Kelas Belajar Tak Cukup

Murid SD 027 Bukit Kusuma Terpaksa Belajar di Teras

Selasa,10 November 2015 | 08:12:00
Murid SD 027 Bukit Kusuma Terpaksa Belajar di Teras
Ket Foto : Murid SDN 027 Desa Bukit Kusuma Kecamatan Pangkalan Kuras terpaksa belajar di teras, karena ruang belajar tidak cukup

PANGKALAN KURAS (Pelalawannews.com) - Selang pagi menjelang siang, terlihat pemandangan yang tak lazim di laman Sekolah Dasar 07 Bukit Kusuma. Murid-murid kelas I terlihat ramai di teras sekolah. Mereka ternyata sedang mendengarkan guru yang lagi menerengan pelajaran.

Malang nian nasib anak-anak yang ada di Desa Kusuma, Dusun Bukit Kusuma, Kecamatan Pangkalan Kuras ini. Mereka nyaris tak bisa menikmati masa-masa indah duduk di bangku sekolah. Untuk bisa mendapatkan pendidikan, mereka harus duduk dilantai teras, lantaran ruang belajar tak mencukupi.

Kepala SD 027 Jufri SPd yang dijumpai Pelalawannews.com siang itu mengaku kalau belajar di teras sekolah itu sudah beberapa lama ini dilaksanakan. Semua itu disebabkan tidak adanya ruang belajar untuk menempatkan siswa-siswa tersebut.

"Murid baru yang masuk kesekolah ini mencapai 126 orang. Sementara ruangan belajar untuk kelas 1 cuma ada satu. Saya tak sangup lagi menjelaskannya, mau kita tolak tak mungkin, sebab mereka butuh pendidikan," ucap Jufri.

Disebutkan Jufri, jumlah murid keseluruhan dari kelas 1 sampai kelas 6 ada 600 murid. Dan saat ini, gedung sekolah hanya memiliki 8 ruangan belajar. Jelas hal ini tak mencukupi untuk menempatkan murid ke dalam kelas.

"Upaya sudah kita lakukan dengan membuka kelas sore, namun itu terbatas. Sementara untuk kelas I tak mungkin hal tersebut dilakukan. Apalagi jarak sekolah dengan rumah warga amat jauh," tukasnya.

Upaya lainnya dengan cara meminta bantuan penambahan ruangan belajar ke dinas pendidikan juga sudah mereka lakukan. "Kita sudah usulkan ke dinas pendidikan, namun kami pasrah menungunya. Kalau tak dapat, ya gimana lagi. Yang jelas kita sudah berusaha," pungkasnya.

Sementara, tokoh masyarakat Dusun Bukit Kusuma Marpaung kepada SP mengaku sangat menyayangkan adanya sekolah yang belum lengkap sarana prasananya. Menurutnya, program Pelalawan Cerdas yang digadang-gadang bupati Pelalawan tak berbanding lurus dengan realita di lapangan.

"Hari gini masih ada sekolah yang tak punya ruangan belajar. Seperti jaman penjajahan aja layaknya. Katanya pendidikan gratis, tapi kenapa harus belajar di teras sekolah. Sampai kapan pemandangan seperti ini kita lihat?" sungut Marpaung.

Dia juga menyanyangkan kebijakan pemda yang dirasa kurang adil dalam membangun. Ada sekolah dasar yang tak perlu ditambah ruangannya, malah diberi bantuan dengan menambah ruangan belajar mengajar. Sementara, seko-lah yang sangat membutuhkan, malah tak dapat bantuan.

Wartawan : Dian

Tulis Komentar
comments powered by Disqus