RAPP Motori Program Pemberdayaan di Desa Sering

Sabtu,28 Maret 2015 | 10:41:00
RAPP Motori Program Pemberdayaan di Desa Sering
Ket Foto : panen jagung manis yang berhasil dikembangkan di Desa Sering Kecamatan Pelalawan

PELALAWAN (PelalawanNews.com ) - Desa Sering Kecamatan Pelalawan, merupakan sebuah perkampungan yang terletak disebelah Timurnya kota Pangkalan Kerinci, sebelah baratnya dengan pusat pemerintahan Kecamatan Pelalawan dan sebelah selatan nya berbatasan langsung dengan pabrik pembuatan bubur kertas terbesar Asia Tenggara, Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Berada di daerah strategis itu, tak membuat Desa Sering menjadi lebih maju, bahkan kondisi masyarakat disana lebih tertinggal dibandingkan daerah lain di Kabupaten Pelalawan ini.

Sebagian besar dari warga Desa Sering bermata pencarian sebagai nelayan, tanah gambut dengan tingkat keazaman yang tinggi membuat tanah di Desa Sering susah diolah untuk ditanami tanaman yang bernilai ekonomis bagi warga desa.

Walau lahan gambut tidak berpengaruh terhadap tanaman kelapa sawit, namun nyatanya masyarakat Desa Sering sebagian kecil saja yang memiliki lahan perkebunan sawit, lebih dari 80 persen warganya menggantung hidup dari sungai besar (Sungai Kampar) membelah  perkampungan itu.

“Sebagian besar dari warga kita menggantungkaan kehidupan mereka dari mencari ikan di Sungai Kampar,” ujar Sekretaris Desa Sering Bakri Yulis kepada PelalawanNews.com

Disebutkan Yulis, dibandingkan dengan masyarakat Kabupaten Pelalawan yang lain, kehidupan warga di Desa Sering terasa tertinggal jauh, hal ini disebabkan masyarakat nya tidak memiliki perencanaan ekonomi jangka panjang secara rutin untuk menopang kehidupan mereka.

“Warga kami tidak sama dengan warga di desa lain, kami tidak mempunyai lahan sawit untuk pola KKPA,  mungkin di Kabupaten Pelalawan hanya kami saja yang tidak diasuh oleh perusahaan perkebunan sawit dengan pola kemitraan KKPA,”lanjutnya

Dengan kondisi keterbatasan ruang gerak untuk membangun ekonomi masyarakat nya, secercah cahaya datang dari perusahaan bubur kertas RAPP yang memang menjadi tetangga dekat mereka selama ini. Melalui bagian Corporate Development (CD) nya, berbagai permasalahan warga Sering satu persatu terurai.

“Alhamdulillah sejak adanya program CD RAPP masuk ke desa kami, permasalahan yang kami hadapi satu persatu dicarikan solusinya,” sambung Bakri

Di beberkan Bakri, melalui program CD RAPP tersebut, program program pemberdayaan masyarakat digalakkan, ibu ibu rumah tangga yang memiliki kemauan untuk meningkatkan taraf hidupnya dikumpulkan, diberi bimbingan bagaimana cara mengangkat ekonomi mereka.

Melalui berbagai bimbingan, penyuluhan dan motivasi kepada ibu ibu rumah tangga, saat ini kelompok ibu ibu tersebut sudah memiliki kegiatan yang bernilai ekonomi tinggi. Dari lahan kosong pekarangan rumah mereka dimanfaatkan untuk tanaman buah yang laku di pasaran.

“Sekarang sudah ada kelompok ibu ibu yang di bina oleh RAPP, mereka di kasih penyuluhan, di bimbing, di modali, dan di kasih bibit untuk menanam Nenas. Alhamdulillah hasilnya sekarang dapat dirasakan sendiri oleh para ibu ibu tersebut,” tambah Bakri

Tak hanya Nenas yang menjadi andalan dari Sering, pembudiadayaan Jagung manis dan semangka juga tengah dikembangkan oleh masyarakat Desa Sering.

“Bukan hanya Nenas saja yang kita coba budi dayakan, ketika kita coba menanam jagung manis rupanya cocok dan hasil panen yang cukup memuaskan, begitu juga budidaya semangka, alhamdulillah hasilnya jauh lebih memuaskan, dan buahnya nya pun lebih manis dibandingkan yang ditanam di tempat lain” katanya

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Kelompok Fokus Mandiri, Hariman, menurutnya dengan kerja keras seluruh anggota kelompok dan masyarakat Desa Sering, lahan gambut yang mengeluarkan air kemerahan dapat disulap menjadi lahan produktif yang menghasilkan buah yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kalau secara teori nya, memang lahan gambut tidak cocok untuk tanaman seperti jagung ini, namun dengan adanya penyuluhan yang diberikan oleh para penyuluh yang didatangkan oleh PT RAPP, dan bimbingan yang berkelanjutan, serta bantuan pupuk kepada kami makanya kami dapat merubah kemustahilan itu menjadi sumber ekonomi baru bagi keluarga Desa Sering,” beber Hariman

Selain budidaya Nenas dan Jagung manis, kelompok fokus mandiri tengah mempersiapkan diri untuk mengembangkan tanaman pepaya di desa mereka, walau dirasakannya pengolahan lahan untuk budidaya ini lebih sulit dibandingkan dengan dua tanaman terdahulu namun hasilnya diperkirakan akan terbalas dengan apa yang mereka kerjakan.

“Memang membutuhkan kompos dan pupuk yang ekstra, namun jika pohon Pepaya itu sudah bisa tumbuh dan berbuah maka dalam jangka waktu yang panjang bisa di panen, ini kan akan menjadi sumber penghasilan bagi warga kita, walau tanaman nenas dan jagung masih kita pertahankan, tapi tanaman ini hanya sekali panen siap itu di tanami kembali, kalau jagung kan tida seperti itu,” jelasnya dengan semangat seraya mengatakan bahwa pada awal bulan April nanti budidaya Pepaya akan mulai di semai di lahan kelompok tani ini dengan luas setengah hektar untuk tahap awal.

Untuk mencapai kesejahteraan masyarakat di Desa Sering melalui program pemberdayaan yang di motori CD RAPP, pada tahun 2012 telah memberikan bantuan berupa bibit sapi pedaging untuk penggemukan. Dengan enam ekor di gulirkan pada tahap pertama, sukses di kelola oleh kelompok Fokus Mandiri, atas upaya yang sungguh sungguh tersebut, pihak RAPP kembali memberikan bantuannya berupa sapi penggemukan dengan jumlah yang lebih besar.

“Setelah sukses kita laksanakan pada tahun 2012 silam, pada tahun ini RAPP memberikan bantuan sapi pedaging 14 ekor, nanti pada saat lebaran haji sudah bisa di jual, hasilnya dapat dibagikan kepada seluruh anggota kelompok,” imbuhnya

Walau telah berbagai program pemberdayaan dan pembangunan  serta program program CD lainnya baik infrastruktur maupun peningkatakan SDM melalui beasiswa dari perusahaan RAPP yang telah masuk dan dinikmati masyarakat Desa Sering, namun Bakri Yulis dan Hariman bersepakat masih mengharapkan perkebunan sawit dengan pola KKPA yang dapat memberikan pendapatan warga secara rutin.

“Harapan ini juga kami tujukan kepada Pemkab Pelalawan, ada lahan 1500 hektar peninggalan yang sudah diputihkan di Desa Sering, lahan itu sekaranag hanya menjadi lahan tidur, karena perusahaan pemegang izin sebelumnya hanya mengantingi izin pemanfaatan hasil hutan bukan izin penngolahan lahannya, kalau lahan itu bisa kami olah dengan pola KKPA, itu akan sangat membantu ekonomi masyarakat kami yang tertinggal saat ini,” harapnya

 Sementara itu, Koordinator CD wilayah Pangkalan Kerinci sekitarnya Zamzuli Hidayat SP mengatakan bahwa pada intinya pihak perusahaan selalu mensupport kegiatan pemberdayaan di Desa Sering seiring dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional mereka.

“Kita mensupport kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, untuk saat ini ada beberapa program yang sudah berjalan, namun dalam memberikan dukungannya kita lebih memfokuskan pada program pemberdayaan, yang berdampak pada pendapatan warga” jelas Zamzuli

Dengan melihat kondisi geografis Desa Sering, pihak perusahaan melalui kajian yang dilakukan oleh tim CD memandang pembudidayaan buah unggul cocok untuk lahan di Desa Sering.

“Setekah kita yakini ini peluang keberhasilan cukup besar, kemudian kita lakukakn penyuluhan kepada petani, kemudian mereka mempraktekkan sendiri di lahan milik mereka, sistem ini kita kenal dengan demontrasi plot atau Demplot.” Jelasnya

Apalagi dengan adanya, program penggemukan sapi yang berjalan bersama dengan pertanian dan perkebunan itu akan sangat mendukung dalam hal penyuburan tanah secara alami, karena adanya dukungan swasemda pupuk kandang dari peternakan sapi.

“Program yang bergulir tersebut saling bersinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sering,” katanya

Untuk tidak terputusnya komunikasi yang intens dari para penyuluh perusahaan dengan petani dan peternak Desa Sering, RAPP telah membangun aula pertamuan disana, dengan adanya aula itu pertemuan pertemuan utnuk membahas permasalahan petani dapat disampaikan langsung ke ahlinya dan dicarikan solusi segera.

“Ada aula yang kita bangun di Desa Sering, sebagai wadah untuk pertemuan warga dengan para penyuluh, apa yang mereka hadapi dan di carikan solusinya,”tandasnya

Zamzuli hanya berharap, apa yang telah di lakukan oleh masyarakat Desa Sering tersebut menjadi contoh positif  bagi masyarakat di desa desa lain, dengan berbagai program pemberdayaan yang dilakukan di sana menambah produktifitas warga yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan kesejahteraan warga,”pungkasnya (Apn) 

Tulis Komentar
comments powered by Disqus