Distan Pelalawan Akan Belajar Teknologi Pertanian di Korea

Sabtu,09 November 2013 | 10:52:00
Distan Pelalawan Akan Belajar Teknologi Pertanian di Korea
Ket Foto :
PANGKALAN KERINCI (PelalawanNews.com) - Kabupaten Pelalawan memiliki potensi pertanian padi yang di kembangkan di Kecamatan Kuala Kampar, sejauh ini hasil dari pertanian tanaman yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia umumnya cukup memuaskan, namun Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan tidak berpuas diri, upaya demi upaya terus dikembangkan untuk suksesnya menjadikan Kuala Kampar menjadi sentra produksi padi di Kabupaten Pelalawan.
Salah satunya dengan menimba ilmu mengenai teknologi alat alat pertanian di Korea. Alasan utama dipilih nya negeri ginseng itu menjadi tempat menambah pengetahuan mengenai teknologi pertanian karena  tidak dapat dipungkiri penguasaan teknologi negeri ginseng itu, 
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Pelalawan, Syahfalefi mengatakan bahwa pihaknya berniat mempelajari mekanisme pertanian dengan mempergunakan teknologi yang diterapkan oleh para petani modern di Korea.
 "Kujungan ini sudah lama kita rencanakan. Kita ingin mempelajari bagaimana mekanisasi pertanian di Korea, untuk diterapkan di Pelalawan, khususnya di Kuala Kampar. Kita sudah tetapkan Kuala Kampar sebagai sentra produksi padi di Pelalawan," ujarnya 
Dikatakannya, kunjungan ke negeri gangnam style  itu bukan hanya sembarangan pergi dan pulang tanpa hasil. Namun pihaknya sudah menyusun agenda dan target yang akan dicapai dari Korea. Khususnya dibidang mekanisasi pertanian dalam mengolah padi di Kuala Kampar yang selama ini terkenal sebagai penghasil padi. Selain itu, Korea dipandang sebagai negara yang sukses mengelola tanaman padi. Dengan lahan yang luas, hasil produksi dapat dioptimalkan menggunakan cara mekanisasi.
Kunjungan ke Korea, lanjut Syahfalefi, melibatkan Kementerian Pertanian. Pasalnya Kementan Indonesia memiliki kerjasama tertulis dengan Deptan Korea, sehingga meneruskan kerjasama itu. Untuk memilih lokasi atau daerah mana yang layak dikunjungi oleh Distan Pelalawan, ditentukan oleh Deptan RI dan Korea. Dengan mempertimbangkan kesesuaian iklim, kultur lahan, hingga kondisi alam Pelalawan.
"Sebelumnya juga sudah ada kerjasama Indonesia dengan Korea tentang pertanian yakni di Banjar Negera dan itu terbukti berhasil sekarang. Kita ingin mencontoh itu dan mengoptimalkan padi di Kuala Kamapar, karena saat ini sebagai bahan pertimbangan mereka, kita sudah berikan contoh kondisi alam di Kuala kampar saluran iri gasi serta kondisi tanah disini sehingga ada perbandingan dan bisa di pelajari dengan kondisi seperti yang kita sampaikan bagaimana cara pengelolaan tanaman yang bagus menurut mereka untuk mencapai  hasil optimal dengan mempergunakan tekhnologi sekarang", ungkap Syahfahlefi.****
 
Tulis Komentar
comments powered by Disqus