Pemerintah Akan Tertibkan Ormas Anarkis

Selasa,29 November 2016 | 07:35:00
Pemerintah Akan Tertibkan Ormas Anarkis
Ket Foto :

Jakarta - Banyak nya Organisasi massa (Ormas) yang sering bertindak radikal dan mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan di tengah masyarakat. oleh sebab itu Pemerintah mulai berencana untuk melakukan penertiban terhadap kelompok orang yang bernaung dalam wadah yang bernama ormas itu.

Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri (Kesbangpol Kemdagri) Soedarmo usai rapat di kantor Menko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/11) siang sebagaimana di kutip dari beritasatu.com mengungkapkan bahwa saat ini wacana untuk menertibkan ormas yang radikal dan anarkis dalam tahap pendalaman.

"Masih dalam penataan. Masih didalami," katanya.

Rapat yang dipimpin oleh Menko Polhukam Wiranto, dan dihadiri Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Jaksa Agung M Prasetyo dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Dijelaskan Soedarmo, ormas-ormas yang akan ditertibkan adalah yang meresahkan masyarakat dan menolak asas Pancasila. Selain itu, ormas yang main hakim sendiri dan melanggar aturan yang berlaku tentang ormas.

"Nanti dilihat semua perilaku, asas dan kegiatannya. Kalau melanggar aturan akan ditindak," tuturnya.

Ditegaskannya, untuk penindakan terhadap ormas ormas yang di kategorikan melanggar semangat kebhinneka tunggal ikaan tidak dapat dilakukan saat ini, mengingat berdasarkan UU tentang ormas membutuhkan proses yang panjang untuk sampai pada proses penertiban.

Agar, wacana pengawasan dan penindakan terhadap ormas ormas yang meresahkan masyarakat dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, untuk itu dibutuhkan revisi UU baru.

"Muaranya ke revisi UU Ormas. Jadi belum ada pembubaran karena UU yang ada sekarang sanksi bagi yang melanggar belum terlalu tegas. Prosesnya juga panjang," ungkapnya.

Wacana itu, lanjut Soedarmo, sudah direncanakan cukup lama, jadi bukan disebabkan karena adanya aksi unjuk rasa belakangan ini yang cenderung anarkistis dan memaksakan kehendak.

"Rencana tersebut sudah lama disipakan tetapi baru sekarang dilanjutkan pembahasannya. Ini sebagai langkah antisipasi. Kalau ke depan ada yang kembali anarkistis, kita sudah punya regulasinya," kata dia.

Editor : Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus