Monitoring dari Ormas Islam, Dihimbau Seluruh Tempat Hiburan Malam di Pelalawan Tutup

Sabtu,01 Oktober 2016 | 04:48:00
Monitoring dari Ormas Islam, Dihimbau Seluruh Tempat Hiburan Malam di Pelalawan Tutup
Ket Foto : ormas islam saat monitoring tempat yang diduga tempat maksiat dijalan kilo 55 pangkalan kerinci

PELALAWAN (PNC)- Beberapa Organisasi Islam mengimbau tempat hiburan malam di Pelalawan ditutup, Pasalnya tempat tersebut meresahkan masyarakat sekitar serta banyak tempat hiburan seperti warung remang-remang yang buka dengan dilayani gadis belia yang masih di bawah umur dan minuman keras. Di antara oraganisasi Masyarakat yang ikut melakukan Monitoring yakni Front Pembela Islam (FPI), Laskar Melayu Bersatu (LMB), dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Pangkalan Kerinci (IPM-KP).

monitoring yang di lakukan Ormas islam ini mendapatkan 7 wanita penghibur dan 2 remaja yang mabuk dan pacaran dikawasan lapangan Bola kaki Pangkalan Kerinci lalu di antar ke Kantor Satpol PP agar ditindak lanjuti.

Salah seorang Pemuda Kordinator monitoring dari FPI Dedi Iswadi (30) tahun mengatakan ini salah satu bersihkan penyakit masyarakat yang selama ini tidak tersentuh, sudah lama masyarakat sekitar resah dengan aktivitas tempat hiburan ini.

"Menjelang Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1438 H. Kita bersama pihak Pemkot untuk menutup semua tempat maksiat di kota kerinci ini," ungkap Dedi Iswadi saat ditemui disela-sela monitoring beberapa waktu lalu.

lebih lanju, kegiatan yang dilakukan mulai dari pukul 22.00 WIB ini, merupakan komitmen bersama Ormas islam di Kabupaten Pelalawan untuk
memerangi maksiat yang tiap hari,semakin meningkat.

"jadi kita hanya melakukan monitoring, kalau ada yang nakal kita terpaksa lakukan penutupan paksa," jelas Dedi.

Pantauan pelalawannews.com di lokasi monitoring ormas Islam ini, melakukan konvoi di kilo 55, ke arah jalan lingkar dan kembali menuju arah kota, tempat yang didatangi diantaranya, Warung remang-remang, lapangan bola kaki, Ramayana, hingga sampai kewarung tuak jalan seminai.

Dalam monitoring, mereka tidak menemukan semua tempat hiburan yang buka saat itu,  namun mereka hanya menemukan sebagian warung remang yang buka, mendapatkan 7 wanita penghibuir dan para remaja yang berpacaran di sekitar lapangan bola kaki Pangkalan Kerinci, nampak para remaja berlarian setelah ratusan ormas mendatangi mereka dan mengusir mereka agar secepatnya meninggalkan tempat.

Sementara itu, Ketua Laskar Melayu Bersatu Pelalawan H. Tarmizi menuturkan monitoring hanya mendapatkan 7 wanita pengibur di warung
remang-remang dan salah seorang remaja yang tidak diketahui identitasnya tengah asik mabuk dan pacaran di sekitar lapangan bola kaki Pangkalan Kerinci.

Dalam monitoring ormas ini, nampak dikawal ketat oleh belasan pihak kepolisian berpakaian bebas, sampai selesai melakukan monitoring.

"saat ini kami tidak menemukan semua tempat hiburan yang buka, namun kami akan datang kembali dan takbosan-bosan," ungkap Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) H. Tarmizi pada monitoring tersebut.

Tarmizi berharap dengan adanya monitoring ini pihak pemilik dapat mendengarkan himbau yang diberikan agar tidak lagi buka tempat hiburan
serta menyediakan wanita penghibur dan minuman keras, apalagi, pemerintah sudah mengeluarkan peraturan daerah untuk tidak menjual minum seperti tuak di kabupaten Pelalawan.(erik)

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus