Terjajah di Negeri Sendiri

PT. SERIKAT PUTRA KANGKANGI UNDANG-UNDANG, DLH TUTUP MATA

Sabtu,09 September 2017 | 06:13:00
PT. SERIKAT PUTRA KANGKANGI UNDANG-UNDANG, DLH TUTUP MATA
Ket Foto : Bendungan Pemanen yang dibuat PT. Serikat Putra di Sungai Kerumutan

PANGKALAN KURAS (PNC) – Keberadaan PT. Serikat Putra sejak kehadirannya Tahun 1988 yang lalu hingga saat ini belum bisa memberikan perubahan ekonomi kepada masyarakat sekitar perusahaan. Perusahaan yang sudah berusia 29 Tahun ini bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit yang mana luas lahannya berkisar 14.000 Ha, selain itu perusahaan ini juga bergerak dalam pengolahan minyak kelapa sawit (PKS) CPO.

PT. Serikat Putra yang berada di Kecamatan Bandar Petalangan, Kecamatan Bunut, Kecamatan Kerumutan yang mana ada 18 desa yang bersempadan lansung dengan perusahaan ini. hal ini biasa disebut dengan Terjajah di Negeri Sendiri.

Permasalahan di setiap Kecamatan dan desa semakin lama semakin bermunculan, salah satu contohnya masalah yang timbul di desa adalah dialihkan fungsinya Sungai Kerumutan. Dimana sungai ini melewati desa kerumutan berhulu pada titian bejangke, sungai juga melewati desa sialang godang, kelurahan rawang empat dan berhilir disungai terbangiang.

Salah satu pelaku sejarah Kerumutan Aripin kepada SP, sungai kerumutan ini dulunya adalah sumber ekonomi warga untuk mencari ikan namun setelah kehadiran PT Serikat Putra sungai ini kehilangan ekosistemnya.

“Sungai Kerumutan telah dialih fungsikan oleh PT. Serikat Putra dengan cara membendung permanen yang terletak di desa sialang godang, ini sangat miris sekali” ungkap anak kemanakan Batin Bunut ini.

Hal yang sama juga sangat disesalkan Kepala Desa Sialang Godang Arianto, saat dikonfirmasi Arianto sangat menyesalkan sikap dari PT. Serikat Putra.

“Sangat tidak bersahabat dan tidak ramah lingkungan, sungai yang menjadi aset kebanggaan dari 4 desa kini tinggal sejarah pasalnya bendungan permanen tersebut telah memutuskan aliran sungai tersebut. Bendungan permanen tersebut digunakan untuk menapung air untuk keperluan  PT. Serikat Putra” Terang Ardianto.

Kepala Desa bersama masyarakat sekitar sungai kerumutan sudah beberapa kali menuntut kepada perusahaan agar membuka kembali bendungan tersebut. Namun tuntutan masyarakat tersebut dianggap seperti angin lalu oleh pihak perusahaan.

Tidak sampai disitu Ardianto bersama warga juga sudah melaporkan hal tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabuapten Pelalawan, namun hasilnya tetap NOL besar, DLH tereksan tutup mata dengan perbuatan PT. Serikat Putra yang telah kangkangi Undang-Undang.

Pihak PT. Serikat Putra baik itu General Manager Divisi dan Manajer Pabrik menutup rapat kehadiran awak media dengan dalih pimpinan tidak ditempat.

Hal ini juga mendapatkan respon dari Eka Putra, S.Sos selaku tokoh masyarakat Kecamatan Bandar Petalangan asli saat ditemui SP sangat menyayangkan sikap PT. Serikat Putra.

“PT. Serikat Putra sangat tidak bersahabat, namun demikian secepatnya pihaknya akan menegur pihak DLH Kabuapten Pelalawan agar bisa mengambil tindakan dengan tegas karena PT. Serikat Putra jelas-jelas sudang kangkangi Undang-Undang” Ujar Anggota Dewan ini.

Dan yang paling sangat disayangkan oleh Tokoh Masyarakat Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melegalkankan Aset Negara yaitu Sungai Kerumutan menjadi Harta Tetap PT. Serikat Putra (Dian)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus