16 Tahun Usia Kabupaten Pelalawan

Semangat Mengawal Pembangunan di Negeri Seiya Sekata

Minggu,11 Oktober 2015 | 05:52:00
Semangat Mengawal Pembangunan di Negeri Seiya Sekata
Ket Foto : Bupati Pelalawan HM Harris beberapa waktu yang lalu saat melaunching Langgam Power

Luas wilayah 13.924, 94 km², berbagai potensi dan kekayaan alam yang dimiliki. Para tokoh masyarakat  Kampar Hilir (masih menjadi bagian Kabupaten Kampar) berpandangan sudah waktunya negeri ini memisahkan diri dari Kabupaten induk (Kabupaten Kampar). Terwujudnya daerah yang maju dan sejahtera, melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh pertanian yang unggul dan industri yang tangguh dalam masyarakat yang beradat, beriman, bertaqwa dan berbudaya melayu tahun 2030, menjadi tujuan yang dirumuskan oleh para pendiri Kabupaten Pelalawan.

Setelah keluarnya UU No 53 Tahun 1999, pada tanggal 12 Oktober 1999, secara resmi Pelalawan menjadi daerah otonomi baru. Empat kecamatan yang sebelumnya menjadi modal wilayah pembentukan daerah otonom baru dimekarkan menjadi 12 kecamatan, yakni Kecamatan Langgam, Kecamatan Bandar Seikijang, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kecamatan Pelalawan, Kecamatan Bunut, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kecamatan Bandar Petalangan, Kecamatan Pangkalan Le sung, Kecamatan Ukui, Kecamatan Kerumutan dan Kecamatan Kuala Kampar, sedangkan untuk pusat pemerintahan ditetapkan Kecamatan Pangkalan Kerinci  sekaligus ibukota Kabupaten.

Sejak dimekarkan, pemerintahan daerah selalu berupaya sekuat tenaga meletakkan pondasi pembangunan yang kokoh, dengan harapan tujuan dari pemekaran Kabupaten Pelalawan, pembangunan di segala bidang dan tercapainya kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

 

Kini Kabupaten Pelalawan genap berusia 16 tahun. Dalam rentang waktu itu pulah, berbagai dinamika, tantangan, harapan dan kesusksesan di hadapi di raih oleh negeri yang berjuluk seiya sekata ini.

Berbagai pencapaian program pembangunan setiap tahun tentu menjadi prestasi bagi pemerintah daerah dalam upayanya kesejahteraan, meningkatkan taraf hidup, dan menggesa pembangunan di semua lini dan sendi kehidupan masyarakat kabupaten Pelalawan.

Melihat pada visi Kabupaten Pelalawan adalah untuk mewujudkan perubahan yang inovatif dan inklusif menuju kabupaten Pelalawan yang mandiri. Untuk mengukur tingkat capaian kemandirian pemerintah dan masyarakat kabupaten Pelalawan ditetapkan, kriteria dan indikator-indikator komposit sebagai indikasi perwujudan pencapaian visi RPJMD kabupaten Pelalawan tahun 2011-2016.

Misalnya, indikator pencapaian visi kabupaten Pelalawan ini, kepada tujuh hal. pertama. Meningkatkannya, kesejahteraan masyarakat, indek pembangunan manusia (IPM) kondisi awal kerja RPJMD tahun 2010 sebesar 73,18 persen target peningkatannya, pada kondisi kerja pada akhir RPJMD tahun 2016, 75,43 persen. Kedua, Menurunnya angka kemiskinan, kondisi 2010 dengan persentase 14,51 persen, dan target penurunan  10 persen pada tahun 2016.

seterusnya, Menurunnya angka pengangguran, kondisi tahun 2010,sebesar  4,49 persen target penurunan akhir 2016,sebesar 4,20 persen. keempat, meningkatnya kinerja dan kualitas perekonomian awal 2010 sebesar 7,17 persen dan target 2016 pada angka 7,20 persen. Dan ke-5, kemandirian keuangan daerah, persentasi proporsi PAD dari PAD, 2010 sebear 4,53 persen tahun 2016pada level 10 persen dan Proporsi belanja langsung terhadap belanja tak langsung 2010 pada kisaran 58, dan tahun 2016 sebesar 60 persen.

Untuk mencapai visi pembaharuan menuju kemandirian pemerintah dan masyarakat kabupaten Pelalawan, maka pemerintah kabupaten Pelalawan telah menetapkan 7 misi.

Adapun tujuh misi tersebut, dijabarkan sebagai berikut, pertama, Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, beriman, bertaqwa dan berbudaya melayu. kedua, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan, ketiga. Meningkatkan kinerja birokrasi dan otonomi desa. keempat, meningkatkan pembangunan insfrastruktur daerah. kelima, meningkatkan kemandirian ekonomi, mendorong investasi, pengembangan pariwisata dan usaha strategis daera yang berwawasan lingkungan. keenam, meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Dan terakhir, menguatkan sistem inovasi untuk mendukung percepatan kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing daerah.

Tujuan adalah sesuatu atau apa yang akan dicapai atau, dihasilkan dalam 5 tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada permasalahan dan isu-isu strategis. Tujuan harus menunjukkkan suatu kondisi yang sangat penting untuk dicapai di masa yang akan datang. Tujuan juga diselaraskan dengan amana pembangunan nasional dan provinsi Riau.

Sasarannya adalah hasil yangakan dicapai secara nyata oleh kabupaten Pelalawan dari masing-masing tujuan dalam rumusan yang lebih sepesifik dan terukur melalui indikator beserta targetnya. Indikator kinerja sasaran adalah tolak ukur keberhasilan pencapaian sasaran yang akan diwujudkan selama lima tahun, setiap indikator kinerja disertai dengan cara tingkat capaian target.

Selama lima tahun masa kepemimpinan Harris, sudah terlihat karya nyatanya dengan terobosan dan inovasi yang dihasilkannya.Tak tanggung-tanggung, saat ini sudah ada tujuh (7) program prioritas pembangunan daerah diantaranya Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan, Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan, Pengembangan Obyek Wisata Bono dan Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan, target serta capaian itu ingin diwujudkan oleh kedua pemimpin yang akan menjabat sampai tahun 2016 ini.

''Kalau belum tercapai dalam masa kepemimpinan kami, minimal kami telah meletakkan pijakan dasarnya sehingga pemimpin berikutnya hanya tinggal melanjutkan saja. Apalagi masa-masa yang 'susah' sudah dilewati, jadi hanya tinggal melanjutkan saja,'' terang Bupati Pelalawan, HM Harris, menyikapi usia Pelalawan ke 16.

Harris mengatakan bahwa saat ini tantangan membangun Kabupaten Pelalawan menjadi yang terbaik adalah harapan serta targetnya yang ingin diwujudkan di dalam masa kepemimpinannya. Meski saat ini segala potensi, peluang dan kendala serta permasalahan yang dihadapi terus menggeliat, namun itu merupakan bentuk tantangan bagi dirinya dalam membawa Kabupaten Pelalawan ini agar dapat memposisikan diri sejajar bahkan terdepan diantara daerah otonom lainnya di negeri ini.

Karena itu, berpijak pada visi yang digariskan para inisiator dan pendiri Kabupaten Pelalawan yaitu ''Terwujudnya Kabupaten Pelalawan yang Maju dan Sejahtera, melalui Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang didukung oleh Pertanian yang Unggul dan Industri yang Tangguh dalam Masyarakat yang Beradat, Beriman, Bertaqwa dan Berbudaya Melayu Tahun 2030'', Pemkab Pelalawan terus memperkuat upaya-upaya pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi dan tantangan saat ini dan tantangan globalisasi yang sudah berada di depan mata.

''Saat ini yang harus diingat adalah bahwa tantangan yang dihadapi tidak dapat lagi dikelola dengan cara-cara biasa seperti dulu. Soalnya, tantangan saat ini mengharuskan kita untuk mengubah pola pikir, pola bertindak, pendekatan kebijakan yang berbasis pengetahuan dan teknologi. Artinya, bahwa pengelolaan ekonomi yang hanya mengandalkan kelimpahan sumberdaya alam saja tidak akan menguntungkan bagi masa depan daerah ini. Intinya, kita harus kreatif dan terus melahirkan inovasi-inovasi baru,'' ujarnya.

Untuk itulah, pengelolaan pembangunan harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan mengedepankan penguatan sistem inovasi. Sehingga dengan begitu, daya saing daerah dapat terwujud sebagai langkah awal bagi mensejahterakan masyarakat dan memacu kemajuan daerah. Dan untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut ditambah dengan kondisi serta tantangan yang ada saat ini, maka Pemda Pelalawan telah merumuskan visi pembangunan yakni ''Pembaharuan Menuju Kemandirian Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Pelalawan''.

''Dengan target-target yang telah dicapai saat ini, memang kondisi Kabupaten Pelalawan sekarang sudah berbeda jauh dari kondisi 16 tahun sebelumnya. Saat ini, pelayanan umum kepada masyarakat sudah semakin membaik, indikator-indikator keberhasilan pembangunan ekonomi semakin meningkat, jumlah unit infrastruktur yang dibangun semakin banyak. Hal ini sebagai konsekwensi dari program pembangunan yang dilakukan pemerintahan daerah pada dua periode sebelumnya dan begitu juga dampak dari pelaksanaan pembangunan yang dikoordinasi oleh pemerintahan daerah saat ini, termasuk peran swasta dan dunia usaha yang terus meningkat sebagai akibat membaiknya daya saing Kabupaten Pelalawan dan terjaganya suasana kondusif daerah,'' ungkapnya.

Pertambahan investasi yang cukup besar di Kabupaten Pelalawan ini tentu tidak lepas dari upaya-upaya Pemerintah dalam mempromosikan potensi daerah, serta upaya semua pihak dalam melindungi investasi yang sudah ada. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa semua lapisan masyarakat berhasil menjaga suasana yang kondusif bagi berkembangnya investasi di daerah ini. Tentu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi yang besar serta kondusifnya daerah ini secara otomatis mengundang para pendatang masuk ke Kabupaten Pelalawan dengan rata-rata 5 persen dari jumlah penduduk per tahun.

Berbicara kepada satu persoalan urgen kata Harris, yakni harapan keseluruhan masyarakat Pelalawan agar menikmati listrik 24 jam dirumahnya adalah tujuan dirinya sejak dahulu kala.

Apalagi selama ini jumlah rumah tangga di Kabupaten Pelalawan yang teraliri listik 24 jam baru mencapai 21,17 persen. Untuk itu, Pemerintah Daerah menargetkan bahwa sampai dengan Tahun 2016 setidaknya 50 persen rumah tangga di Kabupaten Pelalawan telah menikmati listrik 24 jam.

Dengan beroperasinya PLTG PT. Langgam Power ini, maka kekurangan daya listrik di Kabupaten Pelalawan umumnya dan Pangkalan Kerinci khususnya telah teratasi. Jika terjadi listrik padam, hal tersebut lebih disebabkan gangguan jaringan. Dan sampai saat ini tingkat elektrifikasi Kabupaten Pelalawan telah mencapai 34,41 persen. Kemudian berdasarkan permintaan PT. PLN, PT. Langgam Power pada akhir tahun ini akan membangun mesin baru berkapasitas 15 MW lagi sebagai tambahan.

Photo bersama Bupati Pelalawan, rombongan SKK Migas, EMP Bnetu Limited dan karyawan Langgam PowerDan ini akan terus ditambah sesuai permintaan termasuk diproyeksikan untuk penyediaan listrik yang dibutuhkan Kawasan Teknopolitan Pelalawan nantinya. Selain memfasilitasi dibangunnya pembangkit listrik, pemerintah daerah juga membantu PT. PLN membangun jaringan listrik di desa-desa melalui berbagai program. Dengan demikian percepatan peningkatan elektrifikasi akan terwujud. Tambahan pembangkit listrik dan dukungan pembangunan jaringan listrik pada akhir Tahun 2013 ini akan dapat mendorong tingkat elektrifikasi mencapai 54,41 persen.

Bahkan, untuk mewujudkan, harapan masyarakat ini, melalui program PPIDK juga dititik beratkan pada sektor pembangunan jaringan listrik. Hampir disetiap desa yang belum memiliki tiang-tiang listrik dibangun melalui program PPIDK. Program keroyokon ini, tentunya adalah untuk mewujudkan, impian masyarakat kabupaten Pelalawan yakni menikmati listrik 24 jam.***(Adv/Erik Suhenra)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus