Berjuang Demi Tanah Kelahiran

Kepala Desa Ransang Salahuddin Abadi, SH Ngotot Desa Ransang Harus Masuk Program Listrik Desa

Senin,24 Juli 2017 | 10:19:00
Kepala Desa Ransang Salahuddin Abadi, SH Ngotot Desa Ransang Harus Masuk Program Listrik Desa
Ket Foto : Saahuddin Abadi, SH Kades Ransang

Pelalawan-PelalawanNews.com- Desa Ransang merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, hingga sekarang masyarakat desa tersebut masih menggunakan mesin diesel pribadi untuk menerangi rumahnya.

Hari demi hari masyarakat terus berharap suatu saat desa mereka akan dialiri listrik seperti desa-desa yang lainnya. Akhirnya Pada Tahun 2015 harapan itu mulai terlihat sebab dari Program Pembangunan Infrastruktur Desa (PPIDK),sebab PPIDK merupakan salah satu Program unggulan Kabupaten Pelalawan di bawah Kepemimpinan H. M. Harris, sehingga pemerintah desa ransang bisa membangun jaringan listrik.

Sebagai Kepala Desa Ransang Salahuddin Abadi, SH terus melakukan upaya agar secepatnya tanah kelahirannya itu bisa teraliri listrik, sebab menurut pria yang biasa dipanggil Lahud ini, Listrik merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu Lahud mengunjungi Kantor PT. PLN(PERSERO) Wilayah riau serta ke Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PROVINSI RIAU, Senin (24/07).

"Saya mendapat penjelasan dari UP2K yang mana menurut mereka dari data pemda pelalawan desa ransang sudah dialiri listrik sehingga ransang tidak lagi perlu masuk ke program Listrik Desa (Lisdes)."papar Lahud.

Dengan rasa heran Lahud menjelaskan bahwa desa rasang sama sekali belum dialiri listrik.

"Saya tetap ngotot kalau ransang harus tetap dimasukkan ke program lisdes tersebut sebab desa ransang sama sekali belum pernah dialiri listrik dan masyarakat ransang juga ingin cepat menikmati listrik."tambahnya.

Lahud berharap usaha serta perjuangan yang dilakukannya terwujud, untuk itu Lahud mohon dukungan serta doa dari seluruh masyarakat desa ransang.(Fikri)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus