Visi dan Misi BPBPKD Pelalawan Minimalisir Potensi Bencana

Minggu,19 Juni 2016 | 09:51:00
Visi dan Misi BPBPKD Pelalawan Minimalisir Potensi Bencana
Ket Foto : Bupati Pelalawan HM Harris di tengah pemadaman api ketika terjadi kebakaran lahan dan hutan di wilayah Kabupaten Pelalawan

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah Kabupaten Pelalawan yang bertanggung jawab atas penanggulangan potensi bencana, baik pencegahan, sistem penaggulangan bencana yang terjadi maupun pemulihan dari dampak bencana dan terakhir bertanggung jawab kepada sistem pemadaman kebakaran di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan dengan luas 1.392.494,29 Hektar dan di huni oleh 432.000 jiwa. Serta melalukakn koordinasi secara intens dengan petugas pemadam kebakaran yang dimiliki oleh perusahaan perusahaan yang ada di Kabupaten Pelalawan untuk bersama sama melalukan cegah dini dan antisipasi atas bencana kebakaran lahan dan hutan.

Sebagai garda terdepan dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan kenyaman kepada masyarakat nya dari ancaman bencana, Badan Penggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah Kabupaten Pelalawan memiliki semangat dan motivas yang tinggi untuk memisahkan masyarakat kabupaten pelalawan dan berbagai bentuk bencana.

Dengan mengusung  misi “Terwujudnya masyarakat Kabupaten Pelalawan yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana” serta merta mengedepankan empat misi utama yakni mengurangi resiko bencana,  menyelengarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh, memulihkan dampak bencana secara fisik dan psikologis, menyelenggarakan sistem pemadaman kebakaran.

Dibawah komando Kepala BPBPKD Hadi Penandio, seluruh personil penanggulangan bencana dan personil pemadam kebakaran siap menjalankan tugas dan tanggung jawab kapan saja diperlukan, tanpa melihat medan, tanpa pamrih dan ikhlas harus meninggalkan rumah dan keluarga tercinta untuk menjalan misi BPBKD Kabupaten Pelalawan.

Dalam mendukung semangat Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dalam upaya penangulangan bencana di daerah, selain semangat dan motivasi juga diperlukan sistem managerial administrasi, birokrasi dan kerjasama seluruh team penangulangan bencana dan pemadam kebakaran dalam satu misi dan visi.

Untuk mewujudkan visi dan misi BPBPKD, diperlukan Program kerja yang menjadi acuan bagi pegawai di kantor maupun personil di lapangan, dengan harmonisasi kerja yang saling berkaitan  itu diharapkan akan memberika kemudahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing masing personil, bagian dan bidang tugas di dalam satu instansi pemerintah daerah ini.

BPBPKD Kabupaten Pelalawan menetapkan 11 program kerja, diantaranya program kerja terkait pelayanan administrasi perkantoran, peningkatan sarana dan prasana aparatur, peningkatan kualitas sumber daya aparatur menjadi salah satu dari progam kerja instansi ini agar memiliki kinerja yang optimal dengan disertai upaya perbaikan tingkat kesejahteraan pegawai dan personil di lapangan.

Sebagai garda terdepan penanggulangan bencana dan kebakaran di negeri amanah seiya sekata ini, diperlukan perpaduan yang serasi antara kerja pikiran dan fisik personil khususnya bagi personil di lapangan.

Untuk itu dibutuhkan keahlian khusus dalam mengantipasi, menggulangi, serta memulihkan dampak dampak pasca bencana, keahlian ini terus dilatih, diasah sehingga menjadi ketrampilan yang harus dimiliki oleh setiap personil BPBPKD Kabupaten Pelalawan. pun begitu dengan fisik personil, yang di tuntut harus fit dan bertahan di setiap medan bencana.

Untuk mencapai itu semua, satu satunya syarat untuk menjaga keselarasan atas sikap tanggap dalam mengambil keputusan ketika bencana itu tak terelakkan dengan dukungan kondisi fisik yang fit, untuk itu sangat dibutuhkan kedisplinan aparatur.  Peningkatan kedispilan aparatur ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam program kerja BPBPKD.

Program berikutnya dititik beratkan kepada beban kerja bagi personil yang bertungkus lumus dalam upaya menanggulangi bencana, memadamkan api, dan melakukan proses evakuasi korban korban bencana di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan, baik di daerah bencana kebakaran hutan, banjir maupun kebakaran di daerah pemukiman warga.

Program peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran, perencanaan pembangunan daerah rawan bencana, pencegahan dan penanggulangan korban bencana alam, pengembangan data dan informasi dan terakhir program Program pengendalian kabakaran hutan merupakan tugas pokok dan fungsi dari Badan Pennangulangan Bencana dan Pemadam kebakaran Daerah.

Saat ini, berdasarkan data dari Bidang Umum BPBPKD Kabupaten Pelalawan, pada tahun 2015, badan pemerintah daerah ini memiliki 89 personil yang bertugas d lapangan, 39 personil mendapatkan tugas pokok penanngulangan bencana, 40 personil tanggung jawabnya sebagai pemadam kebakaran yang ditempatkan di dua  posko, yakni posko utama di kantor BPBPKD di komplek perkantoran Bhakti Praja Pangkalan Kerinci sebanyak 30 personil, 10 personil lagi ditempatkan di posko Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras. Dan 10 personil lagi di cadangkan sebagai personil pendukung yang stand by di Posko Utama.

Untuk peralatan kerja, personil BPBPKD dibekali dengan berbagai jenis kendaraan operasional, seperti mobil pemadam kebakaran sebanyak lima unit, mobil serbaguna BNPB satu unit, mobil operasional Rescue BNPB satu unit, Mobil operasional BPBPKD satu unit, mobil water tank dua unit, dan kendaraan roda dua bantuan dari BNPB sebanyak dua unit.

Dalam melakukan pemadaman api pada saat terjadi kebakaran, di Posko pemadam kebakaran sudah dilengkapi dengan  15 unit mesin protabel, lima unit Floating Pump, Fire house sebanyak 63 roll, Nozzle sebanyal 19 unit, Difiding tujuh unit, speed boat dua unit, tenda pengungsi empat unit, tenda keluarga 30 unit, velbed 50 unit, dan alat komunikasi (Rig/HT) 15 unit.

Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPKD) kabupaten Pelalawan telah menyiapkan berbagai rencana aksi dalam menghadapi terjadi Karhutla yang sering terjadi di musim kemarau.

Sejumlah aksi yang sudah dipersiapkan yakni melakukan sosialisasi secara berkelanjutan, perekrutan ratusan relawan bencana, patroli dan pembentukan posko bencana Karlahut serta persiapan lainnya dalam mengantisipasi terjadinya potensi-potensi Karhutla.

Kepala BPBPKD Pelalawan, Hadi Penandio mengatakan, guna memberikan imbauan antisipasi terhadap bahaya terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di 12 kecamatan yang ada dikabupaten Pelalawan. selain itu, BPBPKD aktif dalam membina para relawan yang tersebar di setiap desa di Kabupaten Pelalawan ini.
"Berbagai upaya pencegahan dini kita lakukan, untuk antisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan," terangnya.

Dijelaskan mantan Assisten I Setda Pelalawan ini, patroli di lapangan dengan membawa peralatan pemadam kebakaran kelokasi-lokasi titik rawan terjadi Karhutla di yang ada di wilayah Kabupaten Pelalawan ini sudah menjadi agenda rutin personil BPBPKD Pelalawan.

"Di samping kegiatan Patroli tersebut, kita juga sudah membentuk posko bencana Karhutla di 12 kecamatan. Selain itu, kita juga sudah mendirikan posko induk bencana di kabupaten Pelalawan. Jadi, semua petugas dan relawan bencana yang ditempatkan disetiap posko bencana tersebut, telah siap untuk melakukan aksi pemadaman kebakaran lahan dan hutan," tandasnya.

Bertolak dai kejadian bencana kebakaran lahan dan hutan yang terparah dalam sejarah kebakaran lahan dan hutan di Riau pada tahun 2015 silam, membuat segenap unsur di Forkompinda Riau, Forkompinda Kabupaten/kota se Riau bertekad dan bersama sama mengantisipasi terjadinya kejadian serupa.

Salah satu langkah antisipasi yakni dengan pembangunan kanal bloking, yang melibatkan seluruh personil TNI dan Polri, Bazarnas, BPB Riau, BPBPKD Kabupaten Pelalawan, Masyarakat Peduli Api, personil pemadam kebakaran dari perusahaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pelalawan.

Pembuatan sekat kanal yang dilakuakn dengan semangat gotong royong pada akhir Maret lalu turut dihadiri oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, bersama Danrem 031/WB, Brigjen TNI Nurendi, Kapolda Riau, didampingi Bupati Pelalawan, HM Harris, Kapolres Pelalawan  beserta Forkompinda yang dilaksanakan di  di Desa Terusan Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci

Bupati Pelalawan mengungkapkan sekat kanal tersebut menjadi upaya pencegahan terjadinya kembali kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) seperti yang pernah terjadi di tahun 2015 lalu. Pembuatan sekat kanal di targetkan  sebanyak 100 kanal bloking, namun diharapkan dengan partisipasi  seluruh perusahaan, angka tersebut menjadi bertambah.

“Karena memiliki manfaat yang sangat besar dalam antisipasi terjadi kebakaran lahan dan hutan, dengan semnagat gotong royong kita buat 100 kanal bloking di Kabupaten pelalawan, terima kasih kita ucapkan kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan kanal bloking.” kata Harris (Adv/Ayumi)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus