Assesment, Amanat UU ASN

Rabu,13 Mei 2015 | 11:59:00
Assesment, Amanat UU ASN
Ket Foto : Ketua PWI Pelalawan, Asnol Mubarack

PANGKALAN KERINCI (Pelalawannews.com) - Panitia Seleksi (Pansel) Assessment pejabat pratama (eselon II) di lingkungan Pemkab Pelalawan sudah menutup pendaftaran secara resmi, namun masih ada tahapan yang akan dilalui oleh pelamar yang beminat mengisi 18 jabatan yang di lelang.

Setelah pendaftaran di tutup, test kompetensi akan di jalani oleh pelamar, selanjutnya Fsikotest dan interviw atau wawancara.

Test tersebut dimaksudkan untuk menilai kompetensi yang dimiliki oleh pelamar yang hasilnya menjadi rekomendasi bagi pansel kepada Buati Pelalawan sebagai pemegang hak prerogatif menempatkan orang pada posisi jabatan di lingkungan Pemkab Pelalawan.

Dengan anggaran yang tidak sedikit untuk proses assesment ini, tentu semua berharap, hasil dari lelang terbuka jabatan ini akan menghasilkan proses seleksi yang fair serta penempatan birokrat memang sesuai yang dibutuhkan oleh Pemkab Pelalawan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Assesment pejabat memang kali pertama di lakukan oleh Pemkab Pelalawan karena memang baru tahun ini UU Aparatur Sipil Negara (ASN) diberlakukan, yang menyatakan mutasi pejabat harus dilalui dengan proses assesment. Tak ada pengalaman pemkab dalam melakukakn proses in, namun ketiadaan pengalaman bukan berarti harus dilakukan seadanya saja hanya memenuhi kewajiban yang disyaratkan UU ASN.

Dilibatkan Panitia Seleksi yang terdiri dari berbagai kalangan yang berkompeten untuk sebuah kegiataan lelang jabatan untuk menjawab keraguan adanya permainan dalam proses itu.

Di Riau, sebelum kita melaksanakan assesment jabatan pratama, Pemerintah Propinsi sudah terlebih dahulu melakukan, tak tanggung tanggung, semua jabatan eselon II di lingkungan Pemprop di lelang, alasannya memberikan kesempatan yang sama bagi pelamar untuk bersaing secara adil.

Namun Hasil dari sebuah assesment itu masih menuai kontroversi, karena di nilai pejabat yang ditempatkan tidak sesuai dengan posisi jabatan yang dilamar. Memang assesment merupakan rekomendasi kepada kepala daerah sebelum dilakukan mutasi.

Sebuah keputusan tidak bisa memuaskan semua pihak, apalagi orang orang yang dinyatakan gagal dalam sebuah seleksi yang dilakukan, namunpaling tidak ada standar nilai yang di tetapkan dan menjadi patokan bahwa proses seleksi telah berjalan secara fair.

Berkaca dari yang sudah ada, Assesment dilakukan oleh Pansel Pelalawan diharapkan tidak menimbulkan prasangka di belakang hari, karena di tangan pansel lah para pelamar menggantung harapan, apakah mereka mendapatkan hak selaku orang yang terlibat kompetisi, hak untuk lolos mendapatkan jabatan yang dilamarnya, tentu harus memenuhi kriteria dan penilaian ang dilakukan pansel.

Kabupaten Pelalawan saat ini masih disibukkan dengan berbagai program pembangunan, untuk mewujudkan pembangunan di segala bidang, mensejahterakan masyarakat, mencapai visi dan misi Kabupaten Pelalawan sebagaimana yang diharaapkan oleh pendiri Kabupaten Pelalawan dulu.

Untuk itu, dibutuhkan para birokrat, orang orang yang memiliki leadership yang handal untuk bisa memenage potensi potensi yang ada untuk kemajuan Kabuaten Pelalawan. Melalui assesment ini diharapkan orang orang hebat berada pada posisi yang tepat “Right man in the right lace” semoga....!   

Tulis Komentar
comments powered by Disqus