Warga Harapkan Tapal Batas Sungai Ara - Merbau Tuntas

Selasa,10 November 2015 | 07:25:00
Warga Harapkan Tapal Batas Sungai Ara - Merbau Tuntas
Ket Foto : Pencarian titik koordinat tapal batas Desa Sungai Ara-Merbau oleh Bagian Tapem Setda Pelalawan bersama Camat Bunut dan Camat Pelalawan

BUNUT (Pelalawannews.com) - Masalah tapal batas wilayah yang selama ini yang menjadi persoalan antara masyarakat Desa Merbau dan Desa Sungai Ara, sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat dua  desa tersebut.

Mulai dari pembangunan yang tersendat, sampai komunikasi yang terputus lantaran pertikaian yang tak kunjung usai.

Inilah yang dikhawatirkan masyarakat. Lambannya tanggapan pemerintah terhadap persoalan besar ini lambat laun akan bisa menyebabkan hal-hal besar yang tak diinginkan.

Salah seorang warga Desa Merbau, Nasarudin (25) kepada Pelalawannews.com pekan lalu mengaku sangat kecewa atas pemberitaan media terkiat silang sengketa tapal batas Desa Merbau dengan Desa Sei Ara.

"Kinerja Dinas Tapem seakan tak peduli dengan kondisi kami di desa. Padahal dari pihak desa sudah berupaya keras melaporkan masalah tapal batas ke pemerintah daerah agar bisa cepat tuntas tanpa ada yang merasa dirugikan. Kenapa harus menunggu munculnya pertikaian baru pihak Tapem turun ke lapangan," ucap Nasaruddin.

Dikatakannya, masyara kat Desa Merbau sangat berharap kepada pemerintah daerah agar bisa menyelesaikan tapal batas desa secepatnya. Sebab ini sangat berguna bagi masyarakat  kedepannya, baik dari segi pembangunan maupun dari segi hubungan silahturahmi.

Kepala Desa Merbau, Edi Maskur yang dikonfirmasi Pelalawannews.com pekan lalu mengatakan, bahwa dengan kedatangan petugas lapangan dari Bagian tata Pemerintahan (Tapem) pekan lalu masalah tapal batas sudah hampir selesai. Pihaknya kini menunggu keputusan Tapem yang telah mengukur titik koordinat untuk dijadikan sebagai tapal batas.

"Penyelesaian dari pemerintah daerah sudah ada. Dimana pihak Tapem turun ke lapangan untuk menvcari dan menentukan titik koordinat. Sekarang kita tinggal menunggu hasilnya saja. Mudah-mudahan hasilnya memuaskan kita semua, sehingga tidak ada salah satu pihak yang dirugikan," ucap Edi.

Dia juga berharap, masa-lah ini cepat selesai dan masyarakat Desa Merbau dengan Desa Sungai Ara bisa kembali harmonis seperti sediakala.

Senada dengan itu, masyarakat Desa Sungai Ara, Juhendri mengatakan langkah langkah penyelesaian yang diambil oleh Bagian Tata Pemerintahan Setda Pelalawan harus diberi apresiasi karena adanya idtikad Pemkab Pelalawan untuk menuntaskan permasalahan tapal batas Sungai Ara -Merbau  yang sudah lama berlarut larut bak benang kusut.

“Jika memang Pemkab melalui serius menuntaskan kasus ini, ini merupakan langkah maju penyelesaian tapal batas dua desa yang bertetangga, kita memapresiasi langkah yang diambil Pemkab itu,”katanya

Namun langkah awal yang diambil Bagian tapem bersama dua Camat yang datang ke perbatasan untuk menentukan titik koordinat tidak berhenti sampai disitu saja.

“Semoga saja tidak sebatas di titik koordinat saja,” tambahnya

Juhendri menggaris bawahi, persoalan tapal batas Desa Sungai Ara di Kecamatan Pelalawan dengan Desa Merbau di Kecamatan Bunut sangat komplik, dan sudah berlangsung lama sejak tahun 2005.

Pemkab Pelalawan sewaktu itu juga sudah mengukur titik koordinat dan menentukan batas batas kedua desa. namun belum mengakhiri konfik dua desa tadi.

“Tahun 2005 juga sudah ada acara acara pengukuran titik koordinat, ada pengukuran tapal batas. tapi itu tidak selesai,”bebernya

Masih menurut Juhendri, tidak selesainya tapal batas itu, dan memburuknya hubungan antara masyarakat di dua desa berbeda Kecamatan itu berimbas pada terhambatnya pembangunan yang tengah diidamkan oleh masyarakat Desa Sunga Ara.

Truk truk pembawa material untuk pembangunan yang di laksanakan oleh Pemkab Pelalawan seperti proyek PPIDK, semenisasi jalan dari Lintas Bono menuju Desa Sungai Ara jadi terhambat.

“Yang paling di rugikan itu, kami masyarakat Desa Sungai Ara, seharusnya kami sudah menikmati karya pembangunan, tapi malah rasa kecewa yang kami dapat,”keluhnya

 Akibat dari lambannya gerak pembangunan yang dilaksanakan di Desa Sungai Ara, berbanding lurus dengan lambannya pergerakan eko-nomi masyarakat setempat.

“Kalau infrastruktur nya tidak dibangun, kami tetap tidak berkembang,”tuturnya

Solusi cerdas ada di tangan Pemkab Pelalawan, sekarang tinggal menunggu kemauan dari pejabat yang berwenang saja, apakah masalah ini mau diurai atau dibiarkan begitu saja sehingga tetap menjadi bola liar.

“Kalau pengambil kebijakan di negeri ini benar benar serius menyelesaikan masalah tapal batas ini, pasti tidak terlalu sulit untuk itu, kedua desa ini dibawah wilayah administrasi pemkab Pelalawan, yang menyelesaikan orang orang itu juga, jadi tidak ada yang sulit jika ada kemauan”pungkasnya

Wartawan : Rizki/Erik

Tulis Komentar
comments powered by Disqus