Bidik Lahan Bantaran Sungai

BKP Pelalawan Siap Kembangkan Tanaman Padi

Rabu,21 Oktober 2015 | 03:07:00
BKP Pelalawan Siap Kembangkan Tanaman Padi
Ket Foto : potensi pertanian di bantaran sungai

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) - Kabupaten Pelalawan yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera, dengan wilayah daratan membentang di sepanjang bagian hilir Sungai Kampar, dinilai potensial untuk mengembangkan tanaman padi unggul.

Areal pertanian yang ada saat ini merupakan lahan sawah (eksisting) seluas 5.000 ha yang berada pada dataran fluvio-marin dan sebagian kecil pada dataran pasang surut lumpur. Hamparan sawah umumnya tanpa galengan. Tipe luapan pasang pada lahan sawah ini termasuk tipe C (lahan tidak pernah terluapi air pasang dan air tanah.

Sementara, sebagian besar areal yang selama ini 'tidur' tak pernah digarap untuk pengembangan pertanian. Lahan tidur yang ada saat ini (khususnya dibantaran Daerah Aliran Sungai (DAS), mencapai 5.000 hektar. Jika ini dikelola, maka bukan sesuatu yang mustahil untuk mencapai Pelalawan swasembada pangan.

Inilah yang disampaikan Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Pelalawan H Tengku Nahar kepada SP, Senin kemarin. T Nahar yang didampingi Staff ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Riau H A Kadir Hamid menjelaskan, luasnya areal bantaran sungai yang dimiliki Kabupaten Pelalawan membuka peluang bagi petani untuk bercocok tanam.

Menurutnya, jenis tanah Aluvial sangat cocok untuk tanaman padi. Sebagaimana yang disampaikannya, tanah aluvial merupakan jenis tanah yang masih muda dan belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar sepanjang aliran sungai.

"Saya kira sangat tepat kalau pemerintah kabupaten pelalawan mengem-bangkan areal pertaniannya di bantaran sungai. Sebab tanah disana sangat bagus dengan tingkat keasaman yang rendah," terang Kadir saat berbincang dengan  Tengku Nahar.

Dijelaskannya, tanah dari hasil endapan air sungai sangat banyak mengandung unsur hara yang berguna untuk tanaman. Hal ini berbeda sekali dengan lokasi tanah gambut yang ting-kat keasamannya tinggi.

"Penggunaan pupuk di tanah aluvial tidak banyak. Jadi ini akan sangat efesiensi dalam hal biaya. Beda areal yang diatas tanah gambut, jelas dibutuhkan pupuk yang banyak untuk menjaga kenetralan tanah. Saya yakin, jika ini yang dilakukan maka daerah kita akan cepat swasembada beras," pungkasnya.

Seperti tak ingin kehilangan peluang, Kepala Badan Ketahanan Pangan Pelalawan Tengku Nahar merespon positif wacana yang dipaparkan Kadir. Dia mengatakan akan segera melakukan presentasi kepada bupati agar wacana tersebut segera terwujud.

"Kami sangat mendukung usulan ini. Dan kita akan bahas masalah ini dengan bupati secepatnya. Yang jelas, potensi areal sudah kita miliki, tinggal lagi melaksanakan kegiatannya. Apalagi ini sangat berkaitan dengan tujuh program pembangunan yang digagas pemerintah," ucap Tengku Nahar.

Badan Ketahanan Pangan Pelalawan terus berupaya mewujudkan kemandirian masyarakat lewat program-program yang dibuat.  Sebelumnya, melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), masyarakat sudah mulai menggalakkan tanaman pangan seperti sayur mayur, cabai, di areal perkarangan masing-masing.

Upaya ini tak lain agar tercipta masyarakat mandiri yang tak lagi bergantung dengan harga kebutuhan pokok di pasaran. Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan perkarangan untuk menambang income rumah tangga.(Yasir)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus