Heboh Heboh TPP Pejabat Pemkab Pelalawan

Fitra Riau Sebut Petunjuk BPK Salah Kaprah

Kamis,07 April 2016 | 09:54:00
Fitra Riau Sebut Petunjuk BPK Salah Kaprah
Ket Foto : Koordinator Fitra Riau, Usman

PANGKALANKERINCI (SP) - Kebijakan Pemkab Pelalawan untuk membayar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang bervariasi kepada sejumlah pejabat menuai keberatan dari sejumlah pejabat eleson di Pemkab Pelalawan.

Keberatan muncul di sebabkan perbedaan yang sangat signifikan antara pejabat yang satu dengan nilai TPP pejabat lainnya.

Sejumlah pejabat mencurigai bahwa faktor kedekatan dan keterlibatan dalam menyusun angka TPP itu menjadi penentu tinggi nya nilai TPP yang diterima.

"Yang menerima besar karena dekat dekat Sekda, dan faktor lainnya karena ikut orat oret dalam penyusunan TPP," ujar salah seorang pejabat Pemkab yang enggan disebutkan namanya.

Kepada sejumlah awak media, Sekdakab Pelalawan Tengku Mukhlis memberi alasan bahwa penentuan TPP telah berdasarkan aturan yang berlaku, dan sesuai petunjuk BPK.

"Tidak ada masalah dengan TPP, karena sudah sesuai dengan Perbup, dan sesuai dengan petunjuk BPK," ujar Tengku Mukhlis, Rabu (6/4).

Terkait dengan persoalan TPP, Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Usman kepada SP, Kamis (7/4) mengatakan bahwa jika ada petunjuk dari BPK dijadikan sebagai dasar kebijakan penetuan TPP oleh Pemkab Pelalawan, BPK sudah salah kaprah, tidak lagi berkerja sesuai dengan tupoksinya.

"BPK itu di bentuk sebagai lembaga audit, tupoksinya bukan mengeluarkan rekomendasi yang dipakai sebagai acuan kebijakan Pemerintah daerah" terangnya

Usman juga menyangsikan BPK melampaui wewenangnya untuk memberi arahan terkait penggunaan anggaran, jika ada statemen pejabat BPK itu tidak boleh lebih dari sekedar mengingatkan.

"BPK harus profesional, jangan sampai memberi ruang kepada pemerintah daerah untuk menghamburkan uang negara, begitupun kepada pemerintah daerah jangan sampai kebijakan tersebut berpotensi tersandung hukum. Yang akhirnya merusak arah pembangunan," pungkasnya (Apon/Fadli)

Selengkap baca di... Seputar Pelalawan, Senin, 11 April 2016

Tulis Komentar
comments powered by Disqus