Warga Desa Persaguan Tuntut penyelesaian Kebun KKPA dan Masalah Koperasi Desa

Ratusan Warga Blokir Jalan Koridor PT. Musim Mas

Kamis,02 Maret 2017 | 04:43:00
Ratusan Warga Blokir Jalan Koridor  PT. Musim Mas
Ket Foto : warga desa pesaguan saat melakukan pemblokir jalan koridor PT. Musim Mas

PANGAKALAN LESUNG (PNC) - Ratusan warga desa pesaguan Kecamatan Pangkalan Lesung, Selasa (28/02/2017), melakukan pemblokiran jalan poros koridor PT. Musim Mas. Pasalnya warga kecewa terhadap pihak perusahan yang mengabaikan permohonan warga desa.

Dalam aksi warga menahan sejumlah mobil truk milik PT. Musim Mas yang melintas dijalan koridor.

Informasi dihimpun pelalawannews.com, Rusly korlap aksi mengatakan, kecewa terhadap pihak PT.MUSIM MAS yang sudah sangat mengabaikan perihal permohonan warga desa pesaguan.
 
"Kita sudah sekian lama mengajukan permohonan kepada pihak perusahan, namun tidak mendapat tanggapan," ujarnya.
 
Dijelaskan Rusly, warga desa persaguan hanya memintak kepada pihak perusahan  untuk merealisasikan tuntutan warga desa, yakni seperti jalan yang harus di ukur ulang kembali, dan masalah KKPA yang belum jelas sampai saat ini serta masalah Koperasi desa pesaguan yang sejak lama belum terwujud oleh PT. Musim Mas.
 
Hal senada juga di sampaikan, Kepala desa pesaguan Haris Suswanto, mengatakan kekecewaan warga desa terhadap pihak perusahan, sangat beralasan, sebab tidak ada tanggapan perusahan terhadap permohonan warga desa, pada hal pihak perusahan tersebut beroperasi di kawasan desa persaguan dengan menguras sumber daya alam (SDA) yang di kawasan desa persaguan. 
 
"Selama ini pihak perusahan seenaknya mengambil sumber daya alam di desa kami, namun tidak memperhatikan nasib warga desa kami," ucap Haris kekecewaanya terhadap pihak perusahan.  
 
Aksi dilakukan warga desa persaguan mendapat pengamanan dari pihak aparat Polsek Pangkalan Lesung, agar tidak terjadi pergesekan antara warga desa dengan Pihak PT.Musim Mas. Dengan Harapan bisa diselesaikan secara damai. (jtk/rik)
Tulis Komentar
comments powered by Disqus