Keindahan Alam Pelalawan Nan Eksotis

Kamis,08 Desember 2016 | 09:31:00
Keindahan Alam Pelalawan Nan Eksotis
Ket Foto : Keindahan Bono di Kecamatan Teluk Meranti

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) – Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah memasukkan potensi wisata yang dimiliki oleh negeri seiya sekata ini ke dalam tujuh program strategis Pemerintah daerah, itu menunjukkan keseriusan Pemda untuk memajukan objek objek wisata yang ada dikembangkan, di perkenalkan kepada calon wisatawan sehingga potensi wisata yang di miliki oleh Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata tanah air.

Potensi wisata yang ada di Kabupaten Pelalawan, yang tidak akan di temui di daerah lain di nusantara ini, yakni objek wisata Boni di kecamatan Teluk Meranti. Sebagai sebuah potensi wisata, Bono memang memiliki keunikan tersendiri. Dengan ketinggian mencapai 12 meter ini dan lintasannya sepanjang 30 meter ditambah lagi sensasi pemadangan butiran butiran ombak menerjang benda benda yang berada di sepanjang aliran sungai Kampar sungguh pemandangan fantastis yang tidak dijumpai di dunia surfing pantai.

Namun di balik keindahan nya, Bono menyimpan sejarah dan legenda unik yang mengandung mitos bagi masyarakat setempat, apapun itu, karena langka, Bono tetap membuat penasaran para wisatawan untuk datang ke Teluk Meranti.

Bagi masyarakat tempatan yang sudah terbiasa dengan kedatangan Bono. Kedatangan Bono disambut dengan memacukan sampannya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan pemain selancar, atraksi ini oleh penduduk tempatan disebut Bekudo Bono, karena memang mirip dengan atraksi seorang joki yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar. Bono ini dapat dilihat pada setiap bulan pada saat terjadi pasang besar, namun pada akhir tahun atau pada musim Barat, Bono akan terjadi lebih besar.

Tujuh hantu yang sekarang lebih dikenal sebagai the Seven Ghost of The Kampar River justru dinanti-nanti oleh masyarakat setempat karena sebagai pembawa berkah. Dan saat ini, banyaknya wisman dan domestik yang datang berwisata ke Teluk Meranti hanya untuk ‘menjajal’ keganasan the Seven Ghost, menyadarkan masyarakat dan pemerintah setempat bahwa tujuh hantu yang ditakuti itu ternyata hanyalah fenomena alam biasa, bahkan mampu menarik wisatawan.

Untuk lebih memperkenalkan wisata Bono ini, Pemda Pelalawan telah mengagendakan festifal tahunan yang beri nama “Bakudo Bono” yang diselenggarakan pada antara bulan September dan Oktober, mengingat pada bulan itu gelombang Bono mencapai ketinggian puncaknya. 

Festifal Bakudo Bono saat ini telah pula masuk kedalam agenda wisata Propinsi Riau, tentunya ini menjadi kebanggaan masyarakat Pelalawan untuk lebih termotivasi lagi mengembangkan wisata Bono dengan berbagai infrastruktur pendukungnya.

Terinspirasi dengan keunikan gelombang Bono yang maha dahsyat itu, mengilhami kreatifitas anak negeri untuk menggambarkan fenomena Bono dalam perpaduan seni musik dan tari, hingga tarian Bakudo Bono yang memberikan kekaguman bagi penikmat tari dan musik tradisional.  

Taman Nasional Tesso Nilo

Potensi wisata lain yang ada di Kabupaten Pelalawan diantaranya adalah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), hutan alam dengan berbagai kelengkapan satwanya menjadi daya tarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Pengelolaan ekowisata TNTN saat ini  dilakukan oleh Balai TNTN di bawah Kementerian Kehutanan yang melibatkan partisipasi masyarakat yang tergabung di dalam Kelompok Masyarakat Peduli Wisata (Kempas) yang didirikan pada tahun 2010.

Keberadaan Kempas sangat mendukung pengembangan potensi ekowisata TNTN, berbagai kebutuhan pelancong untuk menimmati keindahan alam Tesso Nilo difasilitasi oleh Kempas ini. Tentunya kerjasama ini menjadi sinergi yang tepat untuk memberdayakan masyatakat dalam melestarian hutan dan serta merta menjadi mata pencarian masyarakat tempatan.

Bagi para wisatwan, menikmati pesona TNTN bisa dimulai dari dari menyusuri  Sungai Nilo, dengan menggunakan dua perahu bermotor yang disebut Pompong. Dalam petualangan alam ini, wisatawan akan disambut oleh keindahan hutan tropis yang alami. Hawa dingin dan udara segar langsung menyentuh tubuh. Hutan lebat yang beraneka ragam satwa satwa liar yang hidup bebas serta diselingin kicauan burung yang beterbangan manambah adrenalin jiwa petualngan di Sungai Nilo.

TNTN memiliki keanekaragaman hayati berupa 360 jenis flora dalam 165 marga dan 57 suku, 107 jenis burung, 23 jenis mamalia, tiga jenis primata, 50 jenis ikan, 15 jenis reptilia dan 18 jenis amfibia yang hidup.

Selain itu, TNTN juga merupakan area jelajah harimau Sumatera dan habitat asli dari gajah Sumatera. Populasi hewan bongsor berbelalai itu diperkirakan berkisar 150-200 ekor di TNTN.

Setelah puas menikmati keindahan Sungai Nilo, pengunjung bisa melihat langsung proses pengolahan madu Sialang. Masyarakat sekitar taman nasional kini sudah mengembangkan pola pengolahan madu secara alami dan higienis. Madu sialang menggunakan proses penirisan, tidak diremas seperti proses pengolahan madu lainnya.

Menikmati pesona TNTN tidaklah lengkap apabila tanpa bermain dengan gajah-gajah jinak. Di kawasan itu terdapat "flying squad camp" tempat dimana gajah jinak dipelihara dan pengelolaannya mendapat bantuan dari organisasi pencinta lingkungan WWF. Tempat itu dilengkapi fasilitas dua "guest house" yang disewakan untuk pengunjung.

Di tempat inilah pengunjung disambut dengan karangan bunga yang dibawa oleh gajah-gajah jinak. Di Flying Squad ini pengunjung bisa dengan santai melihat anak-anak gajah bermain. Di sungai. Gajah gajah jinak siap memberikan sensasi berbeda, bermain main dengan air, dan para pengunjung pun bisa berkenan memandikan gajah, petualangan ini sangat berkesan dan sulit dilupakan.

Selain dua potensi wisata andalan diatas, Kabupaten Pelaawan masih menyimpan banyak potensi wisata yang saat ini tengah dikembangkan, keaslian alam dan panorama keindahan danau Tajwid di Langgam, Hutan rawa sungai Mokoh, Tasik sarang burung, Suaka marga satwa di Kerumutan serta Danau Tanjung Putus dengan kejernihan air dan fenomena alam yang berbeda dapat dinikmati di sini.

Disamping itu, kampung tua di Kelurahan Pelalawan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mempelajari budaya dan sejarah masyarakat setempat, kampung yang berdiri di tepian Sungai Kampar ini juga berdiri sebuah istana kebanggaan masyarakat Kabupaten Pelalawan, Istana Sayap.  

Wisata Pelalawan Sangat Khas

Potensi wisata di Kabupaten Pelalawan memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh objek objek wisata di yang ditawarkan di daerah lain baik di Propinsi riau maupun secara nasional. Kekhasan itu tentunya menjadi nilai jual tersendiri yang ditawarkan kepada wisatawan untuk menjadikan objek wisata di Kabupaten Pelalawan menjadi destinasi tourism berskala internasional.

Salah satu karya maha dahsyat pencipta alam semesta, Gelombang Bono di Teluk Meranti adalah fenomena alam berupa gelombang yang terjadi karena pertemuan air sungai dan laut. Gelombang ini bisa mencapai ketinggian 12 meter dengan panjang lintasan sepanjang 30 meter. Ini adalah gelombang sungai terbesar dari tiga gelombang sungai lainnya yang ada dimuka bumi ini. 

Hal ini diungkapkan oleh  Bupati Pelalawan HM Harris  mengatakan bahwa fenomena Bono adalah potensi wisata yang tidak ada duanya di nusantara ini, karena hanya ada tiga di dunia ini.

“Di Indonesia, fenomena ini hanya terjadi di Sungai Kampar Teluk Meranti, dengan promosi yang kita lakukan sudah banyak orang yang tahu apa gelombang Bono itu, sehingga wisatawan banyak yang tertarik untuk menyaksikan secara langsung fenomena alam ini” jelasnya

 Selain menyebutkan Gelombang Bono sebagai andalan wisata Kabupaten Pelalawan,  Harris juga menyebutkan ekowisata Taman Nasional Tesso Nilo menawarkan nuansa  yang berbeda bagi wisatawan yang berkunjung kesana, selain alam nya yang masih asri,  para wisatawan akan diajak menyusuri sungai Nilo dengan air nya yang jernih membelah  hutanya yang teduh, ditambah kicauan burung yang yang begitu indah dipastikan akan  memberikan kesan yuang mendalam bagi pengunjung TNTN.

 “Ekowisata TNTN juga sangat luar biasa untuk dikunjungi, para pengunjung disana akan  menikmati keindahan alam, dengan menyusuri sungai Nilo,”jelasnya

Selain itu, di dalam kawasan TNTN terdapat pusat konservasi gajah, para pengunjung        yang datang ke TNTN dapat melihat secara langsung antraksi gajah yang dipandu oleh  pawang pawang gajah yang sangat terlatih.

“Ini potensi wisata kita yang akan kita kembangkan, kita memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa, sebenar nya masih banyak potensi wisata kita, seperti dnau tajwid yang tengah kita bangun inftrastruktur pendukung disana, ada juga danau tanjung putus dan lainnya, pokoknya banyak pilihan bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Pelalawan ini” pungkasnya  (adv/Ayumi)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus