Adu Strategi di Pilkada Pelalawan

Rabu,21 Oktober 2015 | 03:25:00
Adu Strategi di Pilkada Pelalawan
Ket Foto : Kedua kandidat calon Bupati Pelalawan memiliki strategi berbeda dalam menarik simpati masyarakat

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak saat ini memasuki masa krusial. Masing-masing calon yang bertarung sudah melakukan kampanye untuk mendapat simpati rakyat.

Gambaran siapa calon kepala daerah yang akan mendapat suara signifikan nantinya tentu sulit untuk ditebak. Yang jelas, berbagai upaya kini telah dilakukan calon bersama tim suksesnya untuk melakukan sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat.

Banyak strategi yang dilakukan para calon untuk bisa mendulang suara nantinya. Ada yang menggunakan strategi dengan istilah makan bubur panas (makan mulai tepi baru ke tengah), ada pula istilah strategi obat nyamuk (dari ujung menuju pusat), dan lain sebagainya. Semua itu langkah politik dalam upaya meraih kemenangan.

Ketua Tim Sukses pasangan Zukri-Anas Badrun, Suprianto yang dihubungi Pelalalwannews.com

 akhir pekan lalu enggan memberikan komentar. Meski sempat mengangkat telepon genggamnya, namun ia tak memberikan komentar sedikitpun.

Begitu juga dengan Jon Hendri Hasan yang juga masuk dalam struktur tim sukses pasangan Zukri-Anas Badrun. Mantan anggota dewan yang satu ini enggan mengangkat telepon. SMS yang dikirim pun tak kunjung dibalas.

Namun, H Anas Badrun yang menjadi wakil H Zukri, dengan gamblang membeberkan apa strategi yang mereka lakukan untuk bisa mendapatkan dukungan rakyat. Meski saat dihubungi tengah melaksanakan kampanye di salah satu kecamatan, akan tetapi pria yang murah senyum ini merespon apa yang ditanyakan kepadanya.

Menurutnya, tak ada strategi khusus yang mereka terapkan untuk mendapatkan dukungan rakyat. Semua dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU. Artinya, mereka hanya memanfaatkan masa kampanye untuk melakukan sosialisasi.

"Tak ada strategi khusus. Yang jelas dalam masa kampanye ini kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk bersosialisasi. Disini kita paparkan semua visi dan misi. Insha Allah, apa yang kita lakukan ini diridhoi Allah SWT," ucapnya.

Bagi pasangan Zukri-Anas, tak ada hari tanpa sosialisasi. Hal ini mengingat minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU. Katanya, ada beberapa daerah yang bahkan tak tau kalau pada tanggal 9 Desember 2015 dilaksanakan Pilkada.

Melihat itulah, Anas Badrun menyebutkan kalau sosialisasi sangat perlu dilakukan. Meski tanpa atribut atau ornamen Pilkada, tapi kesempatan kampanye hingga tanggal 5 Desember mendatang akan dimanfaatkan sefektif dan seefesien mungkin.

"Banyak manfaat yang kita dapatkan dari kegiatan sosialisasi ini. Selain bisa menyampaikan program dan visi misi, kita juga memberitahukan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyalurkan hak politiknya pada tanggal 9 Desember nanti," ujar Anas.

Disinggung dampak dari minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU, Anas mengatakan memberikan dampak negatif terhadap jumlah partisipan nantinya. Bagaimana masyarakat mau datang ke TPS, kalau mereka sendiri tak tau ada kegiatan Pilkada. 

Kunjungi 89 Desa

Anas Badrun yang pernah menduduki kursi Wakil Bupati Pelalawan ini juga mengklaim kalau dirinya sudah mengunjungi 89 Desa yang ada di Kabupaten Pelalawan. Dari banyak desa yang disambanginya tersebut, semua keluh kesah masyarakat ditampung.

Disebutkannya, rata-rata dari keluhan yang disampaikan kepadanya adalah soal pemerataan pembangunan yang belum dirasakan masya-rakat.

"Mereka mengadu soal pembangunan yang tidak sampai ke desanya. Bagi kita tentu ini menjadi catatan untuk bisa direalisasikan jika terpilih kelak," ungkap Anas lagi.

Dalam sisa waktu kampanye yang masih cukup panjang, Anas optimis akan bisa mengunjungi seluruh desa yang ada di 12 Kecamatan. Baginya, sosialisasi merupakan strategi jitu untuk bisa mendulang suara pada hari H nanti.

Kerahkan Relawan

Sementara, Ketua Tim Koalisi pasangan H HArris-Zardewan, Tengku Zulmizan yang coba dikonfirmasi juga enggan mengangkat telepon selulernya. Meski HP miliknya aktif, namun berkali-kali dihubungi namun tak kunjung diangkat.

Pun begitu, T Zulmizan dalam wawancaranya dengan SP beberapa bulan lalu pernah mengatakan, meski didukung oleh kekuatan partai besar, namun pihaknya tak hendak jumawa. Pihaknya justru memposisikan diri sebagai underdog.

"Kita memposisikan diri sebagai underdog. Tujuannya agar tim semangat dalam bekerja. makanya kita tidak terbuai dengan kekuatan partai yang mencapai 25 kursi di DPRD. Memang diatas kertas kita diunggulkan, namun kita tak ingin terlena. Kita menganggap kompetitor kita ini berat. Makanya tim tidak boleh lengah dan bersantai," ucap Zulmizan waktu itu.

Untuk memenangkan pasangan yang didukung, Zulmizan berserta tim sudah memiliki strategi tersendiri. Namun begitu, langkah utama yang dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal.

"Disini kita akan menginventarisir semua kekuatan. Baik dari kekuatan partai pengusung maupun diluar partai. Sayap-sayap dan relawan semua akan kita inventarisir untuk kemudian membagi tugas," tegasnya.

Terkait dengan target, Zulmizan dengan mantap mengatakan menang. Tidak peduli apakah menang mutalak atau menang tipis, yang penting menang. Dan dia optimis keenam partai pengusung akan optimal dalam menjalankan mesin parpolnya.

Tim sukses memang menjadi salah satu elemen penting dan sangat menentukan pasangan tertentu untuk menang pada pilkada. Disinilah dituntut kinerja yang optimal dari tim sukses.

Sudah banyak contoh dalam sejumlah pilkada, akibat kinerja tim sukses yang tidak profesional, calon yang sebelumnya diprediksi akan menang atau lolos malah gagal total. Tersebab itu, melihat kondisi masyarakat yang sudah semakin pintar, pasangan calon juga tidak seharusnya menggantungkan harapan dari parpol pendukung semata

Sebab, masyarakat saat ini tidak melihat parpol dalam menentukan pilihannya. Mereka lebih melihat sosok atau figur calon yang maju. Nah, tugas tim sukseslah untuk membuat figur dan calon dekat dan disukai serta akhirnya dipilih oleh masyarakat.

Sikap elite tim sukses yang bergaya 'ngeboss' dan hanya suka memerintah, bisa menjadi sumber kegagalan pasangan calon. Melihat pentingnya tim sukses, ada baiknya diisi oleh orang-orang yang profesional yang mau bekerja keras dan punya perencanaan yang jelas dan bukan hanya bisa cuap-cuap atau omong kosong. 

Dan jika ingin sukses pasangan calon seharusnya melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja tim sukses mereka. Kalau perlu dicek langsung ke bawah terkait kinerja yang telah dilakukan dan dicapai tim sukses-nya.

Wartawan : M Yasir

Tulis Komentar
comments powered by Disqus