Desa Bebas Api Membara, MPA Binaan RAPP Mati Suri

Minggu,27 Maret 2016 | 08:55:00
Desa Bebas Api Membara, MPA Binaan RAPP Mati Suri
Ket Foto : kebakaran lahan

TELUK MERANTI (SP) - Masyarakat Desa Segamai Kecamatan Teluk Meranti merasa senang ketika PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyatakan niatnya untuk membina masyarakat, membebaskan mereka dari bahaya kebakaran lahan dan hutan (karlahut). Masyarakat Peduli Api (MPA) pun dibentuk RAPP sebagai wadah untuk mengikutsertakan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karlahut diwilayah mereka. Masyarakat di berikan tanggung jawab dan di doktrin untuk menjadi garda terdepan menyelamatkan lahan dan hutan dari amukan si jago merah.

Untuk menjaga semangat masyarakat yang tergabung dalam MPA tetap konsisten dalam mencegah, mengantisipasi dan memadamkan api, RAPP mengeluarkan program Desa Bebas Api, Desa Segamai menjadi salah satu desa yang dibina oleh perusahaan bubur kertas terbesar Asia Tenggara ini. Kepada desa desa yang dipetakan sebagai desa bebas api diberikan reward sebesar Rp. 100 juta. Penyerahan reward dilakukan dalam suasana kemeriahan, diliput oleh media media besar, diserahkan oleh Plt Gubernur Riau, disaksikan oleh Bupati Pelalawan, walau belakangan di ketahui sampai saat ini reward Rp. 100 juta masih nyangkut di dahan Akasia RAPP.

"Ya, desa kami masuk dalam desa bebas api binaan RAPP, kalau tahun 2015 silam kita diberikan hadiah sebesar seratus juta rupiah karena desa kita tidak terbakar, sayangnya hadiah itu sampai sekarang belum kami terima,"terang Kades Segamai Azwir kepada SP beberapa waktu yang lalu.

Di awal tahun 2016, beberapa daerah tetangga sempat dikejutkan dengan ditemukan beberapa titik api, sayangnya wilayah Kabupaten Pelalawan bersih dari pantauan satelit NOAA.

Tak bertitik api, langsung di klaim oleh RAPP sebagai keberhasilannya dalam membina desa desa di Kabupaten Pelalawan melalui desa bebas api dan menggalakkan peran serta MPA.

"Beberapa Kabupaten tetangga terjadi kebakaran lahan dan hutan, sedangkan di Kabupaten Pelalawan tidak ada, ini bukti keberhasilan RAPP dalam program desa bebas api," ujar Humas RAPP, Disra Aldrick saat diminta tanggapannya terkait desa bebas apai di Teluk Meranti baru baru ini.

Keberhasilan yang dibangga bangga kan RAPP talk bertahan lama, Senin (21/3) pekan lalu, personil pemadam api RAPP berjibaku memadamkan api di desa Segamai, desa yang selama ini dibina perusahaan April Grup ini dalam program desa bebas api.

"Hari senin kemarin, hari terakhir kita memadamkan api, yang sempat berkobar selama dua minggu di desa Segamai," terang Kades Segamai Azwir kepada SP, Kamis (24/3).

Masih dikatakannya, pemadaman api yang dibantu dengan peralatan dan personil damkar RAPP hanya dapat memadamkan api yang kasat mata saja, sekita 90 persen, sisanya tidak dapat terlihat, karena wilayah yang terbakar tersebut diatas lahan gambut.

"Yang bisa dipadamkan sekitar 90 persen, yang sepuluh persen masih menjadi ancaman bahaya , yang dapat membakar kami kapan saja," ungkapnya seraya menambahkan saat ini personil dan perlatan damkar RAPP telah di tarik dari Desa Segamai.

Ketika di singgung peran MPA binaan RAPP didesanya, Azwir mengungkapkan kekecewaannya tersebab tidak adanya perhatian RAPP terhadap MPA di desanya. "Tidak ada lagi Masyarakat Peduli Api, cerita RAPP saja tu. Masyarakat sudah tidak peduli lagi terhadap api, saat terjadi kebakaran tidak ada MPA disitu," bebernya

Humas PT. RAPP Disra Aldrick membenarkan kebakaran lahan yang terjadi di desa bebas api binaan RAPP. "Ya, Desa Segamai memang masuk desa bebas api binaan kita," ujarnya

Saat terjadi kebakan, tim pemadam kebakaran RAPP langsung diterjunkan untuk memadamkan api.

"Ada lima personil yang turun untuk memadamkan api, saat ini sudah kita tarik dari Segamai,"pungkasnya (Erik)
 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus