Mengaku di Dukung Tokoh Masyarakat Riau

Harris Maju di Pilgubri 2018

Senin,06 Februari 2017 | 04:26:00
Harris Maju di Pilgubri 2018
Ket Foto : Harris Maju di Pilgubri 2018

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com) - Untuk seorang politisi di daerah, HM Harris sudah menapaki jenjang karir teratas di kekuasaan politik negeri amanah seiya sekata. Ketika pemekaran daerah dari Kabupaten Kampar tahun 1999, sejak saat itu, Harris sudah berada di teras partai beringin Kabupaten Pelalawan, bahkan jabatan Ketua DPD Golkar diemban nya sampai pertengahan tahun 2016.

Kesuksesan sebagai seorang politisi, dibuktikan oleh bapak dari tiga putra putri kelahiran 2 februari 1950 ini, Kursi ketua DPRD didudukinya untuk dua kali masa jabatan, periode tahun 1999-2014 da periode keduanya tahun 2004-2009.

Pasang surut di peta politik Kabupaten Pelalawan juga dirasakannya, tahun 2009, dewi fortuna tak berpihak kepada pria yang berlatarbelakang pengusaha ini. pemilu legislatif tahun 2009, HM Harris gagal mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk melanjutkan catatan namanya di buku dewan.

Tak perlu waktu lama  bagi Harris untuk move on, tanggal 2 Juli 2010, Gubernur Riau HM Rusli Zainal melantiknya sebagai Wakil Bupati Pelalawan sisa masa jabatan 2006-2011. Keberuntungan ini didapatnya setelah sang Bupati T Azmun Jaafar terjerat kasus korupsi, pemerintahan diteruskan oleh wakilnya H Rustam Effendi, takkala Rustam Effendi naik, HM Harris kebagian keberuntungan, Zulmizal pun berhasil disingkirnya pada pemilihan calon wakil bupati yang digelar di gedung dewan.

Setelah mengukuhkan diri sebagai birokrat, karir Harris terus menanjak, dua kali pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pelalawan dimenangkan, saat ini, merupakan periode kedua pemerintahannya sebagai Bupati Pelalawan yang baru dipangku nya kurang dari satu tahun.

Menilik dari track record nya di panggung politik Kabupaten Pelalawan, semua sudah di capainya, kesuksesan demi kesuksesan sebagai politisi, legislator dan birokrat sudah dirasakannya.

“Untuk karir politik di daerah, jabatan sebagai Bupati merupakan karir tertinggi, saya kira itu sudah mentok untuk bapak (pak Harris)” terang Ketua DPD II Golkar Pelalawan Adi Sukemi ST kepada PelalawanNews.com, Sabtu (4/2).

Setelah mentok di kursi Bupati Pelalawan, lantas apa lagi ambisi politik sang penggagas tujuh program strategis Kabupaten Pelalawan yang berhasil itu ?

Pertanyaan itu dijawab HM Harris takkala merayakan Ulang Tahun nya ke 67, bersama rekan rekan media dan kader kader Golkar,  Ayah dari legislator Riau Sawitri mengungkapkan keinginan untuk menjejaki panasnya persaingan memperebutkan kursi Gubernur Riau pada pilkada tahun 2018 nanti.

“Saya berniat ingin maju di Pilgubri nanti,” ungkap Harris di Cafe Noncan Pangkalan Kerinci, Kamis (2/2) kemarin.

Harris menyebutkan, motivasinya untuk maju di Pilgubri nanti, karena banyak dukungan dari tokoh tokoh di Riau yang menginginkan dirinya ikut bertarung di Pilgubri.

“Beberapa tokoh masyara-kat Riau menyakan mendorong saya untuk maju,” paparnya

Gayung bersambut, keinginan Harris untuk berebut kursi Riau satu,  mendapat dukungan dari kolega sesama kepala daerah dari Partai Golkar di Riau, Yopi Arianto yang juga menjabat Bupati Indragiri Hulu siap bekerjasama dalam visi dan misi perjuangan pasangan calon di Pilgubri nanti.

“Untuk wakilnya, pak Yopi, Bupati Inhu. Dia sudah bersedia,”lanjutnya

Walau sudah sudah menyatakan kesiapan dan sudah memiliki pasangan untuk maju di Pilgubri nanti, keinginan tersebut belum lah sepenuh hati keluar dari hatinya, sebagai kader Golkar Riau, dirinya masih menghargai atasannya di Golkar Riau yang saat ini menjabat sebagai Gubri. Restu dari Arsyadjuliandri menjadi kartu penentu keputusannya maju atau tidak nantinya.

“Tapi tetap menunggu dari pak Andi Rachman, Bagaimanapun juga pak Andi adalah ketua partai dan harus mendapat persetujuan beliau, jika dia tidak maju, saya yang akan maju,” katanya

Kata terakhir yang keluar dari mulut Harris (jika dia tidak maju, saya yang akan maju, red) seakan menyiratkan bakal tidak adanya nama Andi Rachman sebagai kontestan di Pilkada Riau 2018 nanti, dalam hitungan diatas kertas, hal itu bisa saja terjadi, dan seakan Harris sudah membaca konstelasi politik Golkar baik di pusat dan di Riau sendiri.

Hal itu dapat dilihat pada perebutan kursi Ketua DPRD Riau, sebagai Ketua DPD I Golkar Riau, Andi Rachman bak “kasih tak dianggap” oleh DPP, usulan calon ketua yang diajukan oleh Andi Rachman ditolak oleh Setya Novanto dan malah menunjuk Septina sebagai ketua DPRD, padahal istri mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal ini bukanlah calon yang diajukan oleh DPD I Golkar Riau yang dipimpin Andi Rachman.

Membaca dinamika politik Golkar dibawah kepemimpinan Setya Novanto, dan pengalaman Andi Rachman gagal meloloskan calonnya di kursi Ketua DPRD Riau, bisa jadi pertimbangan HM Harris mendapat restu ketua DPD I berjalan mulus. Apa yang dibutuhkan oleh Harris hanya sebatas restu, sedangkan keputusan adalah ditangan DPP.

“Untuk keputusan diusung atau tidaknya kader Golkar maju sebagai calon kepala daerah itu DPP,” tegas Ketua DPD II Golkar Pelalawan Adi Sukemi.

Namun demikian, DPD I akan membentuk panitia penjaringan calon kepala daerah untuk pilkada serentak tahun 2018 nanti. kader kader terbaik Golkar dan masyarakat umum yang berniat untuk diusung partai Golkar dapat mengikuti penjaringan tersebut.

“Nanti di DPD akan dibentuk panitia penjaringan, semua kader terbaik bisa mendaftar, hasil dari penjaringan itu akan diusulkan ke DPP Golkar,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan posisi Partai Golkar di Pilkada Riau, Ketua Pememenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Wilayah Sumatera II (Sumbar, Jambi, Riau Kepri) DPP Golkar, Darul Siska mengatakan   bahwa Partai Golkar Riau merupakan partai dengan perolehan suara terbesar di setiap gelaran pesta demokrasi yang diadakan di negeri Melayu ini.

Perebutan kursi gubernur tidak pernah lepas dari tangan kader terbaik Golkar, begitun dengan Kabupaten/kota di Riau, Golkar terbanyak menyumbangkan kader untuk jabatan Kepala Daerah.

Atas dasar itu, di pilgubri 2018 nanti, Partai Golkar dipastikan akan mengusung kadernya sendiri.

“Di Riau, Golkar pemenang pemilu, tentu kita akan mengusung kader sendiri di Pilgub nanti,” jelas Darul Siska kepada Seputar Pelalawan, Minggu (5/2).

Saat ini, DPP masih berkonsentrasi pada Pilkada 2017 ini, setelah Pilkada serentak 2017 usai, tentunya fokus selanjutnya diarahkan ke pilkada serentak 2018.

Untuk kader yang bakal diusung Golkar, ditegaskan Darul, tentunya harus mengikuti mekanisme yang berlaku di partai.

Terkait dengan deklarasi HM Harris yang menyatakan kesiapan untuk maju di Pilgubri nanti, Siska mengatakan sangat masuk akal jika seorang kader partai politik berambisi mencapai karir yang lebih tinggi di politik.

“Pak Harris termasuk kader terbaik Golkar Riau,” tukasnya seraya mengatakan bahwa secara pribadi, dirinya mengenal HM Harris dengan baik.

Ketika Seputar Pelalawan  berusaha untuk mengkonfirmasi Bupati Inhu, Yopi Arianto terkait kesediaannya mendampingi HM Harris di Pilgubri 2018 nanti, melalui nomor kontak pribadinya, dan SMS sudah dikirimkan namun hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan dari Yopi Arianto. (Tim)

 

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus