Bobrok Syafrudin di Disdik Pelalawan (Bag. 1)

Diduga Lakukan Pungutan Pada Guru yang Mutasi, Kadisdik di Periksa Inspektorat

Senin,08 Agustus 2016 | 09:37:00
Diduga Lakukan Pungutan Pada Guru yang Mutasi, Kadisdik di Periksa Inspektorat
Ket Foto : Kadisdik Pelalawan, Syafrudin Kamal M.Si

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com) - Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan di terpa isu tak sedap, instansi yang bertanggung jawab untuk memajukan pendidikan di negeri seiya sekata ini diduga kuat melakukan pungutan kepada kepala sekolah dan para guru yang berniat mutasi ke saekolah lain di Kabupaten Pelalawan. Pungutan yang di bayarkan oleh para pendidik itu di koordinir langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Syafrudin Kamal M.Si.
Salah seorang sumber di Disdik Pelalawan mengungkapkan sepak terjang mantan Kasatpol PP Kampar itu terbilang vulgar dalam masalah kutip mengutip lembaran rupiah baik kepada tenaga pendidik di bawahnya  maupun kepada mitra kerja lain yang berpotensi menambah pulus sang Kadis.
"Kalau di Disdik sudah menjadi rahasia umum lagi permainan pak kadis untuk urusan kutipan kutipan, asal ada peluang, diembatnya," terang sumber yang tidak mau disebutkan namanya
Diungkapkan sumber ini, bau busuk perilaku Kadisdik yang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan sendiri seperti terjadi pada saat penerimaan tenaga honorer guru yang dilaksanakan pada tahun 2015 silam. Pada waktu itu Disdik membuka lowongan untuk 60 orang tenaga pendidik yang dianggarkan penggajiannya pada APBD Perubahan 2015.
Penerimaan tenaga honorer itu diduga tidak melalui mekanisme yang benar, sistem rekruuitmen dipakai ala Kadisdik saja, yang mampu membayar besar, dipastikan akan berpeluang besar mendapatkan kursi lowong guru honorer.
"Saat itu jatahnya kan 60 orang untuk tenaga honorer disdik, yang akan ditempatkan sebagai tenaga pendidik," jelasnya
Penuturan tersebut diperkuat juga oleh pernyataan salah seorang orang tua tenaga honorer yang mengaku menyetorkan uang sebesar Rp. 20.000.000 juta untuk memuluskan jalan anaknya menjadi tenaga honorer disdik.
"Saya menyetor uang sejumlah dua puluh juta rupiah kepada orang yang mengaku kepercayaannya pak kadisdik, uang itu untk pelicin agar anak saya di terima honor,"aku sumber ini yang tak mau namanya dicantum.
Permasalahan di Disdik terus menggelinding bak bola salju, semakin hari, instansi pemerintah daerah yang dikepalai oleh Syafrudin Kamal semakin mempertebal banyak masalah. Satu persatu kebobrokan Syafrudin yang dinilai tak mampu menjadi figur pengayom pun terkuak.
Pada hari Rabu (27/7) Poros Tengah Mahasiswa Pelalawan (PTMP) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Disdik Komplek Perkantoran Bhakti Praja, terkait berbagai permasalahan pendidikan di Kabupaten Pelalawan.
Di waktu itu, tanpa sengaja, salah sreorang pengunjuk rasa melihat sesuatu yang berbeda dengan keberadaan mobil dinas Kadisdik yang terparkir di parliran khusus dinas, Mobil Toyota Innova ber warna hitam polos tanpa ada logo Pemkab Pelalawan di sisi kanan dan kiri kendaraan, tepatnya di pintu mobil sebalah depan, sebagaimana bisa di lihat di kendaraan kendaraan dinas Pemkab Pelalawan di seluruh SKPD dan pejabat daerah.
Perilaku Kadisdik dinilai oleh mahasiswa sebagai sikap pembangkangan dan ketidak patuhan yang di tunjukkan oleh Syafrudin yang seharusnya menjadi tauladan bagi pegawai Pemkab dan khususnya para pendidik yang berada di bawah naungannya.
"Apa yang telah ditunjukkan oleh Kadisdik ini sebagai sikap tidak menghargai Pemerintah Daerah, padahal dia diamanahkan untuk menjadi salah satu pejabat di posisi penting di negeri ini, sedikitpun tak ada rasa hormatnya,"tegas koordinator aksi Zakaria.
Ketidak sefahaman atas kinerja Kadisdik bukan saja berasal dari mahasiswa, sehari setlah aksi PTMP, pada hari kamis (28/7) rupanya Inspektorat sudah mengagendakan pertemuan dengan Syafrudin, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari surat Bupati Pelalawan terkait laporan dan temuan adanya praktek praktek yang bertentangan dengan aturan yang dilakukan oleh Kadisdik.
Sayangnya, jadwal yang sudah diagendakan tidak terlaksana pada Kamis itu, Syafrudin malah terlihat berada gedung Wakil rakyat guna menghadiri rapat paripurna DPRD terkait evaluasi LPJ pelaksanaan APBD 2015.
Keesokan harinya, Jumat (29/7) pihak Inspektorat melakukan infestigasi terhadap Syafrudin yang dilakukan di Kantor Disdik.
Sebagaimana yang diakui oleh Inpektur Pembantu II Inspektorat Pelalawan Masfarani kepada SP,kamis (3/8)  walau dalam ingatannya pemeriksaan dilakukan pada hari kamis.
"Ya, pemeriksaannya pada hari kamis lalu"ujar Masfarani singkat
Namun informasi lain yang juga berasal dari pejabat di Inspektorat Pelalawan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektur Pembantu (Irban) II kepada Kadisdik merupakan tindak lanjut dari surat Bupati Pelalawan kepada Inspektorat untuk menindaklanjuti temuan dan laporan yang sampai ke bupati. Untuk merespon surat bupati itulah pemeriksaan terhadap Kadisdik dilakukan.
"Untuk pemeriksaan terhadap Kepala Dinas, itu harus ada surat dari Bupati, itu dasar pemeriksaannya, untuk persoalan Kadisdik dilaksanakan oleh Irban dua"terang sumber yang tak mau namanya di sebut.
Dari informasi yang beredar di kantor Inspektorat, pemeriksaan terhadap Kadisdik terkait pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh Syafrudin terhadap guru dan kepala sekolah yang berniat mengajukan mutasi atau pindah tempat kerja.
"Informasinya terkait pungutan kepada guru dan kepala sekolah yang akan mutasi," jelasnya
Sementara itu, Kadisdik Syafrudin Kamal mengakui bahwa dirinya di periksa oleh Inspektorat, menurutnya sebagai pimpinan Satker yang bertanggung jawab atas kinerja institusinya, dirinya diminta tanggapan atas beberapa temuan yang perlu mendapat klarifikasi darinya.
"Sebagai kepala SKPD untuk meluruskan temua temuan, biasa lah," jawabnya
Meski Syafrudin menganggap biasa, tidak halnya dengan Poros Tengah Mahasiswa Pelalawan (PTMP), Zakaria tetap meminta pertanggung jawab Kadisdik atas banyak persoalan pendidikan di negeri seiya sekata.
"Pelalawan Cerdas jalan ditempat di bawah kepemimpinan Kadisdik saat ini, bukan cara yang cerdas menyelesaikan masalah pendidikan di Kabupaten Pelalawan dengan menempatkan orang yang tidak berkompeten di bidangnya, orang yang tidak memiliki komitmen moral memajukan pendidikan, dan tidak menunjukkan sikap mencintai negeri Pelalawan ini," tegasnya
Untuk itu, PTMP berharap kepada pengambil kebijakan tertinggi di Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan untuk mengistirahatkan Syafrudin dari jabatan Kadisdik, dan diberikan jabatan itu kepada orang orang yang layak dan berintegritas serta berdidikasi tinggi pada dunia pendidikan.
"Sudah lah, copotlah Kadisdik itu, kita harapkan pak Bupati untuk segera mengganti Kadisdik saat ini.demi masa depan pendidikan generasi muda Kabupaten Pelalawan, pencopotan itu mutlak dilakukan," harapnya
Namun, PTMP dapat memahami jika, Syafrudin masih dipertahankan dan di biarkan bermain lepas di lapangan  Pelalawan cerdas, Bisa saja orientasi Pemkab saat ini sudah bergeser, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai program strategis. Yang tidak dibutuhkan orang orang yang faham untuk mencapai tujuan itu.
"Kalau tidak di ganti, berarti Pemkab tidak lagi menganggap pendidikan sebagai salah satu program strategis, pendidikan hanya dipandang tidak lebih dari muatan politisnya, kita tunggu saja kehancuran sistem pendidikan di negeri ini, yang pada akhirnya, adik adik kami, putra putri Kabupaten Pelalawan yang jadi korbannya," tegas Jaka mengakhiri (Tim)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus