Pilkada Pelalawan

Pengamat : Zukri vs Harris

Rabu,13 Mei 2015 | 11:58:00
Pengamat : Zukri vs Harris
Ket Foto : Pengamat : Zukri Vs Harris

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) - Pengamat politik Riau Saiman Pakpahan yang dimintai komentarnya terkait Pemilukada di Pelalawan mengatakan, persaingan menuju Pelalawan 1 memang akan berlangsung ketat. Apalagi getting footer itu ada pada sosok bukan partai mesin partai.

"Kita melihat pada mesin partai dalam konteks pemilukada itu tidak sempurna, perolehan suara yang akan di raup para calon bergantung kepada ketokohannya sendiri, bagai mana imeg yang dbangun selama ini di masyarakat itulah yang akan menggiring mereka untuk mennetukan pilihandi dalam bilik suara nanti,” ujarnya

Maksudnya, mesin partai yang bekerja hanya menjadi sebagai perahu saja, ini dilatarbelakangi syarat untuk maju memperebutkan kursi  bupati dan kursi wakil  bupati di pemilukada haruslah dicalonkan oleh partai politik dengan syarat syarat yang di tetapkan di dalam UU.

 “Mesin partai sering kali bekerja pada rel yang tidak seharusnya dilakukan sehingga tidak mampu mendongkrak perolehan suara,” lanjutnya

Kalau HM Harris di Pelalawan kemudian dikenal dengan sosok yang populer, tingkat elektabilitasnya tinggi, berbagai program strategis yang lahir di masa pemerintahan nya bisa menjadi nilai jula untuk memperebutkan hati masya rakat Pelalawan kembali.

“Harris punya prestasi dan sebagainya, maka kemungkinan dia terpilih lagi itu sangat tinggi dibanding yang lain.” tandasnya

Betapa pun prestasi mentereng yang telah di toreh selama ini, belum tentu bisa memuaskan semua pihak, penilaian berdasarkan subjektif pemilih itu sendiri.

“Jika kepemimpinan Harris dinilai gagal, maka peluangnya akan tipis untuk kembali dipilih, yang menilai itu kan masya rakat," ucap Saiman.

Pada pemilukada Pelalawan tahun ini, nama nama yang sangat di kenal luas masyarakat, muncul memanaskan  tensi pesta demo krasi.  dari beebrapa nama, duua nama mendapat perhatian yang besar bagi masyarakat Pelalawan, mantan Wakil Bupati Pelalawan di eranya Azmun Jaafar yang juga pernah menjadi rivalnya HM Harris di pemilukada tahun 2011 silam, nama drs H Anas Badrun kembali menyatakan niatnya untuk saling berebut kursi kepemimpinan Kabupaten Pelalawan melalui pemilukada tahun ini. pengalaman di tiga pemilihan kepala daerah nama Anas dinilai memiliki basis massa yang jelas.

Satu lagi nama yang menjadi buah bibir jelang pemilukada, tokoh muda, anggota DPRD Riau dua periode, Zukri Misran memiliki kans yang besar untuk memenangkan pemilukada. berkaca pada pemilihan legislatif lalu, Zukri memperoleh suara tertinggi dibandingkan anggota DPRD Riau dari Pelalawan. ini menjadi modal besar baginya dalam menapaki pemilukada nanti.    

Kedua tokoh adalah orang-orang yang lahir dalam lingkaran-lingkaran status sosial yang tinggi dalam masyarakat pemilih, maka ini menjadi lawan yang sengit bagi incumbent.

“Anas sudah jelas dukungan kepadanya, pengalaman menjadi wakil bupati serta kekuatan suara pada pilkada lalu jadi modal politik yang harus diperhitungkan, begitu juga dengan Zukri, yang dua periode menjadi anggota DPRD Riau, jabatannya di sebagai Ketua Karang Taruna menambah dukungan baginya pada pertarungannya di pilkada Pelalawan ini.

"Disamping kekuatan pada tingkat masyarakat yang disebut mudah dimobilisasi itu, PDIP juga menjadi partai yang memiliki magnet luar biasa. Dengan memasang foto jokowi, mungkin akan  memberikan magnet tersendiri bagi pemilih-pemilih yang berada pada akar rumput. Jadi memang Zukri akan menjadi lawan sepadan Harris saya kira," tukasnya

Jika duet ini bisa diwujudkan, syarat untuk pencalonan sebagai kepala daerah sudah terpenuhi, PDI yang memiliki lima kuris di DPRD Pelalawan dan Demokrat dengan dua kursi, sudah cukup untuk memenuhi syarat 20 persen dukungan kursi DPRD Pelalawan yang periode ini beranggotakan 35  wakil rakyat.

Keputusannya, tentu tingggal komunikasi antara partai pendukung dan bakal calon yang akan diusung itu,tentu dengan hitungan  dan realitas politik di Pelalawan.

Menurut Saiman, Jika Zukri dan Anas dapat berada dalam satu paket calon, dukungan partai tidak jadi maslaah.

“Kalau dua partai ini sama sama mengusung paket calonnya, syarat 20 persen itu terpenuhi,” pungkasnya

Wartawan :

Tulis Komentar
comments powered by Disqus