Pelalawan Belum Bisa Dijalankan Wacana Full Day School

Minggu,19 Februari 2017 | 07:19:00
Pelalawan Belum Bisa Dijalankan Wacana Full Day School
Ket Foto : Aktivitas belajar di sekolah dasar Foto:net

PANGKALANKERINCI (PNC) - Belum lama ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) berencana untuk meliburkan sekolah pada hari Sabtu dan Minggu yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) tentang guru harus bekerja selama 8 jam. Yaitu mulai jam 07.00 sampai jam 15.00. Sedangkan pada hari Sabtu Minggu, libur.

Terkait wacana tersebut, Dinas Pendidikan Pelalawan hingga saat ini masih menggunakan konsep belajar selama 6 hari seperti hari-hari biasanya atau hanya hari Minggu yang libur sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, Syafruddin M.Si, kepada wartawan menyebutkan, hingga kini pihaknya masih menunggu regulasi terkait libur hari Sabtu.

Regulasi yang dimaksudkan mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Kadisdukcapil) itu berupa dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) maupun Peraturan Menteri (Permen).

"Kalau untuk wacananya sudah kita terima, namun untuk menerapkannya kita masih menunggu arahan dari pusat. Jadi untuk sementara kita masih menjalankan konsep belajar yang lama," terangnya.

Selanjutnya, Syafruddin menyebutkan jika terdapat perubahan, pihaknya akan segera mengumumkan hal tersebut kepada seluruh sekolah yang masih berada dibawah Disdik Pelalawan yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).

Sedangkan, untuk sementara ini Syafruddin menghimbau kepada seluruh sekolah untuk tetap menjalankan konsep belajar yang lama sembari menunggu pengumuman atau peraturan yang baru dari Pusat.

Sementara itu berdasarkan pantauan Pelalawannews.com di lapangan, penerapan sistem belajar Full Day atau 5 hari dalam satu minggu nampaknya belum bisa diterapkan di Kabupaten Pelalawan, meskipun ada tentunya hanya beberapa sekolah yang bisa menjalankannya.

Erda (45), salah seorang guru kepada Pelalawannews.com mengatakan saat ini fasilitas pendukung untuk menjalankan program Full Day School masih minim, salah satunya seperti kondisi lingkungan atau peralatan untuk ekstrakulikuler siswa.

"Untuk menjalankan Full Day, tentu seluruh sekolah harus memiliki fasilitas yang lengkap, kalau tidak anak-anak akan bosan berada di sekolah. Untuk itu kita mengharapkan pemerintah untuk menyiapkan seluruh fasilitas sekolah sebelum program Full Day ini dijalankan," pungkasnya.(Ali)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus