Dipercaya Pimpin Golkar Pelalawan

Sofyan Hamin Nyatakan Siap Maju di Pilkada

Selasa,21 April 2015 | 09:48:00
Sofyan Hamin Nyatakan Siap Maju di Pilkada
Ket Foto : Golkar pecah

PEKANBARU (Pelalawannews.com) Pilkada serentak dijadwalkan akan digelar pada Desember 2015 mendatang. Namun, Partai Golkar masih terjerat konflik internal. Sebab ada dua kubu yang mengklaim kepengurusannya sah. Lantas kubu mana yang akan mengikuti pilkada?
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly tidak memberikan jawaban secara gamblang. Dia mengatakan, Surat Keputusan (SK) yang ia keluarkan sudah memberikan kejelasan tentang kepengurusan Golkar mana yang akan ikut pilkada. SK tersebut berisi bahwa kubu Agung Laksono yang berhak melanjutkan kepengurusan Golkar, namun tetap harus merangkul kubu Aburizal Bakrie.

Yasonna pun menyarankan agar Partai Golkar baik itu kubu Agung Laksono ataupun Aburizal Bakrie dapat duduk bersama menyelesaikan konflik internal partai. Hal ini guna mempersiapkan ajang pilkada yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kisruh Partai Golkar ditingkat pusat ini jelas berimbas ke seluruh daerah di Indonesia. Sebab, usai Musyawarah Nasional (Munas) di Bali dan Ancol, semua pengurus dinyatakan demisioner. Akibatnya, kader Partai Golkar di daerah-daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berjuang mencari perahu lain.

Di Kabupaten Pelalawan misalnya. Ketua Partai Golkar Kabupaten Pelalawan HM Harris versi Abu Rizal Bakrie, kembali maju di Pilkada dengan mendaftar di partai lain. Ironis memang, sebab di 'Negeri Seiya Sekata' itu jumlah kursi Partai Golkar di parlemen cukup signifikan.

Menyikapi hal itu, penerima mandat Plt Ketua PG Pelalawan Prof Sofyan Hanim mengatakan, bahwasannya untuk memakai perahu Golkar harus melalui penjaringan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Artinya, saat ini belum ada seorang kandidat pun yang terdaftar sebagai Balon dari partai Golkar.

Menurut Sofyan, ada dua agenda politik yang kini dibebankan partai kepada dirinya selaku penerima mandat Plt Ketua Partai Golkar Pelalawan versi Agung Laksono. Pertama, menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada), kedua menyelenggarakan musyawarah daerah (Musda) DPD Partai Golkar Pelalawan.

"Dua agenda ini yang diisyaratkan DPP kepada kita untuk segera dilaksanakan. Jadi, fokus kita memang konsolidasi organisasi," ungkap Sofyan hanim yang dihubungi seputar pelalawan via selulernya, Senin (20/4).

Kenapa harus segera melaksanakan Musda, Sofyan mengatakan dalam rangka menghadapi Munas pada 2016 mendatang. Tersebab itu seluruh daerah harus sudah terbentuk kepengurusannya. 

Terkait Pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan Desember mendatang, Sofyan belum menyatakan keinginannya untuk ikut bertarung. Bukan berarti tak berani mengahadapi incumbent, akan tetapi Sofyan cendrung melihat kemungkinan dan peluang yang lebih baik.

"Untuk maju, kita tunggu saja perkembangan politik kedepan. Kalau memang ada kesempatan untuk ikut, kenapa tidak. Sekarang ini saya fokus untuk membenahi partai. Untuk itu, saya akan melaksanakan tugas kepartaian ini dengan sebaik-baiknya. Jadi, kita lihat saja nanti," tukasnya.

Kekuatan Berubah
Jika sebelumnya kiblat kekuatan tertuju pada HM Harris selaku bupati incumbent dan juga Ketua Umum PG pelalawan, kini peta kekuatan itu mulai berbalik arah. Setidaknya, Harris tak lagi bisa menggunakan kekuatan PG yang selama ini ia pimpin untuk dijadikan sebagai alat berperang di Pilkada.

Tokoh masyarakat Pelalawan H Tengku Lukman Jaafar pernah mengatakan, partai politik dalam menentukan sosok yang akan diusungnya akan melakukan seleksi yang sangat ketat. Inilah yang disebutkannnya pemimpin yang terpilih kelak merupakan orang yang memiliki kualitas yang bagus.

Sebelum terjadi kisruh di tubuh Golkar, Tengku Lukman berpendapat peluang itu ada di incumbent. Sebab, Harris selaku incumbent juga pimpinan partai pemenang pemilu yang memiliki banyak kader di dewan. Namun dengan kondisi perpolitikan seperti saat ini, maka semua kandidat akan memiliki peluang menang yang sama.

"Yang diuntungkan itu pimpinan partai yang memiliki gerbong besar. Karena untuk mencari kawan koalisi tidak akan sulit dibanding partai kecil yang butuh banyak pendamping. Tapi, Partai Golkar yang memiliki banyak kursi di parlemen pelalawan, belum tentu mendukung Harris. Inilah yang membuat peta kekuatan itu berubah, sehingga peluang menang masing-masing calon akan sama," ulasnya.

Persaingan memperebutkan kursi bupati pelalawan dinilai banyak pihak akan berlangsung sengit dan ramai. Beberapa calon kini sudah menampakan diri dan menyatakan siap untuk ikut maju dan bertarung. dan mereka ini disebut memiliki kans yang sama untuk bisa keluar sebagai pemenang. Siapa dia?(*)

Tulis Komentar
comments powered by Disqus