Menanti Gebrakan Kadisdik Baru

Syafruddin : Beri Kesempatan, Akan Saya Jawab Dengan Kinerja

Senin,15 Juni 2015 | 09:15:00
Syafruddin : Beri  Kesempatan, Akan  Saya Jawab Dengan Kinerja
Ket Foto : Kadisdik Pelalawan Drs. Syafrudin Kamal MM
PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) – Dunia pendidikan akan terus berkembang, untuk itu diperlukan peningkatan kualitas orang orang yang terlibat di dalamnya, peningkatan kinerja yang mengedepankan profesionalitas sebagai seorang pendidik dan berbarengan dengan tanggung jawabnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang notabene adalah abdi negara.
Program pendidikan di Kabupaten Pelalawan sudah berjalan sangat baik, program Pelalawan cerdas menjawab kebutuhan masyarakat utamanya dari kalangan ekonomi lemah yang sering dihadapkan pada keadaan sulit ketika berurusan dengan biaya sekolah putra putri mereka.
Berkat Program Pelalawan Cerdas tidak ada lagi pemungutan pemungutan di sekolah, semua biaya pendidikan telah ditanggung oleh APBD Pelalawan, bahkan yang berasal dari ekonomi terlemah, perelengakapn sekolah pun di tanggung oleh Pemda. Program yang sangat bagus ini tentunya harus tetap di pertahankan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pelalawan meningkatkan kualitas pendidikan.
Tongkat komando di Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan telah berpindah tangan, pemegang tingkat estafet di Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan di pegang oleh Syafruddin Kamal, yang baru saja dilantik baru baru ini oleh Bupati Pelalawan bersama ratusan pejabat eselon II, III dan IV di ling kungan Pemkab Pelalawan.
Syafruddin Kamal masuk ke Disdik bukan tanpa konsep yang jelas, menurutnya apa yang telah dilakukan oleh pendahulunya, MD Rizal sudah sangat bagus, tinggal di lanjutkan saja, namun begitu masih ada yang dirsakannya masih perlu dilakukan pembenahan. Untuk meningkatkan peran dan tugas Disdik yang terus berkembang mengikuti perkembangan pendidikan itu sendiri.
“Apa yang dijalankan oleh Disdik selama ini sudah sangat baik, tinggal dilanjutkan saja, namun saya melihat ada simpul simpul Disdik yang perlu di benahi,” bebernya
Simpul simpul yang dimaksud Syafruddin, seperti terkait kinerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan yang ada di 12 Kecamatan yang perlu dibenahi, terkait dengan pola kinerka dan tanggung jawab nya sebagai perpanjangan tangan Disdik di wilayah kerjanya.
guru saja, sedangkan setiap ada permasalahan disana, para guru dan siswa langsung datang mengadu ke Disdik, padahal kita punya perpanjangan tangan di kecamatan, seharusnya mereka menyelesaikan terlebih dahulu di tingkat itu,” jelasnya
Kedepannya, mantan Kasat Satpol PP Kabupaten Kampar ini mengatakan UPTD Pendidikan akan difungsikan secara maksimal, Kepala UPTD bertanggung jawab sepenuhnya setiap ada masalah pendidikan yang terjadi di wilayah kerjanya.
“Kalau ada masalah yang sangat urgent dan tidak bisa lagi di handle UPTD baru dilimpahkan ke Disdik untuk diselesaikan,” imbuhnya
Terkait kinerja guru, juga menjadi pekerjaan rumah (PR) Kadisdik yang baru ini, karena hanya diberikan tanggung jawab sebatas mengajar di kelas saja, para guru memanfaatkan kesempatan itu sebagai alasan untuk tidak berada di sekolah, para guru hanya berada sekolah hanya saat jam mengajar mereka saja. Padahal sebagai Pegawai negeri Sipil (PNS) yang notabene abdi negara jam kerja mereka diatur dengan aturan kepegawaian.
“Mereka itu kan abdi negara, jadi harus ada dis ekolah sampai jam pulang, bukan seenaknya mereka meninggalkan sekolah jika tak ada lagi jam pelajaran, begitu juga jika tidak ada jam mengajar mereka tidak datang kesekolah. Contohnya ada guru yang hanya tiga hari dalam seminggu. Itu pun cuma beberapa jam pelajaran. Maka pada hari mereka tidak mengajar mereka tidak datang. Kedepannya tidak boleh lagi seperti itu, setiap hari mereka harus datang ke sekolah. itu tuntutan profesionalitas mereka,” tegasnya
Untuk dapat mengi kuti perkembangan pendidikan, para guru harus mau dan mampu meningkatkan kualitas pengetahuan diri mereka terlebih dahulu baru bisa di transformasikan ke para siswa. Itulah yang menjadi konsep Syafruddin yang berpendapat, di luar jam mengajar para guru dapat memanfaatkan kesempatan untuk membaca buku, bertukar informasi, dan tak kalah penting mengenali dan memantau perkembangan anak didiknya di sekolah.
“Tingkatkan ilmu para guru itu dengan membaca, banyak ha yang bisa di lakukan di sekolah, kedepannya seluruh guru di Kabupaten Pelalawan akan mengi kuti jam kerja dis ekolah, bukan mengikuti jam mengajar mereka,” ujarnya lagi
Pengawas pendidikan yang selama ini dinilai minim kontribusi dalam memberikan efek positif peningkatan mutu pendidikan. Kadang sering dianggap sebagai pegawai buangan. Dimasa kan datang, para pengawas sekolah mempunya link alngsung dengan Kepala Dinas, setiap pekembangan yang terjadi di sekolah akan di laporkan baik secara langsung maupun pada pertemuan bulanan yang dilaksanakan di Kantor Disdik.
“Mereka itu pengawas, maka fungsi pengawasan harus di tingkatkan, linknya langsung ke Kadisdik, nanti kita sudah mengagendakan pertemuan bulanan, di minggu kedua setiap bulannya, kalau selama ini diasumsikan mereka menempati jabatan buangan. Nanti mereka akan sangat kita butuhkan,” imbuhnya
Untuk itu, padakarena peran mereka nanti bertambah besar, maka kehadiran mereka di kantor diharapkan. Tidak seperti selama ini yang kadang ada dan kadang tidak.
“Nanti mereka harus setiap hari masuk kantor,” tegasnya lagi 
Karena perannya nanti begitu besar, syafruddin akan memperjuangkan pada tahun 2016 nanti, para pengawas ini mendapatkan kendaraan operasional roda empat, mengingat jarak tempah yang jauh dan kadang kala di hadapkan dengan cuaca yang tidak bersahabat.
“Saya akan ajukan di APBD tahun depan untuk pengadaan mobil operasional pengawas, mereka bisa datang sama sama ke sekolah sekolah, seperti pengawas SD, pengawas SMP dan pengawas SMA. Kalau pakai motor kan kasihan dan tidak produktif jika cuaca tidak mendukung, apalagi untuk kecamatan yang jauh,” tuturnya
Dalam menggesa program program yang telah berjalan di Dinas Pendidikan dalam mencapai target tujuh besar lulusan terbanyak di Propinsi Riau. Syafruddin akan memberikan pengabdian terbaiknya untuk dunia pendidikan Kabupaten Pelalawan.
“Target saya, tujuh besar se Propinsi Riau dalam hal lulusan terbanyaknya. Tentu juga lulusan SMA sederajat kita bisa di terima di perguruan perguruan tinggi bergengsi,” tambahnya
Sebagai orang baru di Disdik Pelalawan, keraguan banyak pihak akan di jawabnya dengar kinerja yang lebih baik. Syafruddin berjanji kepercayaan yang diberikan oleh Pemkab Pelalawan itu akan di balas dnegan prestasi sekolah dan siswa siswanya.
“Ya itu tadi, ini adalah pengabdian saya untuk dunia pendidikan Pelalawan, lihat saja bagaimana kinerja saya, insya Allah saya akan saya lakukan yang terbaik untuk Kabupaten Pelalawan,” janjinya
Saat ini sekolah seko-lah di Kabupaten Pelalawan tengah melaksanakan Penerimaan Siswa Baru (PSB), Syafruddin menjanjikan sebagaimana yang diamanatkan di dalam program Pelalalwan Cerdas, PSB itu tidak bermuatan biaya alias gratis.
“PSB sesuai dengan program Pelalawan Cerdas, Gratis,”tandasnya
Walau sudah dinyatakan gratis, seringkali pihak sekolah berlindung dibelakang komite yang banyak diisi oleh orang orang yang dari kalangan ekonomi mapan, kebijakan mereka malah menyesakkan dada si tak berpunya. 
Untuk kasus pungutan yang dilegal oleh komite sekolah sebagai perwakilan wali siswa untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar, syafruddin mengatakan bahwa dirinya tidak bisa masuk mencampuri kesepakatan sekolah dengan perwakilan orang tua siswa atau komite. Asalkan itu kesepakatan bersama orang tua siswa, bagi syafruddin itu sah sah saja.
“Kalau orang tua melalui komite sepakat untuk membantu seko-lah, ya itu sah sah saja,” sambungnya
Terakhir menyang kut karir orang orang yang selama ini bertung kus lumus di Dinas Pendidikan, pada mutasi pejabat pekan kemarin, lima pejabat Disdik ma lah kehilangan jabatan. 
Terkait hal itu, Syafruddin enggan ber-komentar, baginya jabatan itu bukan hak PNS, melain penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada orang orang yang dianggap layak mendapatkannya, begitu juga kala penghargaan itu di ambil sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.
“Sebenarnya saya tidak bisa berkomentar banyak tentang pejabat Disdik  yang dikatakan nonjob, itu kewenangannya pemda, saya hanya berharap kepada mereka itu untuk kembali masuk kantor, sebagai PNS ini lah pengabdian kita, mari kita majukan Pendidikan di Kabupaten Pelalawan ini, masalah jabatan biarlah menjadi kewenangan Pemkab, ”pungkas Syafruddin mengakhiri.  
 
Wartawan : Apon Hadiwijaya
 
Tulis Komentar
comments powered by Disqus