20 Pemanfaat UED SP Karya Makmur Nunggak Bayar

Puluhan Juta Dana Bergulir Tertahan di Tangan Peminjam

Sabtu,23 November 2013 | 07:15:00
Puluhan Juta Dana Bergulir Tertahan di Tangan Peminjam
Ket Foto :

UKUI (PelalawanNews.Com)- Dimaksudkan untuk membentuk lembaga keuangan mikro mengembangkan usaha ekonomi produktif dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi dana yang tersedia di desa (melalui perkreditan) dalam mengatasi permasalahan permodalan bagi masyarakat miskin atau usaha kecil dipedesaan.

Dengan adanya lembaga keuangan mikro diharapkan akan mendorong kegiatan perekonomian perdesaan; meningkatkan kreativitas berwirausaha; mendorong tumbuhnya usaha sektor informal, sehingga dapat menyerap tenaga kerja, dan utamanya adalah menghindarkan masyarakat dari pengaruh rentenir.

Atas dasar semangat untuk emmbantu usaha masyarakat ekonomi lemah, pemerintah pusat melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) membentuk Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED SP) ditugaskan menjadi suatu lembaga untuk menyediakan modal bagi usaha kecil di desa. Namun bantuan tersebut bersifat pinjaman yang harus dikembalikan untuk di kelola dan menjadi sumber permodalan bersama.

UED SP Karya Makmur Desa Silikuan Hulu yang menjadi ujung tombak usaha peningkatan ekonomi masyarakat miskin di Desa Silikuan Hulu saat ini mengalami masalah dalam mengembalikan modal karena banyak diantara pemanfaat (debitur) bermasalah dalam mengembalikan pinjamannya.

Hal ini diakui sendiri oleh Ketua pengelola dana U-ED SP Desa Silikuan Hulu, Junaidi kepada SP ketika ditemui dirungan kerjanyamengatakan bahwa pada awalnya pinjaman modal uasaha UED SP yang dipakai pemanfaat dikembalikan dengan tepat waktu dan tepat jumlah.

“Pertama tama dulu semua lancar membayarnya, tidak ada masalah dalam membayar utang mereka” jelasnya

Namun seiring berjalannya waktu, Lanjut Junaidi yang merasa belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya penunggakan pembayaran cicilan UED SP.

“Kita belum tau pasti penyababnya, yang pasti nya untuk bulan Oktober ini mengalami penunggakan pembayaran cicilan”lanjutnya.

Dibeberkan Juanai, total pemanfaat UED SP Karya Makmur yang menunggak membayaran cicilan sebanyak 20  pemampaat, ditakutkan akan mempengaruhi 68 pemanfaat lainnya.

“Ada 20 pemanfaat yang menunggak dari 88 pemanfaat UED SP Karya makmur saat ini” ungkapnya

Sebagai pengelola dan bertanggung jawab menghidupkan usaha ekonomi masyarakat di desa terutama yang sudah tergabung di dalam pemanfaat UED SP yang dipimpinnya, Junaidi tetap berusaha mencari solusi terbaik atas masalah tunggakan itu.

“Sejauh ini,sudah kita panggil  pemampaat yang  menunggak  untuk diminta pertanggung jawaban nya melunasi tungakan-tungakan nya karena dana itu untuk digulirakan” imbuhnya

Disebutkan nya total nilai dana yang tertunggak sebesar 74 juta rupiah selama lebih kurang lima bulan, jika dana tersebut dapat digulirkan pada pemanfaat yang lain akan sangat membantu dalam menghidupkan usaha warga yang lain.

“Pengelola UED SP selalu memberikan terguran-teguran kepada pemanfaat agar melunasi tunggakan nya”harapnya.

Jika pemanfaat mengerti aturan pinjaman yang tertuang di dlaam ADRT tentang tanggung jawab pemanfaatUED SP jelas disebutkan cara pengembalian pinjaman.

“AD/ART jelas, saat ini tengah kita pikirkan solusinya, kedepannya akan kita lakukan perbaikan agar tidak terulangnya kejadian ini” pungkasnya.(Ujg)

Sementara itu Sebagai kepala desa tentu tidak terlepas dari kepengawasan pengeloan dana U-ED SP yang ada di desa untuk itu wartawan sp 21/11 menemui kepala desa silikuan hulu pada acara hari ulang tahun pangan sedua dideasa bukit gajah berkaiatan dengan tinggi nya tunggakan tahap pengebalain dana U-ED SP,memang sebagai kepala desa tetap mengawasan tetapi terjai penunggakan itu dimasa kepala desa yang dulu,walau demikian sekarang karang ini sedang berjalan untuk mengarah keperbaiakan dengan mengabil pemmaat dana tersebut terang nya.(Ujg)

 

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus