Lahan Pertanian Pelalawan Jadi Harapan Pemerintah Pusat

Ini Masalah yang Dihadapi Petani Kuala Kampar

Sabtu,18 Februari 2017 | 01:17:00
Ini Masalah yang Dihadapi Petani Kuala Kampar
Ket Foto : Mentan saat mendatangai lahan persawahan di Kecamatan Kuala Kampar

KUALAKAMPAR (PNC) - Dalam kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam panen raya padi di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar Jumat (17/2), Pelalawan diharapkan dapat mendukung program pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan beras yang ada di Negara ini.

Dibalik harapan yang ditompangkan kepada 'Negeri Amanah' tersebut, terdapat permasalahan yang teramat penting yang sedang dialami oleh masyarakat Kecamatan Kuala Kampar, bukan hanya peralatan yang tidak mencukupi, namun produksi padi yang ada di Kecamatan paling ujung Kabupaten Pelalawan itu dibeli untuk dikirim ke Luar Negeri (LN).

Jasri (42), salah seorang warga Kuala Kampar kepada Pelalawannews.com mengatakan, saat ini seluruh hasil panen petani padi yang ada di kecamatan tersebut dibeli oleh tengkulak untuk dijual ke LN.

Diakuinya beras dari Kuala Kampar tersebut tidak kalah bagusnya dengan beras mudik, malah manfaat dari beras ladang tersebut jauh lebih bagus, namun herannya harga beras mereka malah berbanding terbalik dengan harga beras mudik.

"Kalau untuk manfaat jauh lebih bagus, tapi kalau untuk harga hanya Rp. 5.500 per kilogram (Kg). Seluruh beras di Kuala Kampar diambil oleh tengkulak untuk dijual ke Thailand, Malaysia, Singapura dan lain sebagainya," ulasnya.

Terkait harga beras, Jasri mengaku menjadi keluhan bagi petani padi yang ada, sebab harga beras di daerah tersebut sudah dikendalikan oleh tengkulak, sehingga harga tidak bisa lagi dinaikkan lagi, sedangkan biaya produksi cukup tinggi.

Berdasarkan informasi dari tengkulak yang ada, Jasri juga menyebutkan beras Kuala Kampar juga tidak pernah disebarkan di Kabupaten Pelalawan, sebab jika tersebar di Pelalawan, maka harganya jauh lebih mahal karena biaya transportasi yang dikeluarkan sangat besar.

Memang, Jasri juga menyebutkan sebelumnya ada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola hasil pertanian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Pelalawan, akan beberapa tahun belakangan BUMD tersebut tidak lagi beroperasi.

"Dulu ada BUMD yang mengelola dan membeli seluruh hasil pertanian masyarakat, tapi belakangan katanya BUMD itu merugi dan akhirnya tidak bergerak lagi, makanya saat ini banyak tengkulak yang langsung membeli hasil tani masyarakat," ketusnya.

Kedepan Jasri berharap, dibalik adanya harapan pemerintah pusat terhadap pertanian padi di Kecamatan Kuala Kampar, pemerintah daerah maupun pusat bisa membantu masyarakat dalam mengendalikan harga beras di daerah itu, sehingga kesejahteraan petani juga bisa meningkat.

"Harapannya, pemerintah bisa membantu masyarakat dalam hal mengendalikan harga, agar tengkulak-tengkulak yang ada saat ini tidak terlalu mempermainkan harga dan petanipun kedepannya bisa lebih sejahtera lagi," harapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Pelalawannews.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sempat mengajak Bupati Pelalawan untuk menyiapkan lahan pertanian di Pelalawan 50 ribu hektare, dengan menjanjikan bantuan mekanisasi dari Kementerian Pertanian serta jaminan dibeli oleh pemerintah.

"Pak Bupati, siapkan areal pertanian 50 ribu hektare. Kedepan kita akan siapkan mekanisasinya," pungkasnya.

Dalam kunjungannya di Desa Sungai Upih, Menteri Pertanian menyempatkan diri untuk berdialog dengan para petani di Kuala Kampar. Berbagai persoalan disampaikan langsung kepada menteri.

Disisi lain, dalam kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut, ia juga didampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI Nurendi dan Kapolda Riau Irjen Zulkarnain.(Ali)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus