Hujan Deras, Dua Titik Jalan Lumpuh

Senin,05 Desember 2016 | 09:55:00
Hujan Deras, Dua Titik Jalan Lumpuh
Ket Foto : Camat Pelalawan, Joko Purnomo memantau kondisi banjir di jalan lintas Merbau - Sungai Ara

PELALAWAN (SP) - Menyusul hujan deras yang melanda Kabupaten pelalawan beberapa pekaqn terakhir ternyata tidak hanya menyebabkan bencana banjir bagi masyarakat, namun juga menyebabkan sejumlah jalan putus alias lumpuh total.

Berdasarkan pantauan Seputar Pelalawan di lapangan, terdapat dua titik jalan yang tidak bisa ditempuh melalui jalaur darat, diantaranya Jalan Lintas Bono menuju Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti dan Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan.

Kedua daerah ini dalam sepekan terakhir tidak bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat, maklum saja jalan menuju Desa Sungai Ara hanya bisa ditempuh dengan jalur darat yakni jalan tanah yang biasanya hanya diberikan perawatan pengerasan jalan.

Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Pelalawan menyebabkan badan jalan menuju Desa Sungai menjadi hancur berlumpur, sehingga sulit untuk dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, akibatnya perekonomian masyaralat desa tersebut menjadi ikut lumpuh.

Jika intensitas hujan semakin tinggi dipastikan askses dari menuju desa Sungai Ara lumpuh total. Kendaraan roda empat dipastikan tidak bisa keluar maupun masuk ke desa tersebut.

Masyarakat Desa Sungai Ara semakin tidak nyaman dengan kondisi jalan mereka yang hancur, sebab jalan tersebut bukan hanya sekedar untuk mereka keluar masuk tapi juga digunakan untuk membawa hasil panen dari kebun mereka.

Zarkasyi (52), salah seorang warga Sungai Ara kepada Seputar Pelalawan mengatakan sangat prihatin terhadap kondisi jalan desanya tersebut, dia juga mengatakan kini jalan tersebut tidak bisa ditempuh untuk sementara waktu.

Dikatakannya, biasanya masyarakat menggunakan jalan tersebut untuk menjual hasil panen kebun, namun hal itu tidak bisa dilakukan sebelum panas terik bisa mengeraskan jalan yang biasa ditempuhnya.

Warga juga berharap kondisi seperti ini bisa cepat berlalu agar aktivitas yang akan mereka lalukan tidak terganggu oleh kondisi jalan yang masih tanah dan sebagian jalan baru dalam tahap pengerasan.

"Kami hanya bisa berharap jalan itu bia segera kering dan mengeras, sebab jika lama-lama digenangi air, maka perekonomian kami di Sungai Ara juga ikut lumpuh," keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Herman (46), salah seorang warga Desa Pulau Muda kepada media ini mengatakan, jalan menuju Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar bisa ditempuh melalui dua jalur, yakni melalui jalur darat dan jalur sungai.

Meski jalur sungai tidak pernah menjadi kendala, namun kebanyakan masyarakat tempat lebih banyak memanfaatkan jalur darat, disinilah yang menjadi titik permasalahan bagi masyarakat tempatan.

Menurut Junaidi yang juga tokoh masyarakat, pihaknya sangat mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam perawatan jalan dan kalau bisa jalan tersebut bisa dibangun secara permanen.

"Kita masyarakat mengharapkan jalan ini bisa dianggarkan oleh pemerintah tahun 2017 mendatang, sebab masyarakat sangat banyak bergantung kepada jalan ini," imbuhnya.

Dengan adanya perhatian pemerintah terhadap jalan itu, tentunya perekonomian masyarakat tempatan bisa meningkat, salah satunya akses jalan untuk mengangkut hasil perkebunan masyarakat lebih mudah.(Fik/Juki)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus