Jejak Langkah Sang Visioner

Harris : Ini Pengabdian saya Untuk Pelalawan

Senin,25 Mei 2015 | 09:25:00
Harris : Ini Pengabdian saya Untuk Pelalawan
Ket Foto : Bupati Pelalawan HM Harris
PANGKALAN KERINCI (SP) - Ketika para orang tua dari keluarga yang tidak mampu menjerit karena ketidakmampuan mereka untuk mengobati anak anak mereka  yang tengah menderita sakit, dan ketika para orang tua miskin dihadapkan kepada mahalnya biaya pendidikan, batin HM Harris terasa teriris, hati nya ikut bersedih, gimana tidak, apa yang dirasakan oleh sebagian masyarakat Kabupaten Pelalawan dari kalangan yang tak berpunya itu pernah juga dirasakannya, karena putra Langgam ini juga lahir dan dibesarkan dari keluarga biasa.
Dan ketika malam menjelang, di sebagaian besar rumah rumah warga yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan masih terlihat gelap gulita, paling palingan hanya diterangi cahaya dari lampu teplok, kekurangan lainnya yang masih dirasakan masyarakat Kabupaten Pelalawan yang berada jauh dari jangkauan ibukota Pangkalan Kerinci, masih sulitnya akses transportasi, minimnya infrastruktur penunjang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di pedesaan. Harris pun berpikir bagaimana cara nya agar listrik bisa menyala di rumah warga selama 24 jam nostop, infrastruktur memadai, dan ekonomi masyarakat meningkat.
Swasembada pangan juga menjadi perhatian serius HM Harris, di benaknya bagaimana memajukan pertanian padi di Kuala Kampar dan Teluk Meranti dan menjadikan wilayah terluar Kabupaten Pelalawan ini sebagai lumbung padinya negeri seiya sekata ini.
Keindahan Bono di Teluk Meranti akan sangat disayangkan jikalau dilewatkan begitu saja, Harris pun berpandangan jika objek wisata ini dapat dikelola secara baik tentunya akan memberi nilai tambah bagi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Potensi kekayaan alam Kabupaten Pelalawan yang berlimpah, beragam perusahaan besar dengan skala nasionaldan bahkan berskala internasional berinvestasi di daerah ini, tentunya tumbuh kembangnya dunia usaha di daerah pemekaran Kabupaten Kampar ini harus diimbangi oleh kesiapan putra putra daerah tempatan untuk menjawab kebutuhan tenaga terampil yang dibutuhkan industri.
Berbagai permasalahan dan potensi yang diurai diatas, HM Harris berpandangan dengan kebulatan tekad dan perjuangan yang tak kenal lelah, apa yang diimpikannya itu bukanlah hanya sekadar bunga tidur saja, melainkan dapat diwujudkan menjadi sebuah kenyataan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tak sekadar retorika semata, dengan berpikir fokus pada tujuan yang hendak dicapai, dengan kegigihan dalam memperjuang itu semua, maksud untuk menggiatkan pembangunan di negeri seiya sekata ini diwujudkan Harris melalui tujuh Program Strategis pembangunan. Tujuh program prestius menjawab semua kebutuhan masyarakat saat ini.
Program Pelalawan Sehat dan Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar, Pelalawan  Makmur, Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif bukti shasih pengabdian seorang HM Harris untuk Kabupaten Pelalawan yang lebih baik.
Berbagai permasalahan dan potensi yang di Kabupaten Pelalawan, Bupati Pelalawan saat ini, HM Harris berprinsip, dengan kebulatan tekad dan perjuangan yang kenal lelah, apa yang diimpikannya itu bukanlah hanya sekedar bunga tidur saja, melainkan dapat diwujudkan menjadi sebuah kenyataan yang dapat dirasakan masyarakat.
Tak sekadar retorika semata, Pemkab Pelalawan dibawah kepemimpinan HM Harris bergerak cepat merealisaikan dan menelurkan tujuh Program Strategis pembangunan kesejahteraan masyarakat. Tujuh program prestius menjawab semua kebutuhan masyarakat saat ini.
Program Pelalawan Sehat dan Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar, Pelalawan  Makmur, Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif bukti shasih pengabdian seorang HM Harris untuk Kabupaten Pelalawan yang lebih baik.
Dari ketujuh program itu telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, banyak juga keberhasilan dicapai.
HM Harris bukanlah konseptor yang dengan secara jelas menerangkan kebijakan ketujuh program strataegis secara gamblang dan sistematis, namun kemampuan mengamati lingkungan di sekitar, care terhadap rakyat kecil membuat berpikir keras bagaimana karyanya dapat bermanfaat dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya ini bukan konseptor yang mampu menceritakan kebijakan ketujuh program strategis itu secara akademis. Saya cuma bisa melihat kondisi lapangan yang dialami dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.”
Kalau apa yang sudah capai saat ini disebut sebuah kebanggaan, Harrismenolak anggapan tersebut. baginya menjalankan amanah sesuai visi dan misi, yakni pembaharuan menuju kemandirian pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pelalawan. Dari visi dan misi itu bergerak menjadi sebuah gagasan terlahirnya program-program strategis mulai dari perencanaan sampai pada tujuan yang hendak kita capai. Pembaharuan itu menyangkut pola fikir. 
“Jadi semua yang sudah kita rencanakan kita wujudkan dalam visi, misi dan rencana strategis” jelasnya
Mindset atau pola pikir masyarakat harus dirubah untuk menghadapi persaingan global. Di era globalisasi kita berhadapan dengan kualitas sumberdaya manusia. Disadarinya, sumberdaya manusia yang dimiliki putra putri Kabupaten Pelalawan belum kompetitif Masih banyak terjadi kesenjangan sosial. Salah satu contohnya, sulitnya masyarakat tepatan bersaing mencari pekerjaan diperusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pelalawan khusussnya dan Riau umumnya. Solusinya akses pendidikan anak naka negeri harus dipermudah, gratis biaya sekolah mulai dari SD sampai ke SLTA, kemudian Akademi Komunitas Pelalawan menjadi jawaban atas permasalahan itu.
Walau kini HM Harris menjabat sebagai Bupati Pelalawan, dan telah sukses sebagai pengusaha,  namun perjalanan sejarah dimasa susah telah dialaminya.  
“Dulu saya orang susah juga. Soal anak yang tidak sekolah karena ketiadaan biaya pendidikan, semua pernah saya alami. Begitu juga masalah kesehatan, saya pernah meminta surat miskin ketika anak saya meningal 13 hari di rumah sakit dan saya tidak bisa membawa anak saya pulang walau sudah gratis biaya perawatan. Itu karena saya tidak punya uang membayar ongkos ambulan. Saat itu jangan kan membayar ambulan, buat makan saja susah. Jadi konsep ini muncul dari pengalaman pribadi saya,karena saya pernah menjadi orang susah.” Jelasnya haru
Dalam pelaksanaan pelalawan sehat,langkah pertama yang dlakukan adalah meningkatkan peran serta masyarakat terhadap lingkungan. Masyarkat diarahkan supaya rajin bergotong royong membersihkan lingkungan. 
Untuk lebih menyentuh hal yang paling mendasar atas akses pelayanan yang didapat keluarga miskin, harus dengan menggratiskan biaya pengobatan. 
“Dari pantauan saya sangat banyak orang sakit yang tidak berobat kerumah sakit atau ke Puskesmas karena tidak mempunyai uang. Syukur Alhamdulillah melalui Pelalawan Sehat saya tidak mendengar lagi berita ada masyarakat Pelalawan yang tidak kerumah sakit kalau menderita penyakit. Pelayanan kesehatan juga sudah kita  tingkatkan secara maksimal, dan itu setiap tahun terus kita evalusai.”imbuhnya
Program Pelalawan Terang sendiri merupakan upaya Pemerintah Daerah yang memfokuskan peningkatan elektrifikasi rumah tangga. Yang kemudian pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat. Apalagi selama ini jumlah rumah tangga di Kabupaten Pelalawan yang teraliri listik 24 jam baru mencapai 21,17 persen. Untuk itu, Pemerintah Daerah menargetkan bahwa sampai dengan Tahun 2016 setidaknya 50 persen rumah tangga di Kabupaten Pelalawan telah menikmati listrik 24 jam.
Oleh sebab itu, sejalan dengan program pengembangan listrik oleh PT. PLN, Pemerintah Kabupaten Pelalawan memfasilitasi dibangunnya pembangkit listrik. Misi Pemerintah Daerah ini kini telah dijalankan dengan baik oleh PT. Langgam Power yang merupakan konsorsium antara BUMD Tuah Sekata dengan PT. Navigate Energy Jakarta. PT. Langgam Power sekarang telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), dengan gas yang dipasok oleh PT. Energi Mega Persada (Kalila). Pada tahap awal PLTMG tersebut dibangun dengan kapasitas 15 MW yang telah dioperasionalkan sejak Bulan Agustus 2013 yang lalu.
Dengan beroperasinya PLTG PT. Langgam Power ini, maka kekurangan daya listrik di Kabupaten Pelalawan umumnya dan Pangkalan Kerinci khususnya telah teratasi. Dan sampai saat ini tingkat elektrifikasi Kabupaten Pelalawan telah mencapai 62 persen. Padahal target 50 persen untuk tahun 2016 nanti.
“Daya yang dihasilkan dari pembangkit yangk kita miliki itu sudah tidak tersisa lagi setelah didistribusikan ke desa- desa.” Sambungnya
Program lainnya yang telah diluncurkan  oleh Pemkab Pelalawan adalah Program Pelalawan Lancar/Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan ( PPIDK).Program ini sangat berdampak positif bagi percepatan pembangunan pedesaan. Tidak hanya hasil, kualitas pekerjaan juga mengembirakan sekali.
Program PPIDK ini juga dapat bersinergi  dengan program Pelalawan Terang, karena melalui PPIDK ini dibangun jaringan listrik ke pelosok desa yang persebarannya sangat luas di wilayah Kabupaten Pelalawan.
“Kalau menunggu pihak PLN membangun akan sangat lama hal itu terwujud, maka nya kita dapat memotong masa itu dengan mengalokasikan dana PPIDK untuk membangun jaringan lsitrik, alhamdulillah di desa desa terpencil pun sudah dialiri listrik,” tuturnya
Keutamaan program PPIDK ini, mekanisme yang berbeda diterapkan Pemkab Pelalawan dan menjalankan program pembangunan yang satu ini, tanpa melalui tender atau penunjukan langsung, melainkan melalui mekanisme musyawarah antar pemangku kebijakan di desa, seperti ninik mamak,cerdik pandai dan alim ulama dan komponen lainnya, untuk menentukan apa yang akan dibangun, jalan, jembatan atau jaringan listrik.
“Semuanya kita serahkan kepada mereka, karena mereka yang tahu apa yang mereka butuhkan, setelah mufakat dicapai, baru dikerjakan secara swadaya. Besaran dana yang dialokasikan setiap desa mencapai Rp. 500 juta”bebernya.
Kabupaten Pelalawan memiliki lahan yang sangat luuas untuk di garap sebagai lahan pertanian, keinginan untuk berswasembada pangan bukan hal yang muluk muluk,  didukung dengan potensi lahan pertanian persawahan yang sangat luas di Kecamatan  Kuala Kampar. 
Di Kecamatan Kuala Kampar sendiri, jauh jauh hari sebelumnya sudah memiliki varietas padi unggulan yang berdaya hasil dan berdaya jual tinggi. Cekau dan Karya Pelalawan sejak tahun 70 an sudah dibudidayakan petani lokal. 
Melalui program Pelalawan Makmur, Pemerintah daerah terus bergerak melakukan berbagai langkah dan terobosan untuk mengembangkan pertanian di Kuala Kampar dan kecamatan kecamatan lain yang memiliki potensi pengembangan pertanian padi.
“Salah satu upaya yang kita lakukan ke arah itu, dengan membangun balai benih di Desa Sungai Upih Kuala Kampar, saat ini sudha berfungsi secara maksimal, kebutuhan benih petani di Kabupaten Pelalawan sudah dapat dipenuhi, bahkan juga telah sampai ke propinsi tetangga, selain memberikan fasilitas balai benih, penyuluhan pertanian secara berkelanjutan juga kita berikan kepada para petani, UPTD UPTD Pertanian dan penyuluh penyuluh pertanian yang ditempat kan di desa bekerja aktif membantu para petani,” ujarnya
Usaha keras yang dilakukan oleh HM Harris dalam memperkenalkan gelombang Bono di Kecamatan Teluk Meranti kepada dunia memang patut diacungi jempol, disetiap penyelenggaran pariwisata nasional bahkan di mancanegara sekalipun, stand Bono berdiri dalam memberikan informasi bagaimana kedahsyatan gelombang yang terjadi di Sungai Kampar ini.
“Memang yang kita tonjolkan wisata Bono di Teluk Meranti, namun tetap dalam satu paket Pelalawan Eksotis, yang didalamnya ada Taman Nasional Tesso Nilo, Pusat Budaya Petalangan, Tugu Equator, dan ada Istana Sayap yang tengah kita bangun kembali, itu  terus kita promosikan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Pelalawan ini,” ungkapnya
Melengkapi program program strategis yang di jalankan, Pemkab Pelalawan menggaungkan proyek prestisius Program Pelalawan Inovatif dengan membangun kawasan teknopolitan di Langgam. 
Program yang dicetuskan ini merupakan gagasan brilian untuk membangun sebuah kawasan tempat di lahirnya para teknokrat teknokrat handal yang menjawab tantangan modernaisasi dan mampu mengelola potensi serta sumber daya yang dimiliki Kabupaten Pelalawan. Dengan Pembangunan Kawasan Teknopolitan, mengarahkan Kabupaten Pelalawan pada Kawasan Ekonomi Khusus. Di sisi lain, Kabupaten Pelalawan kini telah ditetapkan dan telah divalidasi menjadi Kawasan Perhatian Investasi ke-24 di Koridor Ekonomi Sumatera dengan proyek utamanya Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan tersebut. 
“Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan suatu kawasan industri yang terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset sebagai pendorong inovasi, dan ini dibangun atas dukungan investasi swasta dan Pemerintah. Pembangunan Kawasan Teknpolitan Pelalawan merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan mewadahi pencapaian visi MP3EI 2011-2025 sekaligus merealisasikan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan 2011-2016.” Jelas Harris 
Konsep Kawasan Teknopolitan Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset. Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. 
“Alasannya juga karena kita berada pada posisi konektivitas yang istimewa, Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.” tandasnya   
Walau berbagai program pembangunan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tak lantas membuatnya jumawa, baginya apa yang diperbuatnya itu tidak lebih dari sekadar pengabdian, bukan kebanggaannya secara pribadi. Karena kesuksesan program program strategis itu berkat dukungan semua pihak, masyarakat Kabupaten Pelalawan. 
“Bagi saya perjuangan yang saya lakukan tidak lebih dari sebuah pengabdian, ini lah yang mampu saya perbuat untuk Kabupaten Pelalawan yang saya cintai ini,” tegasnya
Pembangunan yang secara berkelanjutan yang tengah digalaknya itu, sambungnya, belum membuat nya merasa berpuas diri, belum menyejukkan dahaga cita citanya membangun Kabupaten Pelalawan lebih maju lagi. Menurutnya program program strategis itu merupakan program jangka panjang yang perlu keseriusan lebih banyak lagi untuk merealisasikan target pencapaian 100 persen.
“Walau ada beberapa program yang sudah melebihi target pencapian. Namun masih ada program yang bagi saya belum memenuhi harapan,  diakuinya program strategis itu tidak bisa di jalankan satu periode kepemimpinan, melainkan harus dilanjutkan pada periode berikutnya. 
“Sekarang jabatan saya baru berjalan empat tahun, dan saya masih butuh di periode kedua.. Insya Allah bila tuhan mengizinkan dan didukung masyarakat, saya dipercaya untuk menuntaskan apa yang sudah saya lakukan ini,” harapnya
Masih menurut Harris, ketika niat hatinya memberikan pengabdian total untuk pembangunan Kabupaten Pelalawan, namun masih belum diwujudkan dalam waktu singkat, menjadi pikirannya yang sulit dihilangkan. Untukitu  berbagai upaya dilakukannya agar apa yang telah diniatnya tercapai. 
“Ketika ada niat yang belum tercapai,saya tidak bisa tidur. Mudah-mudahan setelah dua periode sudah ada pondasi yang kuat untuk masa depan negeri  Pelalawan ini.”pungkasnya (Apon)
Tulis Komentar
comments powered by Disqus