Rapat Pleno KPUD Pelalawan

Haza Dinyatakan Sebagai Pemenang Pilkada Pelalawan Tahun 2015

Rabu,16 Desember 2015 | 07:35:00
Haza Dinyatakan Sebagai Pemenang Pilkada Pelalawan Tahun 2015
Ket Foto : Rapat pleno rekapitulasi KPUD Pelalawan tentang hasil penghiutngan suara pilkada pelalawan tahun 2015 di gedung daerah laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci (16/12)

 

PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com) - Walau jadwal pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Kabupaten/kota di beri rentang waktu selama tiga hari, dari tanggal 16 sampai 18 Desember. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pelalawan memilih untuk melaksanakannya di hari pertama.

Pleno rekapitulasi penghitungan suara pilkada Pelalawan tahun 2015 untuk tingkat Kabupaten dilaksanakan di gedung daerah Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci, dihadiri oleh Komisioner KPUD Pelalawan, Panwas Pilkada Pelalawan, PPK, Panwascam, perwakilan KPU Riau, perwakilan Panwaslu Riau, Forkompinda, kedua saksi paslon.

Rapat pleno di pimpin oleh Ketua KPUD Pelalawan Nasarudin SH didampingi ke empat komisioner dan sekretaris KPUD Pelalawan.

Proses rekapitulasi penghitungan suara satu persatu disampaikan oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sebelum segel surat suara hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan dibuka, PPK terlebih dahulu memperihatkan kunci kotak suara tersegel kepada kedua saksi paslon.

Rekapitulasi penghitungan suara diawali oleh Kecamatan Ukui, Pangkalan Kerinci, dan di tutup oleh rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Bandar Petalangan. Dari semua hasil rekapitulasi tersebut persisa sama sebagaimana hasil pleno di tingkat kecamatan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Untuk hitungan perolehan suara, saksi pasangan calon tidak ada yang merasa keberatan yang artinya sama dengan data dan penghitungan sendiri oleh tim paslon. Namun dari saksi paslon nomor urut dua, yakni saksi pasangan Zukri-Anas Badrun lebih aktif menyampaikan keberatannya terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh paslon nomor urut satu yang sudah dilaporkan kepada Panwas.

"Kami mau mendengar, sejauh mana tindak lajut laporan kami terkait pelanggaran pelanggaran pemilukada yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1 dan sudah kami laporkan kepada Panwaslu, karena berdasarkan perundang undangan, Penyelenggara pemilu dalam hal ini KPUD Pelalawan berkewajiaban dengan segera menindak lanjuti rekomendasi Panwaslu. Apakah ada disampaikan Panwas ke KPUD atau tidak," ujar salah satu saksi paslon nomor urut 2, Ferly azhari SH.  

Meski beberapa kali, Ferly mengulang permintaan yang sama untuk tindak lanjut laporan mereka ke Panwaslu, namun pihak KPUD, yang disampaikan oleh komisioner divisi Hukum, Asmadi M Hum tetap tidak mau membahas permintaan saksi nomor urut dua karena tidak substansi.

"Pleno rekapitulasi ini hanya terkait dengan jumlah penghitungan suara serta keberatan atas perbedaan data perolehan suara yang di tangan saksi, jika untuk keberatan lain disampaikan di luar pleno ini," tegas Asmadi

Fakta dari angka angka

Dari data akhir penghitungan suara ada beberapa fakta menarik terkait persentase dari hitungan hitungan suara se Kabupaten Pelalawan. Dari 138.539 suara yang terkumpul dari semua kotak suara di TPS se Kabupaten Pelalawan, hanya  135.698 suara yang dianggap sah, angka tersebut dipersentasekan sebesar 97,95 persen. Sedangkan suara yang masuk tetapi tidak di hitung sebesar 2.841 atau 2.05 persen dari suara yang masuk. Angka ini hampair dua kali lipat dari selisih suara dua paslon yang hanya sebesar 1.538 suara atau 1.14 persen.

Dari keseluruhan masyarakat yang menggunakan hak pilihnya, 5.432 suara lainnya adalah masyarakat yang menggunakan hak pilih tanpa masuk ke dalam DPT murni atau melalui DPTb 1  (tambahan), DPPh (pindahan) dan DPTb-2 dengan menggunakan identitas lain seperti KTP dan identitas kependudukan lainnya.

Untuk persentase pemilih berdasarkan jenis kelamin. Pemilih laki laki mendominasi angka pemilih sebesar 51.34 persen atau dengan hitungan suara sebesar 71.126 suara laki laki.

Kecamatan Bandar Petalangan menjadi kecamatan dengan angka partisipasi pemilih terbesar se Kabupaten Pelalawan jika dihitung berdasarkan persentase pemilih yang menggunakan hak pilihnya dengan DPT. Dari 9.311 orang yang masuk ke dalam DPT Kecamatan Bandar Petalangan, 7.318 orang menggunakan hak pilihnya, jika di persentasekan sebesar 78.60 persen. Sedangkan partisipasi terbesar berikutnya adalah kecamatan Bunut sebesar 77.66 persen, kemudian kecamatan Kerumutan sebesar 77.34 persen.

"Sosialisasi biasa saja, tidak ada yang khusus dilakukan PKK Kecamatan Bunut untuk meningkatkan partisipasi pemilih, mungkin masyarakat antusias karena ingin memenagkan pasangan calon andalannya,"ujar Ketua PPK Bandar Petalangan Andi Lala saat dihubungi SP via seluler

Sedangkan tingkat partisipasi terendah di pegang oleh kota Pangkalan Kerinci, dari 39.796 data pemilih, hanya 26.092 orang saja yang menggunakan hak pilihnya, atau 65.56 persen, jauh lebih rendah dari partisipasi skala Kabupaten sebesar 69.34 persen.

Untuk tingkat pemahaman masyarakat tentang cara menggunakan hak pilihnya, pemilih dari Kecamatan Teluk Meranti dinilai lebih cerdas di bandingkan pemilih dari 11 kecamatan lainnya. Dari 7.367 suara masuk di kotak suara, hanya 44 suara yang dinyatakan tidak sah. Jika dipersentasekan sebesar 0.60 persen. Angka persentase ini menjadikan kecamatan Teluk Meranti jadi satu satunya PPK dengan tingkat suara tidak sah dibawah persentase 1 persen.

"Ini jadi bukti otentik, bahwa  kecerdasan masyarakat meningkat, mereka memahami betul bagaimana menggunakan hak suara mereka di TPS sehingga suara mereka tidak sia sia,"jelas Ketua PPK Teluk Meranto Bustami kepada SP saat di hubungi melalui sambungan nomor pribadinya.

Lebih lanjut dikatakan Bustami, sedikitnya jumlah suara tidak sah di Kecamatan Teluk Meranti juga disebabkan tepat sasarannya sosialisasi yang dilakukan oleh PPK sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

"Tentunya, sosialisasi yang kita lakukan memberi pengaruh pada tingkat pemahaman masyarakat tentang arti penting suara mereka di pilkada ini, mungkin suara yang tidak sah sebesar 44 suara itu berasal dari pemilih usia lanjut," tandasnya

Dibawah kecamatan Teluk Meranti, ada Kecamatan Kuala Kampar dengan 90 suara, atau sebesar 1.09 dari suara masuk, kemudian Kecamatan Kerumutan. Suara tidak sah 136 suara dengan persentase 1.26 persen.

Sedangkan untuk kecamatan yang suara tidak sah nya terbanyak berdasarkan dari hasil rapat pleno tingkat Kabupaten Pelalawan, Kecamatan Pangkalan Lesung di posisi teratas berdasarkan persentase suara masuk di kotak suara, dari 11.092 suara masuk, 467 suara dianggap tidak sah, atau sebesar 3.92 persen. Kecamatan Pelalawan walaupun hanya 170 suara tidak saja, namun jika di hitung persentasenya tetap lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Pangkalan Kuras dengan 513 suara tidak sah(2.35 persen), Kecamatan Pangkalan Kerinci  dengan 482 suara tidak sah (1.85 persen) dan Kecamatan Ukui sebesar 301 suara tidak sah (1.95 persen). Besar pensentase Kecamatan Pelalawan mencapai 2.64 persen.

Untuk perolehan suara pasangan calon , pasangan nomor urut 1 (Harris-Zardewan) mendapatkan 68.618 suara atau 50.57 persen. Pasangan nomor urut 2 (Zukri - Zardewan) mendapatkan 67.080 suara atau 49.43 persen. Dari perolehan suara tersebut dapat disimpulkan bahwa pasangan Harris-Zardewan menang atas pasangan Zukri-Anas Badrun di Pilkada Pelalawan tahun 2015 dengan selisih suara sebesar 1.538 atau 1.14 persen.

Menanggapi perolehan suara tersebut, Ketua Koalisi Amanah Rakyat Pelalawan Bersatu (KARPB) pengusung pasangan Haza, T Zulmizan Assegaff kepada wartawan mengatalan bahwa pasangan nomor urut 1 masih tidak puas dengan hasil akhir yang di plenokan KPUD itu, karena menurutnya banyak pelanggaran yang di lakukan tim paslon 2 yang berpengaruh pada perolehan suara paslon 1.

"Jika tidak adanya pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh tim dari paslon 2, mungkin suara untuk Haza lebih besar lagi, pelanggaran pelanggaran itu sudah kita laporkan ke Panwas kemarin sore"jelas Zulmizan.

Posisi diatas angin, tetap membuat tim pemenangan Haza waspada, ketidakpuasan dari tim paslon 2 atas rekapitulasi KPU menjadi alasan bagi tim paslon 1 mempersiapkan diri untuk bertemu di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ke MK tidak kita inginkan, tak kalau sudah di gugat oleh paslon 2 ke MK, maka kita siap," lanjutnya

Masih menurut ketua Timses pemenangan Harris-Marwan Ibrahim pada Pilkada Pelalawan 2011 silam ini, bahwa yang dilaporkan oleh Tim paslon 2 ke MK itu adalah keputusan KPUD Pelalawan, sedangkan paslon 1 hanya sebagai pihak terkait saja.

"Karena kita punya kepentingan atas gugatan itu, maka kita harus siapkan data data yang akan memenangkan kita di sidang MK," bebernya

Untuk mempertahankan kemenangan yang di depan mata itu, pihak paslon 1 sudah menunjuk kantor Prof Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum.

"Jauh jauh hari kita sudah menunjuk pak Yusril sebagai kuasa hukum kita, dan beliau sudah menyatakan siap memenangkan pasangan Haza," tegasnya

Sementara itu, ungkapan dengan nada berbeda disampaikan oleh salah satu saksi yang hadir saat rekapitulasi Sozifao Hia mengatakan bahwa angka angka yang di paparkan oleh para PPK se Kabupaten Pelalawan dalam rapat pleno itu tidak ada masalah atau hal hal yang diperdebatkan, namun pihak paslon dua punya catatan tersendiri, karena banyak pelanggaran yang terjadi yang dilakukan oleh tim paslon satu telah mempengaruhi hasil akhir perolehgan suara.

"Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh paslon satu, dengan adanya pelanggaran itu tentunya akan berpengaruh pada hasil akhir perolehan suara, seperti money politik, pembagian batik, dan banyak lagi pelanggaran lainnya, jika pelanggaran itu tidak ada, bisa saja suara itu milik kami,"jelas Soziafao Hia

Masih menurut politisi PDIP ini, laporan pelanggaran sudah di tangan Panwaslu, dirinya meminta lembaga ad hock penyelenggaraan pemilu bertindak sebagai wasit pilkada pelalawan seutuhnya, dengan segera menindak lanjuti laporan pelanggaran yang dilaporkan oleh tim paslon.

"Kita harapkan Panwas bersikap tegas, dan segera mengeluarkan rekomendasinya kepada KPUD atas pelanggaran yang kami laporkan,"ujarnya

Terkaitnya hasil rekapitulasi, Sozifao Hia menegaskan bahwa paslon nomor urut 2 akan membawanya ke MK.

"Kita tegaskan bahwa kita akan gugat hasil pleno KPUD ini ke MK,"tegasnya mengakhiri

Wartawan :Apon Hadiwijaya

Tulis Komentar
comments powered by Disqus