Gangguan Jaringan

Pelanggan BUMD Tuah Sekata Diharapkan bersabar

Senin,29 Februari 2016 | 02:18:00
Pelanggan BUMD Tuah Sekata Diharapkan bersabar
Ket Foto :

PANGKALAN KERINCI (PNC) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata imbau konsumen yang menggunakan listrik untuk bersabar karena sering terjadi padam, hal tersebut bukanlah hal yang disengaja, namun karena adanya gangguan jaringan dari PT Riau Prima Energi (RPE).

Direktur BUMD Tuah Sekata, Sanusi Ariyanto, menyebutkan saat ini terdapat gangguang pada jaringan PT RPE ke BUMD, sehingga pasokan ke rumah-rumah masyarakat yang menjadi konsumen BUMD menjadi terganggu untuk sementara waktu.

Dalam menanggulangi gangguan jaringan tersebut, saat ini PT RPE disebutkan Sanusi sudah melakukan pengecekan gangguan di sejumlah titik jaringan, namun belum menemukan titik gangguan itu.

"Kita berharap pelanggan kita tetap bersabar, sebab saat ini pihak PT RPE sudah melakukan pengecekan di beberapa titik yang diduga mengalami kebocoran," terangnya.

Sanusi juga menegaskan, sebelumnya pihak BUMD telah melakukan pertemuan dengan pihak PT RPE untuk membicarakan terkait gangguan pasokan listrik dan hasilnya pihak RPE berjanji segera akan memperbaiki gangguan jaringan tersebut, agar pelanggan BUMD tidak terganggu akibat pemadaman itu.

Kedepan, Sanusi berharap pelanggan BUMD yang saat ini mencapai 5 ribu lebih itu bisa bersabar dan pihak PT RPE juga segera mendapatkan titik kebocoran itu, sehingga segera diperbaiki.

"Dalam pertemuan kita dengan PT RPE, pada dasarnya pihak RPE mau untuk memperbaiki gangguan atau kebocoran jaringan listrik itu," ulasnya.

Memang, Sanusi menjelaskan dalam melakukan perbaikan, pihak PT RPE membutuhkan waktu yang cukup lama, pasalnya jaringan ke BUMD tersebut ditanam dalam tanah, jadi untuk melakukan pengecekan perlu dilakukan penggalian.

Ditambahkannya, jika dilakukan pengecekan secara global, maka waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 7 jam, jadi dalam waktu jika pengecekan itu memang harus dilakukan, maka pelanggan diharapkan dapat mengerti dengan keadaan itu.

"Pengecekan sudah berlangsung di beberapa titik, jika belum ditemukan, pihak PT RPE akan melakukan pengecekan secara global, maka dibutuhkan waktu selama 7 jam, jadi masyarakat kita harapkan dapat bersabar," tandasnya.

Sementara itu, pelanggan listrik BUMD yang berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci juga berharap pihak BUMD tidak mematikan listrik secara tiba-tiba, sebab dapat merusak alat elektronik yang sedang hidup diantaranya Televisi, Kulkas, dan AC.

Dengan demikian, jika pemadaman listrik tidak diumumkan, maka kerugian pelanggan akibat hal itu bisa sangat besar, sedangkan pihak BUMD tidak mau tahu dengan kerugian itu.

Sutarjo, salah seorang warga Pangkalan Kerinci menyebutkan pihak BUMD seharusnya memberikan pengumuman, setidaknya kapan waktu dilakukan pemadaman, agar pelanggan bisa bersiap-siap dan bisa meminimalisir kerugian.

"Kalau memang ada jadwal pemadaman, kita tidak begitu mempermasalahkannya, sebab untuk kebaikan bersama, tapi jika tiba-tiba dimatikan, hal ini kan bisa merusak peralatan elektronik kita," keluhnya.(Ali)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus