Syafrudin Tegaskan Tak Ada Pungutan di Sekolah

Senin,02 November 2015 | 09:43:00
Syafrudin Tegaskan Tak Ada Pungutan di Sekolah
Ket Foto :

PANGKALAN KERINCI- Dimasukkannya bidang pendidikan dalam tujuh program strategis Pemkab Pelalawan dimaksudkan untuk menjawab persoalan beratnya biaya pendidikan yang ditanggung oleh maysarakat Kabupaten Pelalawan. Program Pelalawan Cerdas yang diluncurkan pada tahun 2012 silam merupakan perwujudan dari keinginan Pemkab Pelalawan untuk mempersiapkan generasi muda Kabupaten Pelalawan yang berkualitas yang mampu menjawab berbagai tantangan di era globalisasi saat ini dan masa mendatang.

Program dari Pemkab Pelalawan ini tentu disambut antusias masyarakat, terutama para orang tua yang berlatar belakang ekonomi lemah. Program ini seakan membuka harapan para keluarga yang berkeinginan putra putri mereka mendapat pendidikan yang layak, dan kehidupan yang lebih baik dimasa depan putra putri tercinta.

Dengan adanya program tersebut, persoalan yang mengernyitkan dahi para orang tua yang tak berpunya ketika berhadapan dengan sodoran berbagai pungutan dan pembayaran yang disodorkan pihak sekolah tidak lagi mereka hadapi.

Namun sayangnya, program program brilian dalam Pelalawan Cerdas itu dapat diimplementasikan secara benar oleh para pelaksana program tersebut di lapangan. Pungutan pungutan dengan berbahgai dalih masih sering terjadi di berbagai penyelenggara pendidikan di negeri seiya sekata ini. orang tua dipaksa membeli buku yang disediakan oleh oknum guru dan oknum sekolah yang bersikap  bak sales buku.

Tidak sinkronnya kebijakan Pemkab Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dengan apa yang terjadi di lapangan yang dilakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab ini tentu membuat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan Syafruddin MM berang, bagaimana tidak para anak buahnya di bertugas di sebuah institusi yang di pimpinnya itu telah merusak sistem pendidikan yang tengah di perjuangkan olehnya selaku penangung jawab tertinggi masalah pendidikan di Kabupaten Pelalawan ini.

“Ada kita menerima laporan bahwa beberapa sekolah telah mengadakan pungutan kepada para siswa, dan itu jelas tidak benar,”tegas Syafrudin kepada akhir pekan kemarin

Menurutnya, dalam program Pelalawan Cerdas sudah secara jelas dimaksudkan untuk menggratiskan semua biaya pendidikan 12 tahun, dari tingkat SD sampai tingkat SMA. Begitu juga dengan buku buku untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar di kelas sudah dianggarkan oleh pemerintah daerah melalui BOSDa.

“Untuk buku pun sudah dianggarkan di BOSDa, jadi untuk apa lagi para siswa dipaksa membeli buku yang disediakan oleh guru maupun sekolah, menurut saya ini permainan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab dan merusak program Pelalawan Cerdas yang digagas pak Bupati,” ujarnya dengan kesal.

Ditegaskan Syafrudin, konsep Pelalawan Cerdas secara jelas memberikan kemudahan bagi orang tua dalam menyekolahkan anaknya, kemudahan itu dalam bentuk menggratiskan biaya pendidikan, bahkan untuk anak anak dari keluarga miskin semua kebutuhan perlengkapan sekolahnya pun di tanggung oleh pemerintah.

“Konsep kita adalah gratis, jangan ada lagi yang kata kata membayar,” imbuhnya

Syafrudin juga membuat pengecualian gratis pada pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru  (PSB), untuk seragam sekolah memang bisa di kelola oleh pihak sekolah, hal ini dimaksudkan untuk keseragaman pakaian sekolah siswa, itu pun dengan catatan tidak memberatkan orang tua.

“Jika orang tua keberatan, atau mau buat sendiri juga dipersilahkan, pihak sekolah hanya memfasilitasi saja,” tambahnya

Masih terkait dengan pungutan pungutan di sekolah yang tidak jelas alasannya, Kadisdik meminghimbau kepada orang tua untuk tidak menuruti kemauan guru dan sekolah yang dirasa tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kalau ada permintaan pembayaran oleh oknum oknum guru, kita himbau kepada para orang tua untuk tidak menuruti permintaan itu, dan segera laporkan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan yang ada di setiap kecamatan atau bisa langsung ke kantor Disdik, akau kita tindak oknum yang speerti ini,” janjinya

Jika sudah ada yang terlanjur menerima buku dari oknum oknum guru, maka orang tua dapat mengembalikan buku tersebut dan meminta uang nya kembali, karena buku buku untuk mendukung proses belajar mengajar sudah disediakan oleh pemerintah di sekolah sekolah.

“Kembalikan buku itu dan minta kembali uang yang orang tua siswa bayarkan, tidak perlu takut, karena buku yang dibutuhkan siswa sudah kita sediakan,” lanjutnya

Agar suksesnya program program pendidikan yang dijalankan saat ini, selaku Kepala Dinas Pendidikan, Syafrudin telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala UPTD Pendidikan di Kabupaten Pelalawan untuk meningkatkan pengawasan nya terhadap semua sekolah yang berada di bawahnya.

“Sudah saya instruksikan kepada Kepala UPTD, untuk lebih meningkatkan pengawasannya, agar kejadian pungut memungut tidak terulang lagi,” tandasnya

Syafrudin berharap, program Pelalawan Cerdas dapat terlaksana sesuai harapan semua masyarakat Kabupaten Pelalawan dan tentunya menjadi harapan Pemkab Pelalawan yang menelurkan program tersebut.(IU)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus