Pentingnya Arsip Bagi Daerah

Pelalawan Butuh Tenaga Arsiparis

Senin,29 Februari 2016 | 02:23:00
Pelalawan Butuh Tenaga Arsiparis
Ket Foto :

PANGKALAN KERINCI (PNC) - Arsip merupakan pusat ingatan setiap organisasi/instansi bahkan untuk sebuah pemerintahan, apabila arsip yang dimiliki tidak dikelola dengan baik ataupun diabaikan, maka akibatnya akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kearsipan, Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pelalawan, Effendy Sahat, menyebutkan saat ini tenaga arsiparis di Kabupaten Pelalawan sama sekali tidak ada, padahal tanaga arsiparis sangat dibutuhkan.

Bahkan, untuk Kantor Arsip dan Perpusatakaan sendiri tidak memiliki tenaga tersebut, hingga saat ini pihaknya hanya mengikuti beberapa pelatihan tentang kearsipan.

"Kita belum memiliki tenaga arsiparis, sementara tenaga tersebut sangat dibutuhkan untuk satu daerah, bahkan untuk satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga harus memiliki satu orang yang khusus membidangi kearsipan," tandasnya.

Memang, Effendy yang didampingi Kasi Akusisi dan Pengelolaan Arsip, Hijra Mardhia mengatakan sudah pernah melakukan bimbingan teknis (Bimtek) tentang bagaimana cara mengelola arsip yang baik yang benar.

Kendati demikian, ia menyebutkan Bimtek tersebut tidak berjalan dengan maksimal, pasalnya untuk menjadi seorang arsiparis bukanlah hal gampang, sehingga tidak bisa dipelajari dengan mengikuti bimtek.

"Kebanyakan arsip yang ada di kantor-kantor dan SKPD sudah banyak yang hilang, dengan adanya satu orang tenaga arsiparis hal itu bisa terjaga dnegan baik," ulasnya.

Disisi lain, mengenai arsip-arsip yang menyangkut sejarah daerah Pelalawan, Effendy menyebutkan sudah banyak yang hilang, pasalnya seiring perkembangan zaman, arsip tidak lagi dianggap sebagai kegunaannya.

Bahkan ada sebagian masyarakat yang memiliki arsip penting tentang sejarah Pelalawan yang menjual ke loakan, sehingga banyak arsip yang sudah hilang. Hal ini tentunya sangat penting untuk diperhatikan.

"Bagi arsip-arsip yang ada di tangan masyarakat kita harapkan untuk terus menjaganya, sebab hal itu sangat penting. Langkah yang sudah kita lakukan adalah memberikan pengertian pada Kepala Desa dan Lurah, agar masyarakat bisa menjaga demi kelestarian arsip daerah," ulasnya.

Kepada masyarakat, Mardhia menegaskan pihaknya tidak akan menyita ataupun mengambil arsip yang ada di tangan masyarakat, bahkan jika masyarakat ingin menjualnya sebaiknya dilaporkan dulu pada pemerintah, sehingga tidak jatuh ke tangan orang lain.

"Masyarakat jangan risau, kita tidak akan mengambil arsip yang ada di tangan masyarakat, kita hanya mendata. Kalau untuk arsipnya silahkan disimpan oleh pemilik arsip tersebut," pungkasnya.(Ali)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus