Sidang Kasus Penipuan Yulia Fitri

Wahab Berbelit, JPU Endus Gratifikasi Dalam Penerimaan PTT Diskes

Selasa,28 Februari 2017 | 07:19:00
Wahab Berbelit, JPU Endus Gratifikasi Dalam Penerimaan PTT Diskes
Ket Foto : Suasana sidang Penipuan Yulia Fitri

PANGKALANKERINCI (PNC) - Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan kembali menggelar sidang dugaan penipuan dengan terdakwa Yulia Fitri yang tidak lain adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan.

Sidang yang digelar untuk ketiga kalinya itu, masih dalam acara pemeriksaan saksi dimana saksi yang diperiksa kali ini adalah Abdul Wahab, SH yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian Diskes Pelalawan.

Namun ada yang aneh dalam fakta persidangan yang ketiga kalinya ini, pasalnya Abdul Wahab membuka permasalahan lain yang tidak berhubungan dengan persidangan. Kasus Yulia Fitri merupakan kasus penipuan yang dituduhkan padanya pada tahun 2016 lalu.

Akan tetapi saat menjawab pertanyaan dari Hakim Ketua yakni Riska Widyana SH MH, Wahab malah memberikan keterangan tentang kasus yang terjadi pada tahun 2013 lalu. Dimana dalam nama tersebut Abdul Wahab mengaku hanya menyelesaikan permasalahan antara Sekretaris Diskes Asril dan Yulia Fitri.

"Saya hanya diperintahkan oleh sekretaris (Asril) untuk menghubungi Lia (Yulia Fitri, Red), karena hubungan antara Pak Asril dengan Lia Rusak," terangnya.

Kendati demikian, Wahab mengaku sama sekali tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh kedua belah pihak, sebab ia hanya mendapat perintah untuk mengumpulkan dokumen dari Yulia Fitri sebanyak 12 dokumen.

Menanggapi keterangan dari Wahab, terdakwa Yulia Fitri menegaskan bahwa keterangan yang diberikannya tidak nyambung, sebab yang diterangkan Wahab tersebut adalah permasalahan Yulia dengan Asril, sedangkan yang disidangkan saat ini adalah permasalahan Wahab telah menerima uang setoran dari penerimaan pegawai tidak tetap yang tidak lulus dalam penerimaan tahun 2016 lalu.

"Yang 12 orang itu saya dengan pak Asril. Kenapa bapak tidak mengaku?, padahal bapak sudah menerima uang dari saya di 2 tempat (SDN 012 Pkl. Kerinci dan Ruangan Kerja Wahab)," ungkap Fitri menanggapi.

Sementara itu, Hakim Ketua, Riska Widyani menilai keterangan dari Saksi Wahab tidak singkron, tidak sesuai dan tidak sering bertele-tele saat memberikan keterangan. "Keterangan dari saudara berbelit-belit, ngak mecing, ngak singkron," pungkasnya.

Disisi lain, JPU yang menangani kasus Yulia Fitri, Matalius mengungkapkan bahwa keterangan yang diberikan oleh Wahab tersebut berindikasi adanya gratifikasi dalam penerimaan pegawai tidak tetap di Instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

"Berdasarkan fakta persidangan, kita siap untuk mengembangkan kasus gratifikasi yang ada di Diskes ini," tutupnya.(Ali)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus