Adi Sukemi Diatas Angin

Peminat Puncak Beringin

Rabu,27 Juli 2016 | 10:48:00
Peminat Puncak Beringin
Ket Foto : Kader terbaik Golkar Pelalawan (Grafis)

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) - Di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar)Kabupaten Pelalawan, HM Harris sudah menduduki kursi ketua selama tiga periode, setelah memenangi Pilkada Pelalawan 2015 silam dan kembali menjalankan amanah untuk kepemimpinan pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan periode kedua, pada pertengahan 2016 ini, dirinya harus meninggalkan tampuk tertinggi kepemimpinan Golkar di Kabupaten Pelalawan. Artinya akan ada suksesi di DPD II Golkar   Pelalawan.

Dalam hitungan hari kedepan, seluruh unsur kepengurusan Golkar di DPD II maupun kepengurusan di bawahnya akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dengan agenda pemilihan Ketua dan pengurusan baru periode 2016-2021. Musda ini sendiri sudah dipersiapkan oleh kader Golkar di Kabupaten Pelalawan dengan menunjuk Baharudin sebagai Ketua Panitia Musda.

Bagi Bahar, suksesnya penyenggaraan Musda menjadi tanggung jawabnya sebagai ketua panitia. Untuk itu, persiapan dilakukan secara matang agar pelaksanaan musda berjalan dengan lancar.

“Semua sudah dipersiapkan, pelaksanaan musda akan di gelar tanggal 1 Agustus mendatang,” terang ketua panitia Musda DPD II Golkar Kabupaten Pelalawan, Baharuddin kepada Pelalawannews.combaru baru ini.

Diakui Bahar, memang jauh hari DPD Golkar II Pelalawan sudah menjadwalkan pelaksanaan Musda pada tanggal 25 Juli 2016, namun karena adanya juklak yang baru yang dikeluarkan pada Munas Golkar di Bali yang isinya menyatakan pelaksanaan Musda untuk DPD I dan DPD II seluruh Indonesia yang habis jabatan kepengurusannya tahun 2016 ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2016.

Atas dasar merujuk pada Juklak itulah, maka pelaksanaan Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Pelalawan harus diundur satu minggu kedepan, tepatnya akan dilaksanakan pada 1 Agustus.

“Sesuai dengan juklak pelaksanaan musda yang dikeluarkan pada munas di Bali lalu, semua penyelenggaran Musda harus dilaksanakan di bulan Agustus dan September, dan untuk mengikuti itu maka pelaksanaan Musda di Pelalawan terpaksa di undur menjadi tanggal 1 Agustus,” lanjutnya

Selain berbicara tentang jadwal dan agenda Musda, Bahar juga menjelaskan tentang esensi dari pelaksanaan Musda itu sendiri terkait calon Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pelalawan, menurutnya sesuai mekanisme yang berlaku di tubuh Partai Golkar, syarat untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua Golkar harus didukung oleh 30 persen dari seluruh pemegang hak suara.

Di dalam Musda Golkar Pelalawan, ada 17 pemegang hak suara, yakni 12 DPC, DPD II dengan 1 hak suara , DPD I dengan 1 hak suara, dan 3 hak suara di pegang oleh organisasi sayap, dengan syarat dukungan ini,  paling banyak hanya tiga orang kader Golkar  hanya dapat maju untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar.

“Ada 17 pemegang hak suara, dari DPC yang berjumlah 12, DPD I satu suara, DPD II satu suara dan organisasi sayap partai yang berjumlah tiga dengan masing masing satu hak suara,” imbuhnya

Selain syarat dukungan, lamanya kader tersebut tercatat di kartu Anggota Partai Golkar juga ikut menentukan kader tersebut dapat maju sebagai calon atau tidak, hal ini telah di tegaskan di dalam AD/ART partai bahwa syarat mengajukan diri sebagai calon ketua harus telah menjadi kader Partai Golkar selama lima tahun.

“Menjadi kader selama lima tahun menjadi syarat mutlak untuk dapat mengajukan diri sebagai calon ketua di Musda, itu juga tercantum di juklak,” tandasnya

Melihat figur figur politisi Beringin Kabupaten Pelalawan saat ini, Partai Golkar di negeri Seiya sekata ini tidak kekurangan orang yang diyakini mampu memimpin Golkar lima tahun ke depan. Selain nama nama kadernya yang duduk di dewan dengan segudang pengalaman, seperti Nasarudin yang menjabat Ketua DPRD, Eka Putra Ketua Komisi I, Imustiar yang menjabat ketua Komisi III.

Nama nama itu telah malang melintang di peta politik Pelalawan dan di Golkar khususnya. Maka jika mereka berkeinginan menyatakan akan maju, syarat pencalonan tidak terlalu sulit dipenuhi.

Apakah tiga kader terbaik Golkar Pelalawan ini akan mencatatkan namanya di papan pencalonan Ketua DPD Golkar Pelalawan nanti ?

Tentu keputusan tersebut hanya dapat di ketahui saat Musda terlaksana tanggal 1 Agustus mendatang. Namun ada catatan penting dalam pengkaderan kepemimpinan Golkar Pelalawan yang sudah di tebak alur ceritanya. Tiga punggawa DPRD Pelalawan dari Partai Golkar  saat ini dipastikan tidak akan maju dalam pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di DPD Golkar Pelalawan. Ada satu syarat yang tidak tersurat dalam kebudayaan politik warisan Orde Baru. Inilah yang jadi pengganjal Nasarudin dkk untuk maju di Musda Golkar Pelalawan. Sang kreator politik Golkar Pelalawan, HM Harris diprediksi tidak akan memberikan restunya kepada tiga politisi didikannya. Lantas siapa yang di persiapkan jadi suksesor Harris.

Sejak helat pemilukada Pelalawan 2015 lalu, mantan anggota DPR RI asal Pelalawan Adi Sukemi yang juga putra kedua dari Ketua DPD II Golkar saat ini, terlihat selalu mendampingi sang ayahanda di berbagai pertemuan politik pendukung Harris Zardewan kala itu.

Ketua DPD Golkar saat ini HM Harris jauh hari sudah mempersiapkan putra mahkota untuk mewarisi kekuasaan di politik Pelalawan,  perebutan kursi ketua KNPi Pelalawan jadi bukti bagaimana HM Harris menempatkan Adi Sukemi on the track. Walau akhirnya kepengurusan KNPI Pelalawan tak sepenuhnya dikuasainya, karena KNPI Pelalawan terbelah menjadi dua dan saling klaim, kubu Adi Sukemi dan KNPI versi Indra Kampe. Meski demiikian ini menjadi pijakan kaki bagi Adi Sukemi untuk merebut posisi bergengsi di ranah politik Kabupaten Pelalawan.

“Sudah sangat jelas bagaimana pak Harris mempersiapkan Adi Sukemi untuk memimpin Golkar, seperti mendukungnya kepada Adi Sukemi untuk merebut kursi ketua KNPI, itu langkah permulaan saja, langkah besarnya ya untuk Golkar Pelalawan ini,” terang sumber SP yang merupakan orang dalam di Partai Golkar yang tak mau di sebutkan namanya.

Masih menurut sumber ini, walau Nasarudin yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Pelalawan sering disebut anak emasnya HM Harris, dan begitu juga dengan Eka Putra dan Imustiar yang dapat disebutkan sebagai orang yang paling loyal kepada sang ketua, namun itu bukan jadi penentu pertimbangan jatuhnya restu untuk maju di Musda Golkar.

“Orang orang itu (Nasar, Eka dan Imustiar)  tidak akan berani maju tanpa restu dari pak Harris, mereka di besarkan oleh pak Harris, mustahil mereka melawan pilihan bapak,” sambung sumber ini

Keraguan kader Golkar akan langkah politik Nasarudin di Musda Pelalawan dibantah ketua Adkasi ini, menurut Nasar, sebagai kader Golkar dirinya juga merasa terpanggil untuk membesarkan Golkar. Panggilan yang datang dari Musda ini akan akan dimanfaatkannya untuk berpartisipasi dalam suksesi kepeimpinan di tubuh Partai Golkar.

“Sebagai kader partai yang memiliki keinginan untuk membangun Golkar dan Kabupaten Pelalawan saya nyatakan maju di musda nanti itu ada,” tegas Nasar

Masih menurut Ketua DPRD Pelalawan dalam ini, untuk saat ini, dirinya belum melakukan sosialisasi pencalonan kepada kader Golkar di Pelalawan maupun kepada pemilik hak suara di Musda nanti. Dirinya masih ingin melihat dinamika politik yang berkembang sepekan kemudian sebelum pintu pencalonan ditutup.

“Belum ada mencari dukungan, kita lihat saja nanti,” tambahnya

Ketika niat Nasar maju di Musda Golkar nanti, dirinya mengusung jargon bersama memajukan Pelalawan. hal didasarkan atas keinginan untuk memajukan Kabupaten Pelalawan lebih baik lagi di masa akan datang melalui bendera Partai Golkar. “Jargon saya bersama memajukan Pelalawan,”bebernya

Senada dengan Nasar, sejawatnya di DPRD Pelalawan yang mengetuai Komisi I, Eka Putra tak mau ketinggalaan memperebutkan kursi penuh gengsi ketua DPD Golkar Pelalawan. diakui Eka, dirinya siap bertarung dengan kandidat lain untuk dalam Musda Golkar Pelalawan guna memilih ketua umum periode lima tahun kedepan.

“Saya maju di Musda nanti,” kata Eka

Meski sudah terbersit keinginan untuk maju, Eka belum berani mengklaim dukungan dari kader kader lain pemegang hak suara. Namun komunikasi kearah meminta dukungan sudah di lakukannya. Dan semuanya diserahkannya kembali ke pemegang hak suara.

“Komunikasi sudah dilakukan sebatas silaturahmi dengan para pemegang hak suara, sejauh ini belum ada dukungan resmi,di tunggu saja tanggal mainnya,”tuturnya

Dengan tidak beraninya dua politisi Golkar Pelalawan ini mengklaim akan mendapatkan dukungan dari DPC dan suara organisasi sayap, seakan tersirat keraguan mereka untuk maju di pertarungan memperebutkan kursi ketua DPD II Partai Golkar Pelalawan. Hal itu wajar karena yang akan mereka hadapi adalah putra mahkota sang ketua.

Sebagaimana disampaikan oleh sumber SP dari orang dalam Golkar bahwa jika ada calon lain selain Adi Sukemi yang menyatakan niat untuk maju itu hanya sebatas ikut menghangatkan suasana saja, tidak lebih dari itu.

“Keinginan bapak (HM Harris) anaknya yang pimpin Golkar Pelalawan, kader lainnya tidak akan berani, jika yang menyatakan maju saat ini itu untuk memanasi saja, kita lihat di hari H nanti, semua pemilik hak suara akan mengarah ke Adi Sukemi,” simpulnya  

halnya dengan kader terbaik partai Golkar dari Kecamatan Kerumutan, Imustiar belum ada pernyataan resmi untuk maju di Musda Golkar nanti, dengan mendapat suara terbesar dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 silam dibandingkan suara suara yang didapatkan oleh anggota dewan lainnya, seharusnya membuat Imustiar pede untuk menyatakan niatnya maju di Musda Golkar.

Saat dihubungi SP via seluler, Sabtu (23/7) kemarin, Imustiar memilih sikap bungkam.  Sambungan telpon SP tak diangkatnya, begitu pula dengan pesan pendek yang dikirim untuk konfirmasi terkait apakah dirinya maju atau tidak sebagai calon di Musda Golkar sampai naik cetak belum juga dibalasnya.

Proses Adi Sukemi memimpin Golkar akan berjalan mulus, The Next Harris ini diprediksi nyaris tanpa tandingan di Musda Golkar Pelalawan nanti. Musyawarah Daerah yang tidak lama akan di gelar itu hanya akan jadi acara formalitas untuk mengaklamasi dukungan pemilik hak suara kepada mantan anggota DPR RI ini.

Ketika SP mengkonfirmasi keseriusan Adi Sukemi untuk maju di Musda nanti, via seluler Jum at (22/7) mengatakan bahwa dirinya serius untuk maju sebagai kandidat calon ketua DPD II Golkar Kabupaten Pelalawan di Musda tanggal 1 Agustus mendatang.

“Saya serius untuk maju, keinginan ini dilatar belakangi niat untuk membangun Kabupaten Pelalawan lebih baik lagi, dan membesarkan partai Golkar,” kata Adi  Sukemi

Untuk mengsinkron keseriusannya itu dengan syarat yang ditetapkan partai yakni harus mendapatkan dukungan sebesar 30 persen pemilik hak suara, sejauh ini lobi lobi politik sudah dilakukannya, baik itu kepada DPC maupun kepada organisasi sayap yang juga memiliki hak suara sama.

“Sudah dilakukan silaturahmi dengan DPC dan organisasi sayap, komunikasi yang dilakukan lancar,”lanjutnya

Sinyal positif dari pemegang hak suara itulah yang membuatnya optimis menyatakan keinginan untuk maju sebagai calon. “Sebagian DPC sudah menyatakan dukungannya, namun angka pasti belum di hitung, yang pasti mereka ada yang sudah menyatakan akan mendukung saya,”ujarnya optimis

Ditambahnya, selain syarat dukungan, Adi Sukemi merasa bukan kader baru di partai beringin, menjadi wakil rakyat di DPR RI satu periode menjadi bukti bahwa dirinya memang kader tulen Golkar.

“Saya pernah menjabat satu periode sebagai pengurus Golkar, untuk syarat lima tahun sebagai kader tidak ada masalah,” umbarnya

Semakin terangnya jalan menuju Golkar Pelalawan 1, membuat kakak kandung dari anggota DPRD Riau Sawitri ini sudah menyiapkan rencana kerja di kepemimpinannya nanti. Dalam semangat besarnya itu, Adi Sukemi berkeinginan menjadikan partai Golkar sebagai partai yang dipercaya oleh masyarakat.

Baginya, walau saat ini Partai Golkar sebagai partai pengisi kursi terbanyak di DPRD Pelalawan bukan berarti harus berpuas diri dengan perolehan itu, untuk menatap pileg 2019 tentunya harus memiliki target yang lebih besar lagi untuk membangun partai.

“Kita bangun Partai Golkar lebih besar lagi, dan dipercaya masyarakat, agar itu tercapai kita perkokoh hubungan antar pengurus internal partai,”pungkasnya

Laporan : Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus