Celah Kecurangan Penerimaan CPNS

Selasa,04 November 2014 | 10:43:00
Celah Kecurangan Penerimaan CPNS
Ket Foto : Zulhamsyah S.Sos

Berulang kali di berbagai kesempatan Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara dan reformsi Birokrasi baik menterinya maupun Direktorat Jenderal nya menegaskan bahwa dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 tidak akan diwarnai dengan kecurangan, praktek korupsi, kolusi dan nefotisme. Diyakini sistem test dengan mempergunakan Computer Assist test (CAT) menutup ruang gerak kecurangan itu.

Apa yang menjadi optimisme Kemenpan dan RD tentunya bukan tanpa alasan, Sistem Cat dengan mempergunakan fasilitas komputer online ini hasilnya dapat diketahui langsung oleh peserta tanpa menunggu hasilnya berhari hari.

Pada penerimaan CPNS tahun 2013, sistem CAT menjadi penentu diterima atau tidaknya pelamar untuk menjadi CPNS, karena sistem peringkat tertinggi menjadi hasil final sebuah penyelenggaraan perekrutan CPNS. Yang berada di urutan teratas di pastikan pemegang kursi CPNS.

Namun untuk tahun ini Kemenpan dan RB memberikan kewenangan kepada Pemerintah daerah untuk melaksanakan test tambahan yakni Tes Kemampuan Bidang (TKB) atau wawancara. pada tahapan ini peluang sebesar besarnya untuk praktek kecurangan terbuka lebar, nama nama titipan bisa muncul untuk diloloskan oleh pihak panitia, celah ini dikwatirkan menggelembung nama nama keluarga pejabat dalam urutan yang lolos seleksi CPNS.

Pasalnya, panitia seleksi di daerah bisa saja berlaku subjektif terhadap peserta yang diuji. Karena TKB ini rawan terjadi kecurangan, beberapa daerah meniadakan ujian TKB dan hanya meloloskan peserta berdasarkan rangking nilai CAT. Terlebih lagi pada CAT itu sudah ada passing grade dari tiga katagori soal yang diujikan.

Bagaimana dengan Pemkab Pelalawan? Sejauh ini keinginan panitia penerimaan CPNS Pelalawan menyatakan TKB menjadi bagian dari pelaksanaan tahapan seleksi penerimaan CPNS 2014, artinya setelah lulus test CAT, pelamar akan dihadapkan pada sesi tanya jawab dengan panitia penerimaan, lulus atau tidaknya pelamar itu di tentukan oleh penilaian tim penguji saat wawancara.

Yang menjadi pertanyaan banyak pelamar, apakah saat memberikan penilaian hasil wawancara penguji akan bersikap objektif atau subjektif, itu yang sampai saat ini tidak adanya indikator dalam penilaiannya.

Kekwatiran masyarakat, dengan adanya kewenangan daerah untuk melaksanakan TKB ini menjadi celah pengkebirian hak anak negeri untuk meluluskan nama nama titipan. Sednagkan yang benar benar berhak harus tersingkir oleh penilaian subjektif penguji.

Kembali kepada tujuan dari pelaksanaan penerimaan CPNS merupakan tuntutan Pemerintah Daerah untuk meaaksimal pelayanan nya kepada masyarakat, melalui sistem rekrutment yang jelas diharapkan akan melahirkan petugas birokrasi yang bersih, disiplin dan berdidikasi tinggi, hal sebaliknya juga akan berlaku jika sistem rekrutment diwarnai dengan kecurangan kecurangan akan melahirkan birokrasi yang korup, yang pada akhirnya bermuara kepada tidak maksimalnya pelayanan kepada masyarakat.

Untuk itu, dinamika yang selama ini ada di setiap pelaksanaan penerimaan CPNS bahwa ada permainan dan kecurangan menjadi catatan bagi penyelenggara panitia penerimaan CPNS untuk membuktikan ketidak benaran isu tersebut tidak dengan menghasilkan CPNS CPNS yang berkualitas.

Masyarakat masih menaruh keyakinan akan kinerja positif panitia penerimaan CPNS Kabupaten Pelalawan tahun 2014 dalam melaksanakan tgas dan tanggung jawabnya untuk melahirkan insan birokrasi yang berdidikasi tinggi. Semoga....    

Tulis Komentar
comments powered by Disqus