6 Desa di Ukui Terima BLSM

Jumat,22 November 2013 | 11:35:00
6 Desa di Ukui Terima BLSM
Ket Foto : para penerima BLSM di enam desa di kecamatan Ukui antri menunggu jadwal pengambilan bantuan senilai 300 ribu rupiah

UKUI (PelalawanNews.com)- Sebagai konpensasi naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan Juni kemarin, Pemerintah pusat telah mengucurkan dana untuk membantu masyarakat miskin yang terkena imbas naiknya harga BBM. Dengan besaran Rp.300.000 per Kepala Keluarga (KK) dianggap menjadi solusi membantu masyarakat ekonomi lemah yang dikenal dengan nama Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau juga dikenal dengan Balsem.

Untuk pembagian BLSM tahap kedua yang sejatinya telah dimulai pada september kemarin, di Kecamatan Ukui baru dibagikan pada bulan November ini. Para pemegang kartu BLSM yang tinggal di enam desa di kecamatan Ukui, yakni masyarakat miskin Desa Lubuk Kembang Bunga,Desa Air Hitam, Desa Kampung Baru,Desa Lubuk Kembang Sari,Desa Silikuan Hulu dan Desa Bangan Limau  berkumpul di Desa Kampung Baru untuk mendapat hak nya sebagai orang yang dirugikan atas kebijakan kenaikan BBM.

Dengan di dampingi aparatur desa nya , masyarakat miskin di enam desa di kecamatan Ukui ini harus rela berada didalam antrian panjang dengan orang orang senasib dan sepenanggungan ini menunggu perubahan takdir mereka dari kebaikan pemerintah dengan 300 ribu rupianya.

Untuk mengamankan jalan nya pembagian BLSM, terlihat ada petugas dari satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari Kantor Camat Ukui serba di bantu dari personil Polsek Ukui.

yang ikut mengawaisi dan dari pihak kepolisian polsek ukui.

Salah seorang penerima BLSM, Romlah kepada SP mengatakan bahwa walaupun nilai uang yang diterima nya dari bantuan BLSM ini tidak terlalu besar mengingat harga bahan pokok saat ini yang melambung tinggi, dengan uang sebesar 300 ribu rupiah yang di bayar per tiga bulan ini, tidak mungkin bertahan dalam satu bulan.

“Nilai nya belum bisa memberi solusi atas persoalam ekonomi dari naiknya harga BBM, uang yang kami terima 300 ribu ini, hanya dapat membeli kebutuhan pokok untuk setengah bulan saja, dua bulan berikutnya kami harus akan berkutak dengan masalah”keluhnya

Lebih lanjut dikatakannya Romlah, dirinya berharap kepada  pemerintah untuk menambah jumlah uang yang dibagikan kepada masyarakat miskin, karena yang didapat sekarang sangat kurang.

“Kalau nilai seperti ini, memang membantu untuk sementara, selebihnya memang jadi orang miskin.

Editor : Ujang P

Tulis Komentar
comments powered by Disqus