Manajer PT MAS Bantah Perusahaan Tak Akomodir Naker Tempatan

Jumat,28 November 2014 | 06:26:00
Manajer PT MAS Bantah Perusahaan Tak Akomodir Naker Tempatan
Ket Foto : Manejer PT MAS, Bintang Tulus Siregar

PELALAWAN - Dulunya, sebuah tempat di Desa dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung pernah menjadi bagian dari lembaran kelam Kabupaten Pelalawan, Sepakat tenar di telinga para pria hidung belang, lokalisasi terbesar di Kabupaten Pelalawan kala itu akhirnya dibakar massa yang tidak terbendung lagi kemarahannya karena kegiatan maksiat sudah vulgar di lakukan.

Setelah lima tahun berselang, cerita Sepakat dan hiruk pikuk gemerlapan malam yang bertaburkan senyum senyum Kupu kupu malam nyaris tak terdengar, lokasi yang dulunya sarang maksiat beralih fungsi menjadi sebuah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit.

Tak ada lagi pekerja paras ayu dengan busana minim, tak ada lagi miras dan seperangkat alat kontrasepsi yang diperjual belikan, aktifitas yang tampak saat ini lalu lalang truk pembawa Tandan Buah Segar (TBS), dan para pekerja yang sibuk membongkar muatan truk, dan sebagian lagi dengan aktifiitasnya masing masing di bagian yang lain pada pabrik yang sama.

Semenjak keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT. Mitra Andalan Sawit (MAS) di Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan lesung telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dengan terbuka nya lapangan kerja. Dari hitungan manajemen perusahaan tercatat lebih dari setengah karyawan yang ada di sana merupakan naker tempatan.

Mil Menajer PT Mitra Andalan Sawit (MAS) Bintang Tulus Siregar mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mungkin mengambil resiko dengan tidak mengakomodir tenaga kerja lokal, manajemen perusahaan menyadari memperkerjakan naker tempatan adalah amanat UU.

“Kita tahu itu, makanya kita akomodir tenaga kerja tempata, saat ini ada 45 orang pekerja kita yang merupakan penduduk setempat,” ujarnya

Lebih lanjut dikatakan Siregar, dilatar belakangi operasional perusahaan yang belum seumur jagung ini, jadi tidak semua permintaan masyarakat setempat dapat diakomodir, namun secara bertahap akan di sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan.

“Kita kan masih baru, baru sekitar enam bulanan lah kita beroperasi, tidak mungkin semuanya kita tampung sekarang,”lanjutnya

Sebagai pendatang baru di pengolahan Crude Palm Oil (CPO) Kabupaten Pelalawan, manajemen mempunyai standar dan mekanisme sendiri dalam menempatkan orang orangnya dilapangan dala menjalankan operasional perusahaan.

“Ini kan pabrik, operasional akan berjalan jika didukung oleh orang orang yang memiliki skill di sana, kalau kita terima tenaga kerja lokal semua, dan tidak memiliki latar belakang di pengolahan sawit tentunya hal ini tidak akan menjamin operasional perusahaan, maka nya kita terima sekian orang dahulu, kemudian kita up grade skillnya, sampai kepada skill yang kita butuhkan, baru lah kita bisa menerima tenaga kerja yang baru lainnya,contohnya seperti ini, saat menerima karyawan lokal kemampuan mereka di bidang itu bernilai 60, sedangkan kita membutuhkan yang memiliki nilai 70, kita latih mereka sampai ketrampilan mereka bernilai 70, setelah itu baru kita bisa menerima karyawan baru untuk kita latih lagi” tambahnya

Dibeberkan Siregar, untuk PKS, menerapkan standar sendiri serta safety yang ketat bagi pekerjanya, hal ini dilakukan karena karyawan yang bekerja berhubungan dengan mesin, resiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja.

“Untuk menghindari accident itu, makanya karyawan kita di bekali dengan safety dan kemampuan meminimalisir reiko kecelakaan kerja, untuk mencapai hal itu dibutuhkan latihan dan training, untuk saat ini kita belum memiliki Training Centre (TC) hanya latihan dari instruktur atau senior di lapangan, untuk itu kita butuh waktu agar menjadi lebih baik,” katanya

Tesebab sudah banyak investasi yang ditanamkan pada PKS PT MAS, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak, dengan hubungan yang harmonis.

“Yang namanya investasi tentu akan di kita jaga eksistensinya, hobungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar tentunya menjadi prioritas kita ke depan. Kita akan patuh pada aturan aturan yang berlaku, seperti CSR pasti akan kita anggarkan sesuai aturannya, kembali lagi karena kita masih baru, belum bisa kita realisasikan CSR itu tahun 2014 ini, karena kita mulai operasi pertengahan tahun,” tuturnya

Disinggung banyaknya tudingan ketidakberpihakan perusahaan terhadap masyarakat sekitar perusahaan, Siregar mengatakan bahwa dirinya  menghargai tanggapan tersebut sebagai bentuk kepe dulian untuk hu bungan yang lebih baik an tara perusahaan dengan masya rakat sekitar.

“Kalau saya mengatakan hubungan kami baik, sedangkan yang lain mengatakan tidak susah juga jadinya, positif tidaknya keberadaan kami di Desa dusun Tua masyaraat disana lah yang bisa menilainya,” tandasnya

Kepala Desa Dusun Tua, Hendra  saat di konfirmasi membenarkan kebera daan PT MAS mem berikan dampak positif kepada masyarakat, terutamanya terciptanya lapangan kerja bagi pemuda tempatan.

“Jelas ada untungnya bagi kami, bisa menjadi lapangan kerja bagi masyakat,” katanya

Hal serupa juga diungkapkan oleh Tokoh Masyarakat Desa Dusun Tua, Jhonson yang mengatakan banyak segi positifnya dengan beroperasinya perusahaan di desa mereka, dirinya optimis semakin kedepan akan semakin bagus hubungan yang di jalin antara kedua nya dalam pembangunan.

“Kalau sekarang perusahaan baru berdiri ya kita tak bisa menuntut banyak, segi positifnya diambil, kan ada karyawannya dari warga kita,” ujarnya

Wartawati : Ayumi

Tulis Komentar
comments powered by Disqus