Ditengah Geliat Program Strategis, Islamic Center Terlupakan

Selasa,27 September 2016 | 05:49:00
Ditengah Geliat Program Strategis, Islamic Center Terlupakan
Ket Foto : Islamic Center yang dibangun oleh Pemkab Pelalawan tahun 2008 yang kini terbengkalai

Pangkalan Kerinci (PelalawanNews.com) - Kesuksesan besar Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menggalakkan tujuh pembangunan strategis yang mendapat apresiasi dari banyak pihak, namun dibalik cerita sukses mempersiapkan kawasan teknopolitan, pembangunan ST2P dan kesuksesan demi kesuksesan dalam rangkaian tujuh program strategis menyirnakan satu harapan yang tak pernah kunjung terealisasi hingga kini.

Pembangunan yang dulunya pernah menjadi harapan besar sebagai ikon religi kebanggaan negeri amanah seiya sekata ini khusunya kaum muslimin, yakni pembangunan Islamic Center yang berdampingan dengan Masjid Agung Ulul Azmi  kini tak jelas lagi statusnya di mata Pemerintah daerah. mental spiritual religius umat seakan dinomor duakan dibawah ambisi memegahkan teknopark.

Padahal, Islamic Center sangat diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Pelalawan keberadaannya,  pembangunan Islamic Center dimaksudkan sebagai wadah bagi umat Islam, para ulama dan umarah di negeri ini untuk bermusyawarah, berkonsultasi dan berdialog tentang berbagai masalah, baik yang berhubungan dengan ajaran agama, kehidupan beragama maupun lebih luas lagi untuk kehidupan bermasyarakat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan H Iswadi M Yazid LC mengungkapkan harapannya agar Pemerintah daerah memikirkan kembali pembangunan Islamic Center yang tak siap itu, menurutnya kegagalan masa lalu harusnya menjadi instrospeksi diri untuk berbuat lebih baik di masa mendatang, bukan menjadi argumentasi untuk tidak berbuat apa apa, serta menjadi alasan mengabaikan nilai nilai manfaat yang sangat besar dari keberadaan sebuah Islamic Center.

“Islamic Center itu adalah pusat pendidikan, penelitian, pengkajian dan pusat  kebudayaan Islam di negeri ini, juga berfungsi sebagai wadah bertemunya para ulama, organisasi organisasi Islam untuk membahas banyak hal terkait perkembangan syiar Islam di negeri ini, jadi Islamic center itu sangat perlu,” ungkap Ketua MUI Kabupaten Pelalawan H Iswadi M Yazid LC.

Dengan melihat fenomena perkembangan zaman dewasa ini, arus globalisasi yang tidak bisa dibendung, pergaulan bebas dan berbagai dinamika sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman harus menjadi perhatian semua pihak, wadah untuk menyatukan persepsi, mencari solusi dan melakukan kajian kajian serta upaya upaya syiar Islam membentengi generasi muda dapat dilakukan secara bersama oleh ormas Islam dan para ulama dalam satu wadah Islamic Center.

“Semakin pesatnya perkembangan zaman, semakin terbukanya daerah kita menerima informasi dan teknologi informasi dari luar, seharusnya dibarengi dengan penguatan mental spiritual generasi muda nya, agar tidak terjerumus dalam lembah kemaksiatan,” sambungnya

Kondisi dan rencana kelanjutan pembangunan Islamic Centre yang berdampingan dengn Masjid Agung Ulul Azmi yang sudah tak jelas lagi, sempat dipertanyakan oleh MUI Pelalawan, menurut Iswadi komplek Islamic Center yang seharus jadi Ikon Religi dan urat nadi keagamaan di Pelalawan harus dilanjutkan pembangunannya.

“Persoalannya, apakah bangunan yang sudah ada dan terbengkalai itu dilanjutkan atau tidak itu tergantung penilaian ahli yang berkompeten, namun yang menjadi catatan pentingnya bagaimana Islamic Center yang dulunya menjadi program prioritas Pemkab Pelalawan kembali direncanakan pembangunannya,” terangnya

Iswadi juga meminta Pemkab fokus dalam memikirkan pembangunan Islamic Center itu, banyak persoalan umat yang harus menjadi perhatian banyak pihak dapat di carikan solusinya dalam wadah kajian Islamic Center.

“Islamic Center itu juga bisa jadi kantor bersama, disana ada LPTQ yang mengurusi pengembangan Tilawatil Qur an, dan ormas ormas lainnya,” tandasnya

Senada dengan itu, Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Pelalawan Dr Edi Iskandar berpendapat sama, betapa pentingnya keberadaan sebuah Islamic Center di suatu daerah, beberapa daerah di Propinsi Riau ini malah menjadiKAN Islamic Center sebagai ikon daerahnya, apalagi Islam sangat melekat dalam budaya Melayu masyarakatnya.

“Bisa di lihat di Kabupaten kabupaten lain, seperti Rokan Hulu yang Islamic Center nya sangat megah, begitu juga dengan Islamic Center di Kabupaten Kampar, bagaimana dengan kita, apakah kita melupakannya?,”tegas Edi iskandar

Dikatakan Edi, Islamic Center sebagai wadah fisik yang menampung beberapa kegiatan dan penunjang  keislaman. baik kegiatan ibadah, mu?amalah dan dakwah. Selain itu juga memiliki peran sebagai pusat atau sentra informasi  keislaman, baik bagi umat muslim maupun bagi masyarakat yang ingin mengetahui dan ingin belajar tentang  Islam.

“Intinya, Islamic Center sangat diperlukan oleh masyarakat, harapan itu harus dijawab oleh Pemerintah Daerah, dan harusnya bisa menjadi prioritas juga,” harapnya

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pelalawan, Ir. Syahrul mengatakan Islamic Center  yang sudah ada sekarang ini tidak dapat dilanjutkan pembangunannya, karena status bangunan yang sudah diputuskan gagal konstruksi, artinya tidak bisa dilanjutkan pembangunannya pada bangunan yang sudah ada itu.

“Kan sudah di putuskan gagal konstruksi, ya tidak bisa di pakai lagi,” kata Syahrul.

Meski telah dinyatakan gagal konstruksi, bukan berarti pembangunan Islamic Center di tiadakan, dijelaskannya, didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan lima tahun ke depan, pembangunan Islamic Center masuk dalam rencana pembangunan pemerintah daerah.

“Ya, masuk di dalam RPJMD tahun 2016-2021, seharusnya tahun ini sudah di masuk tahap perencanaan, namun dengan kondisi keuangan daerah sekarang mungkin agak sulit,”imbuhnya

Syahrul juga tak bisa menjanjikan pembangunan Islamic Center masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2017 mendatang, kekuatan keuangan daerah menjadi penentu berbagai proyek pembangunan yang di prioritaskan.

“Kita lihat nanti kekuatan keuangan kita di tahun 2017, tapi yang jelas pembangunan Islamic Center masuk ke dalam RPJMD Kabupaten Pelalawan,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Seksie Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Pelalawan, Yuriza Antony SH menyarankan agar pemerintah daerah mendatangkan para ahli untuk menilai kondisi bangunan Islamic Center yang terbengkalai sekarang ini, agar diketahui apakah pembangunan nya bisa dilanjutkan atau tidak.

“Sebelum dimulainya pembangunan Islamic Center, kita menyarankan kepada Pemerintah Daerah untuk mendatangkan ahli konstruksi,  apakah bisa dilanjutkan, kalau tidak, kalau tidak bisa, mulai saja dari awal di lokasi lain,”saran Yuriza

Mengingat pembangunan Islamic Center menyisakan banyak masalah dan menjerat banyak orang, Yuriza mengingatkan kepada pengambil keputusan untuk berhati hati dalam mengambil kebijakan. Agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

“ Proyek itu pernah bermasalah, untuk itu harus lebih berhati hati, patuhi aturan mainnya,” pungkasnya mengingatkan (Apon/Fadhly)

 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus