Akibat Banjir

Desa Sungai Ara Terisolir

Senin,03 April 2017 | 09:04:00
Desa Sungai Ara Terisolir
Ket Foto : Jalan menuju Desa Sungai Ara rusak parah akibat banjir

PELALAWAN (PelalawaanNews.com) –Warga Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan dalam beberapa pekan belakang ini telah terisolir, pasalnya jalan penghubung yang menjadi satu satunya akses masyawaras t tempatan dengan daerah luar yakni dari simpang jalan lintas Bono – Desa Sungai Ara terputus akibat air yang mengenangi badan jalan.
Debet air yang mencapai paha orang dewasa membutuhkan aktifitas warga terhenti, ruang gerak untuk mencari sesuap nasi terbatas akibat dari air bah di jalan Sungai Ara tersebut membuat ekonomi warga memburuk.
Hal tersebut disampaikan oleh Tokoh masyarakat Desa Sungai Ara, Khairul kepada Seputar Pelalawan, Kamis (30/3), musim hujan yang datang tahun ini membawa dampak yang sangat besar pada aktifitas dan perekonomian masyarakat, hasil kebun berupa tandan buah segar yang dipanen terbiar membusuk karena tidak bisa dibawa ke pengepul atau pabrik yang menampung buah sawit dari kebun warga.
“Yang sudah di panen tidak bisa di jual, karena kedaraan tidak bisa keluar masuk ke Desa Sungai Ara, ekonomi kami lumpuh,” terang Khairul
Tak hanya TBS yang sudah di panen, buah sawit di batang yang seharusnya sudah bisa di todos malah dibiarkan begitu saja oleh petani, menurut mereka, ditodospun tidak juga dapat di bawa keluar untuk di jual.
“Tidak ada yang bisa di lakukan, bencana banjir tahun ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya,” terangnya
Yang menambah miris bagi warga tempatan adalah, terkendalanya putra putri mereka melakukan kegiatan belajar mengajar, sebagian besar banyak yang memilih untuk berada di rumah menunggu air surut.
“Anak anak sekolah pun tidak bisa,” keluhnya
Meski sudah berlangsung berpekan pekan, Khairul mengaku belum satupun pihak pihak yang bersimpati dengan kehidupan masyarakat Desa Sungai Ara yang tengah di rundung bencana banjir ini mengulurkan tangan memberi bantuan, baik dari pemerintah daerah maupun dari perusahaan.
“Sampai saat ini belum ada yang memberi bantuan, kami harap Pemerintah Daerah punya waktu melihat kami, apa yang kami hadapi saat ini,” harapnya
Senada dengan Khairul, Ketua Pemuda Desa Sungai Ara, Rustami menceritakan kronologi bencana banjir di desa yang berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, walau dengan intensitas curah hujan sama seperti seblumnya, namun air bah yang mengenangi jalan Sungai Ara jauh lebih besar daru sebelum sebelumnya dan tidak tertampung oleh kanal di kiri kanan jalan.
Adanya aktifitas perkebunan Pinang seluas ratusan hektar dibagian sebelah atas Desa Sungai Ara tepatnya di Dea Merbau Kecamatan Bunut, pembangunan kanal di kebun tersebut yang mengalirkan debet air dalam jumlah besar ke kanal kanal di kiri dan kanal jalan.
“Karena ada pembuatan kebun pinang di Desa Merbau, jadi dibuatlah yang punya kebun itu kanal kanal di dalamnya, tapi air dari kebun itu memenuhi kanal di jalan, melimpah sehingga menjadi banjir jalan Sungai Ara, di tambah tidak ada lagi pohon pohong menahan resapan air agar tidak mengenang di permukaan tanah,” akunya
Lebih lanjut dikatakannya, Jalan lintas Sungai Ara sepanjang lebih kurang sembilan kilometer tersebut, tiga km nya sudah di beton, dan sisanya belum di perbaiki sama sekali, pembanguna jalan beton sudah berlangsung selama tiga tahun, namun terhenti di tahun 2016.
“Menurut pernyataan pak Bupati dulu, jalan sungai Ara dibangun satu kilometer per satu tahun, tapi tahun 2016 tidak dibangun, makanya hanya tiga km saja yang siap saat ini,” terangnya
Tiga km jalan Sungai Ara yang sudah di beton itu tidak terkena dampak banjir, namun sisa enam kilometerlah yang masih dalam berupa tanah tanpa pengerasan yang menyebabkan kerusakan cukup parah di kala tertimpa hujan.
“Yang menambah parah itu karena tidak ada pengerasan jalan sepanjang enam kilometer itu, kalau dilakukan pengerasan paling tidak jalan itu bisa di lalui walau tergenag air, kalau sekarang, bukan hanya terendam air, tapi dibagian bagian lagi jalannya becek dan berlumpur sangat parah,” tambahnya
Harapan masyrakat, Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dapat menganggarkan pengerasan jalan di Desa Ara untuk enam kilometer yang belum selesai di beton, karena juga menunggu seperti janji Bupati, butuh waktu enam tahun bagi masyarakat Desa Sungai Ara untuk tidak berwas was terhadap bencana banjir.
“Harapan kami pada pemerintah daerah, bisa dianggarkan pengerasan jalan tahun ini,”harapnya
Dibeberkan Rustami, saat gotong royong beberapa waktu lalu bersama Camat Pelalawan dan Kepala Desa Sungai Ara, Pemerintah Kecamatan menawarkan solusi terkait pembangunan jalan di Sungai Ara, Camat Pelalawan Joko Purnomo berjanji akan mengkomunikasikan permintaan masyaraat Desa Sungai Ara dengan pihak perusahaan yang beoperasi di kecamatan Pelalawan.
“Karena tidak bisa dianggkan di APBD, kata pak camat bisa saja pengerasannya dibantu oleh perusahaan, dan pak camat yang akan membicarakannya dengan perusaahaan,” bebernya
Camat Pelalawan, Joko Purnomo mengatakan bahwa banjir  di Sungai Ara yang menyebabkan aktifitas masyarakat lumpuh, bukan disebabkan oleh aktifitas perkebunan di Desa Merbau, melainkan disebabkan oleh banyaknya kanal, namun hanya satu kanal pembuangan.
“Dari laporan pak kades, bahwa banyak kanal di jalan posros itu tapi untuk pembuangannya hanya satu, itulah yang menyebabkan banjir,” ungkapnya
Sedangkan terkait bantuan banjir, dari laporan Kades kepadanya, belum ada satupun warganya yang komplain, namun tetap diusahakan bantuan sampai ke Sungai Ara.
“Nanti ada bantuan dari propinsi sebanyak duaratusan paket sembako,” pungkasnya . (Apon)
 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus