89 Persen Dari Pengidap IMS di Kabupaten Pelalawan Perempuan

Rabu,08 Januari 2014 | 01:18:00
89 Persen Dari Pengidap IMS di Kabupaten Pelalawan Perempuan
Ket Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, dr Endid Pratiknyo

PANGKALAN KERINCI – Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, terdapat 189 kasus pengidap penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) di tahun 2013. Yang mencengangkan, 89, 6 persen dari penderita IMS yang ada di Kabupaten Pelalawan terjadi pada kaum perempuan.

Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pelalawan, dr Endit Pratikno melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dr Raflles, pada media ini, Selasa (7/1). Mengatakan bahwa, hanya 10,4 persen saja dari pengidap IMS berjenis kelamin laki laki.

“Tahun 2013 jumlahnya mencapai 189 kasus, 89,6 persen diidap oleh perempuan, dan sebelihnya dari penderita IMS adalah laki laki, memang perempuan yang lebih besar”," ujarnya

Dilanjutkan Rafles, Kecamatan Teluk Meranti menduduki peringkata teratas dalam hal penderita IMS terbanyak, lebih dua pasien dibandingkan Kecamatan Pangkalan Lesung yang berada tepat di sepanjang Jalan Lintas Timur sebagai perlintasan keluar masuk Kabupaten Pelalawan.

“Kecamatan Teluk Meranti dengan jumlah 48 kasus, Kecamatan Pangkalanlesung dengan 46 kasus, sedangkan Kecamatan Pangkalan Kerinci diurutan ketiga dengan 35 kasus,”jelasnya

Masih menurut Rafles, Data tersebut didapat berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan melalui mobile VCT, yakni pasien yang datang memeriksakan diri, dan pengecekan darah pasien secara sukarela.

"Namun jumlah data di atas itu, kita tak melihat dari segi umur. Hanya didasari dari perbedaan jenis kelamin saja, antara laki-laki dan perempuan," ujarnya. 

Namun menurut informasi yang beredar, kebanyakan pasien IMS di Kecamatan yang memiliki pariwisata Bono itu masih tergolong usia produktif dan ironisnya lebih dari setengah penderita merupakan pelajar atau usia remaja. Karena itu, untuk mengantisipasinya, Dinkes Pelalawan telah mendirikan klinik IMS di Puskesmas Teluk Meranti dan Pangkalan Kerinci guna menanggulangi hal ini agar tak menyebar lebih luas lagi. 

Editor : Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus