Pelalawan Sehat Masih Cacat

Minggu,29 Mei 2016 | 02:43:00
Pelalawan Sehat Masih Cacat
Ket Foto : Ilustrasi

PANGKALAN KURAS (PNC) - Lima tahun berjalan, 7 program strategis yang dicanangkan oleh Bupati Palalawan, HM Harris belum sepenuhnya berjalan dengan baik, salah satunya adalah program Pelalawan Sehat.

Jika dipandang dari pelayanan, memang sulit untuk memahami bagaimana pelayanan kesehatan yang diinginkan oleh masyarakat, bahkan karena sedikit permasalahan, pelayanan bisa dinilai cacat di mata masyarakat.

Kekecewaan masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan terjadi di Puskesmas Pangkalan Kuras, lebih tepatnya berada di Kelurahan Sorek I, sebagian masyarakat kecewa dengan pelayanan ambulance yang disediakan pemerintah itu.

Belakangan beredar kabar pelayanan yang diberikan ambulance puskesmas masih memungut biaya dari masyarakat, baik masyarakat umum, bahkan masyarakat yang menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Junaidi (51), salah seorang warga Kelurahan Sorek I, kepada Seputar Pelalawan mengeluhkan pelayanan ambulance di tempatnya, dimana sebelum berangkat, ia harus membayar uang minyak dan uang jasa supir untuk mengantarkan ke RSUD Selasih.

Padahal menurut Junaidi yang juga supir ambulance di salah satu Puskesmas itu menjelaskan bahwa uang jasa sopir dan minyak ambulance sudah dianggarkan pemerintah, jadi masyarakat tidak dipungut biaya lagi.

"Setahu saya biaya operasional untuk mengantarkan pasien ataupun menjemput pasien itu sudah ada, jadi tidak perlu lagi dipungut," ulasnya.

Memang, belakangan ini anggaran untuk operasional ambulance Puskesmas belum cair, namun di tempatnya bekerja tidak pernah membebankannya pada masyarakat yang akan memakai fasilitas kesehatan itu.

Biasanya dikatakan Junaidi, menjelang biaya operasional tersebut cair, pihak puskesmas mencarikan anggaran talangan, sehingga tidak membebani masyarakat yang sedang dilanda musibah.(I-Tob)

 

Lebih lanjut baca Seputar Pelalawan Edisi 104 Senin (30/5)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus