pelalawan”pungkasnya***

Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus