Pastikan Laporan Masyarakat

Kejaksaan Akan Periksa Disperindagsar

Senin,28 Maret 2016 | 10:05:00
Kejaksaan Akan Periksa Disperindagsar
Ket Foto : Pasar baru Sorek Satu bantuan revitalisasi dana pembantuan Kementerian Perdagangan yang dinilai sarat penyimpangan

PANGKALAN KURAS (SP) - Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Yuliza Antoni, SH menegaskan pihaknya akan melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan revitalisasi pasar sorek I.

Paninjauan tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat tentang tidak sesuainya anggaran yang dikucurkan dengan hasil pembangunan revitaslisasi pasar rakyat Sorek I kelurahan Sorek I Kecamatan Pangkalan Kuras yang dibangun pada tahun 2015 lalu.

Kepada Seputar Pelalawan, Yuliza Antoni mengatakan pihaknya sudah mengkonfirmasi terkait laporan masyarakat tersebut pada pihak Dinas Perdagangan, Industri dan Pasar (Disperindagsar) selaku pengguna anggaran.

"Kita sudah melakukan konfirmasi tentang anggaran itu, kita sudah mengutus satu orang petugas untuk mengambil Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dari pembangunan pasar itu," ulasnya.

Setelah memiliki RAB, ia mengatakan akan mengkonsultasikan RAB tersebut dengan pihak yang berkompeten, sehingga bisa diketahui apakah laporan atas kecurigaan masyarakat itu benar adanya.

Konsultasi itu, disebutkan Yuliza Antoni karena pihaknya sama sekali tidak mengetahui mengenai RAB dan spek dari sebuah pembangunan, sebab mereka hanya mengetahui dari sisi hukum saja, maka daripada itu pihaknya membutuhkan tenaga ahli untuk memeriksanya.

Setelah dicocokkan dengan kondisi bangunan di lapangan, Yuliza Antoni menegaskan barulah pihaknya bisa memutuskan apakah ada penyelewengan atau tidak.

"Kalau nantinya memang terbukti, tentu akan kita proses lebih lanjut dan akan memanggil pihak yang bertanggungjawab. Untuk itu kita terlebih dahulu akan melakukan konsultasi dengan ahlinya," tegas Yuliza.

Sebagaimana yang diungkapkan Tarmizi (45) salah seorang pedagang Pasar Sorek I mengaku ukuran lapak atau los yang dibangunkan itu terlalu kecil, ditambah lagi tidak sesuai dengan jumlah pedagang yang ada saat ini.

Apalagi, Tarmizi mengatakan pembangunan los dan beberapa fasilitas kecil lainnya dengan besaran anggaran hampir Rp 5 miliar itu tidak cocok, hal ini tentunya menjadi perhatian para pedagang.

"Kita melihat pembangunan pasar ini tidak sesuai dengan anggrannya, bayangkan saja, dengan biaya Rp 5 miliar, jumlah los atau lapak yang tersedia tidak sampai 100 unit, ini patut dipertanyakan," terangnya.

Tarmizi juga mengungkapkan, jika memang pemerintah ingin membantu pedagang tentunya bukan dengan bentuk seperti itu, sebab dinilai masih mengambil keuntungan dari pembangunan yang diperuntukkan bagi masyarakat.

"Kita berharap pemerintah yang wajar-wajar saja melakukan pembangunan, tapi kalau untuk yang satu ini, kita sangat tidak yakin bisa menghabiskan anggaran sedemikian besar, kita sangat yakin ada penggelembungan dana dalam pembangunan pasar baru ini," tandasnya.

Sebagaimana yang diketahui, Revitalisasi pasar rakyat baru Sorek I di Kelurahan Sorek I Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan sebesar Rp 4,7 miliar dengan menggunakan anggaran dari APBN.

Pantauan Seputar Pelalawan di lapangan, dengan dana hampir mencapai Rp 5 miliar itu hanya bisa membangun 80 unit los dan 8 unit kios, rehab satu unit mushallah, 2 WC, dan satu unit kantor.(F11)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus