Bangun BUMDes, Wujudkan Pelalawan Makmur

Senin,22 Mei 2017 | 11:43:00
Bangun BUMDes, Wujudkan Pelalawan Makmur
Ket Foto : Musyawarah Desa Pertanggung Jawaban Akhir Tahun (MDPT) Badan Usaha Milik Desa Barokah Desa Sari Makmur Kecamatan Pangkalan Lesung

PELALAWAN (PelalawanNews.com) - Dengan tujuan utama untuk meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pendapatan asli desa,meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  sebagai lembaga usaha desa yang dikelolah oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomi desa dan di bentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi potensi yang ada di desa.

Pendirian dan pengelolaan BUMdes merupakan perwujudan dari pengelolaan ekonomi produksif desa yang dilakukan secara koorperatif, partisifatif, emansipatif, transparansi, akuntabel dan sustaniabel. Oleh karena itu perlu upaya serius untuk menjadikan pengelolaan BUMDes dapat berjalan secara mandiri,efektif,efisien dan profesional.

Guna mencapai tujuan BUMDes dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan (produktif dan konsumtif) masyarakat melalui pelayanan barang dan jasa yang dikelolah oleh masyarakat dan pemerintah desa. Lembaga ini juga dituntut mampu memberikan pelayanan kepada non anggota (pihak luar Desa) dengan menempatkan harga dan pelayanan sesuai standar pasar. Artinya terdapat mekanisme kelembagaan yang disepakati bersama, sehingga tidak menimbulkan disorsi ekonomi pedesaan disebabkan oleh usaha BUMDes.

Keterlibatan pemerintah desa sebagai penyerta modal terbesar BUMDes atau sebagai pendiri bersama masyarakat diharapkan mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang diwujudkan dalam bentuk perlindungan (proteksi) atas intervensi yang merugikan dari pihak ketiga (baik dari dalam maupun luar desa). Demikian pula, pemerintah desa ikut berperan dalam pembentukan BUMDes sebagai badan hukum yang berpijak pada tata aturan perundangan yang berlaku, serta sesuai dengan kesepakatan yang terbangun di masyarakat desa.

BUMDes merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). BUMDes sebagai lembaga sosial berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Sedangkan sebagai lembaga komersial bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumberdaya lokal (barang dan jasa) ke pasar.

Melalui cara demikian diharapkan keberadaan BUMDes mampu mendorong dinamisasi kehidupan ekonomi di pedesaan. Peran pemerintah desa adalah membangun relasi dengan masyarakat untuk mewujudkan pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM), sebagai bagian dari upaya pengembangan komunitas (development based community) desa yang lebih berdaya.

Atas dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Pelalawan mendorong setiap desa yang ada di di negeri negeri amanah ini untuk memiliki usaha ekonomi milik desa yang akan membantu menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat.

Bupati Pelalawan HM Harris meminta pengelolaan BUMDes yang sudah terbentuk, bisa mendatangkan ekonomi baru di desa setempat. Sampai tahun 2017 ini terdapat 65 BUMDes yang ada di Kabupaten Pelalawan dan pendirian Badan Usaha Milik Desa bergerak di bidang simpan pinjam.

"Ya dari 104 desa yang ada di Kabupaten Pelalawan, sudah ada 65 BUMDes di setiap desa dan tahun ini kita menargetkan seluruh desa di Kabupaten sudah ada BUMDes. Kegiatan simpan pinjaman yang dilakukan BUMDes saat ini masih dalam tahap pengembangan dan masih menggunakan mekanisme yang sederhana dan sangat memerlukan pembinaan,"terang Bupati Pelalawan HM Harris

HM Harris juga mengatakan, bahwa maksud dari pendirian BUMDes ini, sebagai upaya menampung seluruh kegiatan di bidang ekonomi maupun pelayanan umum yang dikelola oleh desa atau kerjasama antar-desa. Maka dari itu, dengan adanya BUMDes ini, berharap dapat meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaaan potensi ekonomi desa.

"Untuk itu, saya meminta kepada seluruh aparatur desa dan pengelola BUMDes agar kebih berhati-hati, karena didalamnya terdapat anggaran desa dan alokasi dana desa serta pemasukan keuangan dari berbagai kegiatan yang ada di desa. Saat ada potensi yang akan merugikan masyarakat, maka jelas pengurus dan pengelola BUMDes akan berhadapan dengan hukum," ujar Harris.

Menurut Harris, berdirinya BUMDes ini sangat bagus, dimana sebagai strategi dapat mengurangi ketergantungan masyarakat desa pada rentenir, bahkan perbankan. Pendirian BUMDes ini tidak rumit, dimana tidak perlu lagi adanya perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hal ini menimbulkan keinginan setiap desa di Kabupaten Pelalawan untuk secepatnya mendirikan BUMdes.

"Dengan adanya BUMDes ini dapat memnbvantu meringan beban masyarakat desa, dimana yang dulu pinjam dengan bunga yang besar, sekarang bisa dengan bunga ringan. Saya berharap, masyarakat dapat memanfaatkan pinjaman modal dengan bunga ringan, dimana BUMDes Bisa Menopang lumbung ekonomi desa," bebernya

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Pelalawan, Zamur Das, berharap BUMDes dapat berperan aktif meningkatkan perekonomi masyarakat.

"Sampai sekarang, tercatat sudah 65 BUMDes terbentuk di Kabupaten Pelalawan," sebut Zamur

Ia mengungkapkan, BUMDes yang sudah terbentuk mengelola berbagai unit usaha seperti UMKM, simpan pinjam dan unit usaha lainnya. Suatu keuntungan bagi pemerintah desa ketika BUMDes telah terbentuk.

"BUMDes setidaknya bisa mengurangi pengangguran lantaran dikelola oleh masyarakat sendiri. Selain itu, terbentuknya BUMDes juga bisa meningkatkan pendapatan desa," terangnya.

Selain dapat meningkatkan pendapatan bagi desa, dengan adanya BUMDes maka beban pemerintah desa menjadi berkurang.

"Sebab, desa mengelola dana desa ditambah gelontoran dana alokasi dana desa (ADD) serta berbagai bantuan keuangan lainnya yang nilainya tak sedikit," ujarnya.

Zamur menambahkan, selama ini sudah ada acuan terkait pembentukan BUMDes. "Belakangan muncul aturan baru terkait BUMDes, yakni soal unit usaha yang harus berbadan hukum hingga ke Kemenkum HAM," tandasnya

Salah satu BUMDes yang sukses mengelola sumber sumber ekonomi desa yakni BUMDes Maju Bersama Desa Simpang Beringin Kecamatan Bandar Seikijang, badan usaha ini telah memiliki dua unit usaha, yakni unit usaha simpan pinjam, dan pembukaan loket pembayaran online atau PPOB.

Untuk membantu permodalan BUMDes, Pemerintah Desa Simpang Beringin ikut dalam Penyertaan modal melalui Dana Desa sebesar Rp.50.000.000 pada tahun lalu.

Atas keberhasilan itu, BUMDes Maju Bersama Desa Simpang Beringin menjadi BUMDes percontohan di Propinsi Riau, 20 peserta dari BUMDes se Riau mengikuti Bimtek di BUMdes Maju Bersama Simpang Beringin Kecamatan Bandar Seikijang. Pada Rabu (19/4) lalu

Pada kegiatan bimtek tersebut,  Camat Bandar Seikijang Dodi Asma Saputra S.STP mengungkapkan komitmennya untuk memajukan BumDes yang ada di Kecamatan Bandar Seikijang dengan membentuk unit-unit baru.
“Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa terus berkomitmen bagaimana meningkatkan BumDesa Dikecamatan Bandar Seikijang agar mampu berkembang dengan membuka Unit-unit baru.” Tutur Dodi

Selain itu, Fadli Kasi UEM Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Riau yang juga selaku ketua rombongan Kunjungan lapangan mengungkapkan alasan dipilihnya BUMdes Maju Bersama sebagai tuan rumah kegiatan bimtek BUMdes se Riau.

“Dipilih Desa Simpang Beringin ini karena bagi kami BumDes Beringin Maju Bersama merupakan BumDes yang sudah berkembang sehingga kita mampu sharing nantinya” tukasnya.

Selain BUMdes Maju Bersama, BUMDes Maju Mandiri Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pangkalan Kuras juga dinilai sukses mengelola badan usaha desa, unit simpan pinjamnya, saat ini, BUMDes itu telah bisa menggulirkan dana sebesar enam Miliar rupiah untuk membantu ekonomi masyarakat Desa Tanjung Beringin. Pinjaman yang diberikan kepada masyarakat juga dikembalikan dengan lancar, sehingga saat ini BUMDes tercatat zero tunggakan.

Zamur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Pelalawan begitu semangat ingin memajukan BumDesa, karena menurut beliau ini bentuk mewujudkan program Bupati Pelalawan.
“Semangat memajukan Bumdesa ini sangat kita galakan karena kita ingin mewujudkan program bapak bupati kita yaitu “Pelalawan Makmur”,” pungkas Zamur (Adv/Apon)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus