Renungan Bersama

Marwah Kabupaten Pelalawan yang Terabaikan

Kamis,28 November 2013 | 05:28:00
Marwah Kabupaten Pelalawan yang Terabaikan
Ket Foto : Pemimpin Umum PelalawanNews.Com. Asnol Mubarack M.Si

Ass,Wr Wb, Salam Sejahtera bagi pembaca PelalawanNews.com yang budiman dimanapun berada. Terima kasih atas kesediaan pembaca yang menjadikan PelalawanNews.com sebagai salah satu referensi bacaan.

PelalawanNews.com  hadir dengan berbagai kupasan yang menarik untuk kita simak dan telaah bersama. Pada kesempatan kali ini saya mengajak pembaca semua untuk merenungkan sejenak tentang  hal yang paling penting namun tanpa kita sadari telah terlupakan oleh kita. Bagaimana sebuah marwah kita sebagai masyarakat Melayu Pelalawan yang saat ini dapat di katakan tanpa bentuk.

Tak dapat kita pungkiri, rasa takjub dan kekaguman yang sangat luar biasa dari saudara kita yang lebih tua, yang lebih dahulu membangun dan menata Pemerintahan nya dibandingkan  Kabupaten Pelalawan yang baru seumur jagung ini.  kehebatan kita melihat masa depan mendapat apreasiasi dari berbagai pihak.

Sukses dengan tujuh program unggulannya, Kabupaten Pelalawan terus meroket mengejar pembangunan demi pembangunan.

Di balik kesuksesan itu semua, mungkin kita dilupakan oleh hiruk pikuk proyek prestisius Teknopolitan, kedahsyatan Gelombang Bono membius dunia, Langgam Power, PPIDK, Pelalawan cerdas, Pelalawan Lancar, program program yang membuka mata nusantara bahwa Pelalawan adalah multi pilot project pembangunan.

Namun disisi lain organ tubuh Kabupaten Pelalawan ada yang teririrs, terlupakan sementara waktu, Bagian yang mungkin dianggap  tidak berperan penting dalam membangun masa depan ini, adalah sejarah bagaimana daerah ini lahir, bagaimana budaya ini di bangun, bagaimana adat istiadat itu di lestarikan.

Istana Sayap sejak diluluh lantakkan sijago merah dua tahun lalu tak ada lagi cerita, bangunan historis cikal bakal Kabupaten Pelalawan tinggal puing puing denagn cerita nya sendiri.

Sejarah lain tentang marwah, sejarah, adat istiadat  dan budaya kita juga ikut terpinggirkan dan terabaikan.

Balai Adat Datuk Setia Diraja mulai menampakkan tanda tanda keruntuhan, tanpa perawatan dalam kurun tujuh tahun, Balai adat ini bertahan dengan cara nya sendiri,lekang, lapuk dan termakan rayap tak terelakkan.

Tanpa kepedulian, tanpa perhatian kita semua, dan tentunya tanpa dukungan Pemda Pelalawan, kita hanya memiliki cerita sejarah tanpa memiliki bukti sejarah.

Kehilangan bukti sejarah adalah kehilangan jati diri dan marwah kita sebagai masyarakat melayu Pelalawan yang menganut semboyan “Tali Berpilin Tiga”yang menggambarkan sinergi nya unsur ulama, Pemerintah dan unsur adat dalam membangun masyarakat yang sejahtera.**** Balai Adat Datuk Setia Diraja Pelalawan

Tulis Komentar
comments powered by Disqus