Warga Desa Air Hitam Ukui Berharap Jalan Diaspal

Selasa,25 Februari 2014 | 02:29:00
Warga Desa Air Hitam Ukui Berharap Jalan Diaspal
Ket Foto : Jalan Desa Air Hitam Ukui setelah dilakukan penimbunan

UKUI (PelalawanNews.com) -   Akses jalan merupakan urat nadi masyarakat dalam melaksanakan  aktifitas sehari-sehari terutama masyarakat yang tinggal di perkampungan yang jauh dari jalan raya.  seperti masyarakat di Desa Air Hitam Kecamatan Ukui, yang harus menggantungkan ekonomi nya pada satu satu nya akses jalan yang ada di desa itu.

Sebagian besar dari masyarakat Desa Air Hitam bermata pencarian sebagai petani kelapa sawit dan petani karet. Untuk menggerakkan roda perekonomian desa tentunya jalan sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil perkebunan menuju pasar sasaran sangat diperlukan.

Jalan desa yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi desa harus terhenti perannya ketika curah air hujan terus menggenangi jalan desa sepanjang 1.5 kilometer hingga mencapai ketinggian satu meter. Akibatnya hasil perkebunan tidk dapat di bawa keluar untuk dijual. Alternatif satu satunya hasil perkebunana harus berpindah tangan ke para tengkulak dengan harga jauh di bawah harga pasar.

Ujang P

Sebagaimana diungkapkan oleh tokoh masyarakat Desa air Hitam Kecamatan Ukui, H Ripin (56) mengatakan bahwa sebagian masyarakat di desa itu yang menggantungkan hidup kepada perkebunan, namun ketika musim hujan datang dan banjir memutuskan akses transportasi,  dipastikan para petani akan mengalami rugi besar.

“Setiap musim hujan, para petani kebun di sini pasti rugi besar, karena hasil kebun baik sawit maupun karet tidak bisa di bawa keluar, karena banjir mencapai ketinggian satu meter, satu satu nya jalan bertahan hidup dengan menjual hasil kebun ke tengkulak. Kalau sudah berurusan dnegan tengkulak, dipastikan tidak akan untuk yang ada rugi besar”jelasnya

Lebih lanjut dikatakan Ripin, Ketika musim hujan, seperti terjadi pada musim hujan baru baru ini tidak ada yang dapat diperbuat masyarakat selain pasrah menunggu bantuan dari  pemerintah berupa bantuan paket sembako dan mie instan.

“Setelah banjir itu, masyarakat akhirnya bermusyarah untuk mencari jalan keluar atas bencana demi bencana yang datang tiap tahun, agar desa kami tidak lagi terisolir di saat musim hujan, jalan desa tidak terputus karena banjir,” ujarnya

Pengalaman dari tahun ke tahun sebelum ini tentunya dapat memberi pelajaran bagi masyarakat dan pemerintah daerah, untuk mencegah bencana yang sama, dengan di bantu alat berat dari Pemda Pelalawan, jalan Desa Air Hitam akhir di tinggikan sekitar satu meter lebih dari sebelumnya.

“Dengan memakai alat berat dari Pemda Pelalawan, akhirnya jalan Desa dapat kami naikkan ketinggiannya sehingga jika musim hujan nanti jalan itu sudah tidak tergenang lagi dan kendaraan dapat melewatinya” ujarnya

Ditambahkan Ripin, karena timbunan itu dari tanah, dan ketika musim hujan datang lagi dikwatirkan akan badan jalan mengalami pengikisan, dan cepat hancur.

“Untuk mencegah hal itu, kami harapkan kepada Pemda Pelalawan untuk segera menganggarkan pengaspalan jalan desa kami ini, agar ekonomi kami bisa hidup” harapnya

Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah seorang masyarakat Desa Air hitam Islan (40) mengatakan bahwa jika ketinggian badan jalan di naikkan satu meter lebih, maka permasalahan yang dirasakan para petani di musim penghujan selama ini dapat diatasi.

“Kalau jalan di tinggikan, hujan berkepanjangan pun datang, ekonomi masyarakat tidak akan terhenti, dan masyarakat tidak menggantungkan hidupnya pada tengkulak.” akunya

Untuk itu, masyarakat Desa Air Hitam mengharapkan ke Pemda Pelalawan untuk segera melakukan  pengaspalan badan jalan Desa Air Hitam sebelum masuk lagi musim penghujan.

“Kepada Pemda Pelalawan kami berharap untuk mendengarkan aspirasi kami, untuk diaspal jalan desa karena edkonomi kami sangat bergantung kepada jalan itu” ujar Islan dengan penuh harapnya

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus